Membalas Sakit Hati Ibu

Membalas Sakit Hati Ibu
Part 67 Beberapa bulan kemudian


__ADS_3

"Bapak benar Nal. Kita telepon polisi biar dia masuk penjara dan membusuk di sana. Karena sudah melakukan percobaan pembunuhan terhadap Bapak." ucap Sarifah.


"Kamu benar-benar tega Sarifah sama suami mu sendiri. Lagian Bapak sudah tidak apa-apa, kalian tidak bisa melaporkan ku ke polisi." ucap Bagas sembari mengusap darah di sudut bibirnya yang tadi terkena tonjokan Zainal.


"Kami akan tetap melaporkan kamu ke polisi!." ucap Zainal pasti.


Mendengar itu Bagas panik kemudian bangkit, dia tidak ingin di penjara. Lalu dia berlari ke luar rumah, menabrak siapa saja yang menghalangi jalan pintu keluar. Bapak-bapak yang ada di sana tidak siap dengan gerakan Bagas, mereka pun terjatuh.


"Kejar dia bapak-bapak!." titah Mukhlis sembari memegang dada nya yang terasa sakit.


Bapak-bapak itu menurut kemudian berlari untuk mengejar Bagas.

__ADS_1


***


Beberapa bulan kemudian, Bagas saat ini masih buron dan tidak ada tanda-tanda dimana keberadaan Bagas. Sementara Lastri, dia menjadi pembantu gratis di rumah lintah darat karena tidak sanggup membayar hutang nya.


Sementara Adel setelah dirinya di usir dari rumah mertuanya tempo lalu, Adel kini memanfaatkan kecantikan dan tubuh nya dengan bekerja sebagai model majalah dewasa. Terpaksa ia mengambil pekerjaan itu karena pandangan orang-orang yang sudah terlanjur buruk kepada dirinya. Dan untuk kembali ke rumah orang tua nya itu juga tidak mungkin karena pasti Adel akan menjadi sapi perah jika bersama mereka. Lebih baik mengambil pekerjaan seperti ini.


Adel sering menganggap hasil foto-foto seksi di beberapa akun sosial pribadi miliknya yang memiliki cukup banyak followers, di luar dugaan foto-foto itu mengundang para lelaki hidung belang yang terikat akan pesona kecantikan dan keseksian nya itu.


Satu persatu Adel melayani para hidung belang yang berani membayar nya. Namun beberapa minggu terakhir ini, Adel berhenti meladeni para hidung belang dan terfokus menjadi simpanan pria tua kaya raya, karena dengan adanya satu pria kaya itu, segala kebutuhan hidup amat tercukupi tanpa harus susah payah tidur dengan banyak pria terlebih dahulu seperti sebelumnya, pikir Adel.


***

__ADS_1


Zainal menepati janji nya untuk membayar biaya kebutuhan sekolah Sinta dan juga Bayu. Tapi mereka menolak tawaran rumah yang di berikan oleh Zainal, Sarifah keberatan karena tidak ingin merepotkan Zainal.


Setelah perceraian dengan suami nya, taraf ekonomi Sarifah dan anak-anak nya sudah mulai membaik bahkan Sarifah sekarang sudah memiliki toko kue yang lumayan rame. Itu semua berkat bantuan dari Mukhlis yang memberikan Sarifah modal usaha, awalnya Sarifah ingin menolak namun Mukhlis memaksa. Jika Sarifah tidak mau menerima nya, Mukhlis akan sangat membenci Sarifah. Oleh karena itu mau tidak mau Sarifah menerima nya.


"Bu, Alhamdulillah aku dapat tawaran pekerjaan dari Bu Sasmita." ucap Sinta menghampiri Ibunya yang sedang menata kue dan memasukkan ke dalam estalase.


"Syukur alhamdulillah. Ibu nggak nyangka kakekmu sangat baik sekali. Walaupun kita sekarang bukan bagian dari keluarga nya lagi, tapi kakek mu itu masih terus mengingat dan peduli terhadap keluarga kita. Kamu tahu kan, Ibu di sini tidak punya keluarga satu pun kecuali keluarga dari ayah mu itu." lirih Sarifah berkaca-kaca mengingat kebaikan mantan mertua nya itu.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2