
Bagas bangkit dan mencekik Mukhlis, Mukhlis yang tidak siap kaget dengan apa yang di lakukan Bagas.
"A-apa yang kau la-lakukan?." ucap Mukhlis terbata karena leher nya di cekik oleh Bagas.
Sekuat tenaga Mukhlis bertahan, namun karena usia nya yang sudah tidak muda lagi, tentu saja tenaga nya kalah di banding dengan tenaga Bagas.
Dengan emosi yang selama ini ia tahan kepada Bapak tirinya itu, Bagas luapkan sekarang. Ia sangat jengah terhadap sikap Mukhlis selama ini yang ia anggap sok berkuasa.
Tiba-tiba Sarifah datang dari arah dapur karena mendengar keributan di ruang keluarga. Ia terkejut melihat mertua nya di cekik oleh Bagas.
Sarifah berusaha menolong mertua nya namun tenaga nya tidak kuat.
Sarifah mencekal lengan Bagas untuk menghentikan cekikan nya pada Mukhlis. "Mas kamu jangan gila!. Apa yang kamu lakukan? kamu bisa membusuk di penjara jika melakukan ini!." teriak Sarifah khawatir melihat mertua dengan nafas tersegal-segal mencoba bertahan.
"Diam kau Ipah! kamu sama saja!. Dasar istri tak berguna!." teriak Bagas namun masih menatap tajam Mukhlis, pikiran nya sudah tidak jernih lagi. Amarah nya semakin meluap saat melihat sang istri datang.
Bagas yang terbiasa hidup mewah selama ini bahkan selalu di manja oleh ibu nya. Tiba-tiba harus terjatuh, bahkan Bagas harus rela menjadi OB untuk bertahan hidup. Kemudian tiba-tiba ia mendengar sang Ibu yang di seret depkolektor dan Bapak tiri nya hanya diam saja, membuat Bagas sangat marah dan benci kepada Bapak tirinya itu.
__ADS_1
"Eling Bang, eling!." teriak Sarifah menangis. Karena di rasa percuma dan tidak bisa menolong mertua nya seorang diri, Sarifah lari ke luar rumah hendak meminta pertolongan.
"Tolong! tolong! tolong!." teriak Sarifah mencari pertolongan.
Sekumpulan Ibu-ibu yang sedang memilih sayur di gerobak sayur yang sedang mangkat di depan halaman rumah Muklis menoleh mendengar teriakan Sarifah.
Mereka bergegas berlari menghampiri Sarifah.
"Ada apa Mbak Ipah." tanya seorang Ibu-ibu.
Namun sebelum menjawab, tiba-tiba Zainal datang dari arah belakang Ibu-Ibu. Zainal heran kenapa Ibu-ibu berkumpul di teras rumah orang tuanya.
"Ba-bapak Nal, Bapak!." ucap Sarifah sembari telunjuk nya menunjuk ke dalam rumah. Melihat wajah panik Sarifah, Zainal pun ikut panik. Tanpa bertanya lagi, Zainal langsung masuk ke dalam rumah dan menemukan Bapak nya di cekik oleh Abang tirinya.
"Apa yang kau lakukan, brengs*k!." teriak Zainal emosi.
Bug.
__ADS_1
Zainal melayangkan pukulan pada Bagas sehingga cekalan tangan Bagas yang berada di leher Mukhlis terlepas.
Mukhlis terbatuk-batuk saat cekalan tangan Bagas terlepas di leher nya. Sarifah membantu Bapak mertua nya itu
Sementara Zainal terus melayangkan pukulan kepada Bagas hingga Bagas tersungkur dan sudut bibir nya berdarah.
Tidak ada yang berani menolong Bagas, Ibu-ibu juga ikut menonton dan masuk ke dalam rumah.
"Sudah Nal, jangan sampai Bagas mati dan kamu masuk penjara." ucap Mukhlis yang sudah jauh lebih tenang setelah Sarifah memberi nya minum.
"Tapi Pak, dia harus di beri pelajaran!." ucap Zainal menatap tajam Bagas yang sudah tidak berdaya.
"Bapak benar Nal. Kita telepon polisi biar dia masuk penjara dan membusuk di sana. Karena sudah melakukan percobaan pembunuhan terhadap Bapak." ucap Sarifah.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...