Membalas Sakit Hati Ibu

Membalas Sakit Hati Ibu
Part 70


__ADS_3

Saat ini di kostan Adel, ia sedang rebahan setelah mengakhiri sesi live nya di salah satu aplikasi.


Adel pun memutuskan untuk mengecek pesan yang masuk dan ternyata ada pesan dari Ibu nya.


Tinggal.


[Adel! Ibu dengar dari adikku kalau kamu sekarang kerja jadi model telanj@ng, jadi model seperti itu duitnya pasti besar kan? Apalagi adikmu juga bilang kalau kamu banyak menerima endorse.] hati Adel langsung mencelos ketika melihat pesan yang di kirim oleh ibunya.


[Ya kenapa?.] balas Adel singkat.


[Kenapa? jamu itu masih ada kewajiban untuk menghidupi orang tua dan juga adikmu, Ibu tidak peduli ya mau itu uang haram mau itu uang halal! Yang penting kamu harus mengirim uang untuk kami di sini. Jangan sampai Ibu mengeluarkan kalimat sumpah serapah agar hidup mu tidak bahagia ya, Adel.] balas ibunya dengan cepat.


Adel pun tersenyum miris seraya mengeluarkan air matanya karena merasa ibunya sudah sangat keterlaluan, ternyata ibunya benar-benar tidak peduli profesi apa yang ia jalani sekarang, yang terpenting gaya hidup mereka tercukupi.


Tanpa basa-basi lagu Adel pun memblokir nomer ibunya kembali, beberapa waktu lalu Adel sempat memblokir nomer keluarganya. Namun karena Sdel merasa bahwa keluarganya akan berubah Adel pun membuka kembali blokiran nya tersebut.


Ternyata apa yang Adel pikirkan salah, keluarganya semakin menjadi-jadi.


"Lebih baik aku lihat aplikasi saja, siapa tahu ada yang akan memesan jasaku," Sambil menghapus air mara nya Adel pun mengecek-ngecek handphone nya kembali.


[3 juta dong long time bagaimana?.] benar saja salah satu pria hidung belang yang menawar jasa Adel.


[5 juta long night. Kamu tahu siapa saya?.] jawab Adel.


[Baiklah, besok datang ke hotel jasmine. Saya akan transfer dp nya sekarang.] dan setelah beberapa menit mengecek aplikasi m-banking nya dan benar saja pria itu sudah mentransfer uang sebanyak 2,5 juta.


"Jika mencari uang semudah ini, kenapa aku tidak melakukan hal ini sejak dulu ya, lumayan kan kerja dulu sayang-sayang dapat uang hihihi." gumam Adel.


Karena merasa bosan Adel pun memutuskan untuk mencari makan di restaurant, karena Adel merasa bahwa dia sekarang akan memiliki uang banyak jadi dia bisa melakukan apapun dan membeli apapun yang dia suka.


Saat masuk ke dalam restaurant pandanganku tertuju pada sebuah meja yang ternyata ada Farhan di sana dengan teman-temannya yang sedang makan. Dengan percaya diri Adel pun menghampiri meja dimana anaknya berada.


"Farhan Sayang Mama kangen." Adel langsung memeluk anak semata wayang nya begitu saja.

__ADS_1


Begitu Farhan sadar siapa yang memeluknya Farhan langsung mengibaskan badannya agar Adel mau melepaskan pelukannya.


"Maaf anda salah orang. Saya tidak kenal dengan anda." ucap Farhan, Adel pun langsung menutup mulut nya tak percaya bahwa anaknya tega berbicara seperti itu kepada ibu kandungnya sendiri.


"Farhan Sayang, aku ini bundamu, orang yang sudah melahirkanmu. Mama kangen sama kamu sudah lama kita tidak bertemu." Adel berusaha untuk memeluk Farhan lagi.


"Han, kalau nggak salah ini mamamu yang suka live di ig pakai baju seksi kan? wah ternyata mama mu lebih cantik dan juga lebih sexy aslinya hahaaa." ujar salah seorang teman Farhan ikut meledek Farhan.


"Bukan, aku tidak punya mama model lan begitu. Lebih baik kita pergi dari sini, perempuan gila ini sudah mengganggu ketenangan kita." sahut Farhan dengan kejam seraya menatap Adel dengan pandangan tajam.


