Membalas Sakit Hati Ibu

Membalas Sakit Hati Ibu
Part 47 Jadi OB


__ADS_3

Sementara di rumah Bagas.


"Astaga jam 09.15!." Bagas langsung terlonjak kaget saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 09.15, sedangkan hari ini Bagas ada meeting penting, tepat pukul 08.00 pagi.


Tanpa mandi terlebih dahulu, Bagas pun langsung memakai seragam dan pergi ke kantor mengendarai sepeda motor miliknya, di sepanjang perjalanan, banyak sekali orang-orang yang melihat Bagas dengan tatapan jijik, namun Bagas berusaha tidak memperdulikannya dan tetap fokus mengendarai kuda besi nya itu.


Setelah kejadian malapetaka kemarin, semalam Bagas uring-uringan dan mengacak-ngacak seluruh isi kamar, hingga ia tidak bisa tidur. Ia merasa sudah di permalukan oleh anak dan istrinya sendiri di depan umum.


Selain itu Bagas juga khawatir jika Sinta akan membiarkan video penggerebekan, karena Bagas sempat melihat Sinta memegang handphonenya dan menyorot kameranya ke arah nya dan juga Adel.


"Aku yakin Sinta tidak akan mungkin akan melakukan hal keji itu. Sebenci-benci nya dia padaku, Sinta pasti tidak akan tega menghancurkan karirku yang sudah susah payah aku bangun," Bagas mencoba menenangkan pikirannya sendiri, bahwa Sinta tidak akan pernah tega seperti itu pada Ayahnya sendiri.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, Bagas pun sampai di kantor, saat Bagas meninginjakkan kakinya ke dalam kantor ternyata di lobby kantor sudah ada beberapa klien penting yang berpamitan pergi kepada David.


Hati Bagas menjadi tidak karu-karuan karena ternyata meeting penting yang di adakan hari ini telah berakhir, terlihat David selaku Bos di perusahaan itu menatap ke arah Bagas dengan tatapan yang sangat tajam dan kemudian David memberi perintah kepada Bagas untuk seger menemuinya di ruangannya sekarang juga.


Dengan perasaan yang luar biasa campur aduk tak karuan, Bagas pun masuk ke dalam ruangan David, dari mimik wajahnya terlihat kalau David saat ini sangatlah marah kepadanya.


"Apa kamu tahu apa kesalahanmu hari ini Bagas? hingga aku meminta untuk menghadapi ke ruangan ku ini." tanpa basa - basi David langsung menodong Bagas dengan pertanyaan inti.


"Tapi Pak! mohon maaf semalam saya ada masalah keluarga yang membuat saya bangun kesiangan hari ini, saya minta maaf pak. Tolong maafkan saya atas kelalaian saya hari ini," ucap Bagas, berharap kali ini Bos nya mau memaafkan nya dan tidak memberikan nya SP.


"Oh pasti masalah kamu yang berzina dengan adik ipar sendiri kan ya? Saya sangat salut kepadamu Bagas, benar-benar kamu tidak punya perasaan! bisa-bisanya kamu meniduri adik iparmu sendiri," Sontak Bagas terkejut mendengar ucapan Bos nya.

__ADS_1


"Ma-maksud Bapak apa?." tanya Bagas takut sekaligus bingung entah darimana David mengetahui hal ini.


Lalu David pun mengotak-atik handphonenya dan memberikan handphone nya pada Bagas, Bagas benar-benar kaget ketika melihat vidio penggerebekkan nya dan Adel viral di sosial media.


Bagas mengepalkan tangan nya erat. Pasti orang yang membagikan vidio penggerebekan itu adalah anaknya, Sinta. Ternyata Sinta benar-benar nekat ingin mempermalukan Ayahnya sendiri.


"Pak tolong berikan saya kesempatan kembali! seperti nya ini masalah pribadi saya tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, jadi saya rasa Pak David tidak etis jika bapak harus memecat saya," Bagas terus membujuk David untuk tidak memecatnya.


