Membalas Sakit Hati Ibu

Membalas Sakit Hati Ibu
Part 57 Lastri Keceplosan


__ADS_3

"Kak Sinta tau nggak siapa yang mendonorkan darah untuk Farhan di rumah sakit sebelum Ayah datang, Farhan mau mengucapkan banyak terima kasih kepada nya kak?." tanya Farhan ingin tahu.


Deg.


Sebenarnya mulut Sinta ingin mengatakan kenyataan yang terjadi kepada Farhan dan semua orang, namun hati nya berkata lain. Hati nya masih tak tega apabila membayangkan yang akan terjadi pada Farhan dan Zainal setelah mengetahui kenyataan sebenarnya tentang mereka.


"Ya sama Bagas lah, sama siapa lagi kalau bukan dia!." celetuk Lastri yang tiba-tiba menjawab pertanyaan Farhan tanpa filter, ternyata Lasti keluar kembali entah hendak pergi kemana.


"Maksud Ibu apa? kenapa Mas Bagas bisa mendonorkan darahnya untuk anak saya bu? kenapa?." tanya Zainal dengan sedikit emosi.


Menyadari jika Lastri salah bicara yang menimbulkan kecurigaan dalam diri Zainal, Lastri panik.


"Hah apa? Eh Enggak-enggak bukan gitu Nal, Ibu cuman salah ngomong aja, sudah lupakan saja! Ibu mau pergi keluar dulu, dah!." ucap Lastri panik, berusaha pergi seakan ia lari dari masalah yang telah dia buat sendiri.

__ADS_1


"Tunggu bu! Tunggu jelaskan terlebih dahulu padaku, apa maksud perkataan Ibu barusan? Apa benar Mas Bagas yang telah mendonorkan darahnya untuk anakku?." ujar Zainal sembari menarik tangan Lastri.


"Apaan sih Nal, ibu kan sudah bilang lupakan saja ya lupakan! sudah ah ibu ada perlu dulu. Lepaskan tangan Ibu!." timpal Lastri itu sembari berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Zainal.


"Iya Yah, sudahlah biarkan saja Nenek pergi, lagian memangbga salahnya kalau Om Bagas yang mendonorkan darahnya untuk Farhan, toh Farhan kan keponakannya juga," ujar Farhan dengan polosnya.


"Ya jelas salah lah Han. Perlu kamu tau yah Han! Ayah dan Om kamu itu kan sama sekali nggak ada ikatan darah, kami berdua bukan saudara kandung, mana mungkin apabila Om kamu itu mendonorkan darahnya untuk kamu! itu nggak mungkin Han, apa jangan-jangan selama ini aku telah di bodohi lagi? Jelaskan bu! Apa maksudnya ini?." ucap Zainal sedikit membentak.


"Gak bisa bu, Ibu nggak bisa kemana-mana dulu sekarang, sebelum ibu menjelaskan semua yang sebenarnya terjadi pada Zainal. Jadi tolong Bu! Zainal mohon jelaskan sekarang juga, karena ini penting bu. Zainal mohon." ucap Zainal.


"Gak, sekali enggak ya enggak!." timpal Lastri menolak keras.


"Bu, Ibu!." teriak Zainal.

__ADS_1


"Ada ribut-ribut apa sih nih Zainal? kenapa kamu mesti teriak-teriak gitu segala? berisik tahu!." tanya Mukhlis yang keluar dari kamar karena mendengar keributan di luar kamar.


"Begini pak, tadi Ibu sempat keceplosan bilang bahwa yang mendonorkan darah untuk Farhan adalah Mas Bagas Pak. Zainal hanya berusaha meminta penjelasan pada Ibu, tapi Ibu malah berusaha pergi dan enggan untuk menjelaskannya terlebih dahulu padaku. Maafkan Zainal jika Zainal mesti teriak-teriak dan mengganggu Bapak. Tapi ini penting pak, Zainal mesti tahu kebenaran akan hal itu," jawab Zainal menjelaskan situasi yang saat ini terjadi pada Mukhlis.


"A-apa yang benar itu Lastri? jadi kamu selama ini tahu dan lagi-lagi menutupi aib anakmu lagi hah? Jawab! Lastri Jawab!." teriak Mukhlis membentak istrinya.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2