"Han, kamu jangan begitu dong sama mama kamu. Apalagi Mama mu itu cantik dan sexy. Kalau aku pasti akan lebih memilih tinggal bersama mama jika punya mama cantik seperti mamamu." timpal salah seorang teman Farhan lagi.


"Jaga bicara mu, kamu itu masih terlalu muda tapi pikiranmu sudah kotor seperti itu." tegur Adel pada teman-teman Farhan.


"Loh kami sudah belasan tahun Tante. Lagian kenapa Tante harus marah? kan Tante upload foto-foto itu biar bisa dilihat siapapun." anak itu terus saja memojokkan Adel dan Farhan.


Bugh,


"Jaga bicara mu atau aku akan memukul mu lagi." ucap Farhan kemudian pandangannya beralih kepada Adel. "Apa Bunda puas sudah mempermalukan ku di depan banyak orang? harus Bunda tahu aku sangat mau pernah di lahirkan oleh perempuan macan Bunda. Seandainya bisa memilih aku ingin di lahirkan oleh Tante Ipah saja. Lain kali jika kita bertemu seperti ini lagi. Jangan pernah menganggapku anak mu, lebih baik kita pura-pura tidak kenal saja." Setelah mengucapkan kalimat menyakitkan seperti itu, Farhan langsung pergi tanpa menghiraukan panggilan teman-temannya.


"Ini uang untuk berobat," Adel mengeluarkan uang sebanyak 400.000 untuk anak yang di pukul Farhan. Adel tidak mau Farhan tersandung masalah karena sudah memukul temannya.


Dengan hati yang sakit Adel pergi meninggalkan restaurant itu. Lagi-lagi banyak orang yang mengabadikan kejadian tadi.


"Apa aku sehina itu? sehingga anak ku sendiri malu mengakui bahwa aku adalah ibunya." batin Adel.


Di sepanjang jalan ke kostsan Adel tak kuasa air matanya karena sudah di perlakukan buruk oleh Farhan. Jika dia diperlakukan tidak baik oleh orang tua nya dia masih bisa menerima. Tapi jika diperlakukan tidak baik oleh anaknya sendiri rasanya begitu sakit.


"Ini Pak, kembaliannya ambil saja." Setelah membayar taksi online Adel pun masuk ke dalam kamar kostsan dengan perasaan hancur.


Kring, kring, kring.


Handphone Adel pun berbunyi saat di lihat ternyata mantan suaminya.

__ADS_1


"Ha-halo Mas?."


"Share lok lokasi kamu sekarang. Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan mu." pinta Adel.


Adel pun mengiyakan dan mengirim lokasi pada Zainal. Adel sudah tahu Zainal pasti ingin membahas kejadian tadi.


Tok.


Tok.


Tok.


Adel pun terbangun dengan kepala yang sangat pusing. Saat melihat jam ternyata sudah menunjukkan jam 7 malam, dia ternyata tertidur hingga 2 jam lamanya.


Krieet.


"Mas."


"Aku ingatkan padamu yah Adel. Aku tidak peduli profesi mu apa, sebagai wanita panggilan atau model majalah dewasa atau perempuan Open booking. Tapi aku mohon padamu jangan pernah mengatakan di depan umum kalau kamu adalah Ibunya Farhan." baru saja melihat wajah Adel, Zainal langsung memaki-maki Adel tanpa jeda.


"Tapi kenapa Mas, aku kan Ibu kandung Farhan. Meskipun aku bukan perempuan yang baik tapi aku juga tidak akan mengajarkan Farhan hal-hal yang buruk." sahut Adel.


"Hahahaa bukan masalah mengajarkan hal yang baik atau buruk. Tapi dengan kamu mengakui kalau kamu Ibu kandung Farhan di depan umum, itu akan merusak mental Farhan habis-habisan. Farhan akan di ledek karena memiliki ibu seorang perempuan yang tidak baik. Apa kamu Del? begitu sampai rumah tadi, Farhan sampai menangis seraya memukul-mukul tembok, meluapkan emosi nya karena merasa di permalukan oleh mu. apa kamu berpikir efek jangka panjang yang akan di alami Farhan?." tutur Zainal dengan nada yang masih meninggi.


.


.


.


Bersambung...


.

__ADS_1


__ADS_2