Terlihat David sedang memikirkan langkah apa yang harus ia ambil, Bagas memainkan jari-jarinya seraya menunggu bosnya memutuskan keputusannya.


"Baiklah saya tidak akan memecatmu, jika kamu masih ingin tetap bekerja di sini. Kaku saya turunkan menjadi OB, bagaimana?." seperti di sambar petir di siang bolong, Bagas langsung tercengang ketika mendengar keputusan dari David.


"Yang benar saja dong Pak, saya dari jabatan tinggi kenapa malah jadi turun jabatan ke yang paling rendah? Mau di taruh di mana muka saya ini Pak!." Protes Bagas dengan keputusan David berikan.


"Tapi Pak saya benar-benar membutuhkan kerjaan ini tapi saya tidak ingin menjadi office boy Pak, saya sangat malu Pak, apa kata orang di kantor ini tentang saya yang turun kursi menjadi OB?." lagi-lagi Bagas membujuk David agar tidak menurunkan jabatannya menjadi OB.


"Bukannya vidio viral di sosial media itu sudah membuat urat malumu putus? jika saya jadi kamu saya akan lebih malu dengan vidio viral tersebut di banding turun jabatan menjadi OB, keputusan saya sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi, kamu benar-benar akan saya turunkan menjadi Office Boy, sekarang kamu bisa tinggalkan ruangan saya," dengan langkah gontai Bagas pun keluar dari ruangan Bos.


Jika Bagas menjadi pengangguran maka Bagas akan terus berada di rumah dan akan menjadi bulan-bulanan warga sekitar. Jadi Bagas memutuskan untuk mengambil tawaran menjadi office boy saja daripada Bagas menganggur, jika Bagas melamar ke perusahaan lain Bagas yakin perusahaan lain pun tidak akan menerima nya, apalagi kasus yang tengah Bagas alami itu sampai viral di media sosial manapun.


Tok,


Tok,

__ADS_1


Tok,


Dengan lemas Bagas pun mengetuk pintu HRD.


"Eh Mas Bagas? mau ngambil seragam Office boy ya? Tunggu sebentar ya Mas Bagas saya ambilin!." ujar admin HRD dengan nada meledek Bagas.


'Berarti dia sudah tahu kalau aku turun jabatan jadi office boy, atau mungkin semua karyawan inibhyga sudah tahu? Ah sialan.... memang benar-benar sial'.


"Ini baju nya, semoga mas Bagas betah dengan jabatan terbaru nya yah. Mohon maaf sekarang saya memanggil anda dengan sebutan mas bukan bapak, karena saya memanggil sebutan bapak itu hanya untuk para petinggi saja, tidak untuk office boy seperti anda ini!." ucap Admin HRD ini seperti memiliki dendam pribadi pada Bagas, dan Bagas juga menyadari selama ia menjadi atasan perusahaan ini, Bagas selalu menjadikan admin HRD pria yang memiliki sifat feminim ini menjadi bahan lelucon nya terus menerus.


Bagas langsung pergi dari ruangan HRD tersebut tanpa melawan ucapan lelaki jadi-jadian tersebut, karena Bagas pasti akan kalah jika sampai beradu argumen dengannya m


Setelah mengambil seragam office boy, Bagas langsung masuk ke ruangan dimana Bagas bekerja dulu, Bagas menatap ruangan ini dengan tatapan sendu.


'Bagaimana aku bisa ikhlas meninggalkan jabatan begitu terhormat di perusahaan ini?.' Bagas menatap satu persatu foto-foto yang ada di ruangan ini, dan saat Bagas membuka laci, Bagas menemukan foto Adel beserta Farhan, anak biologisnya.


"Andaikan saja dulu aku bertemu dengan Adel terlebih dahulu di banding dengan Ipah, pasti sekarang hidupku akan menjadi lebih indah karena beristrikan istri yang cantik seperti Adel," Gumam Bagas seraya tersenyum melihat foto Adel dan juga Farhan.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2