
"Sayang, sebenarnya ini acara makan malam apa?" tanya Audrey melihat Reiner memarkirkan mobilnya di sebuah hotel berbintang lima.
"Nanti juga kamu akan tau, Sayang. Selama acara berlangsung tetaplah selalu bersamaku," ucap Reiner memandang Audrey dengan penuh cinta.
Reiner membantu Audrey keluar dari mobilnya dan menggandeng tangannya dengan erat.
Di lobby hotel, sudah ada beberapa tamu dari kalangan eksekutif bersama pasangan mereka yang juga menghadiri acara tersebut. Mereka semua diarahkan oleh petugas hotel untuk langsung menuju ke ballroom.
Audrey terkejut saat membaca deretan buket bunga yang terpasang di depan ballroom.
Selamat atas pengangkatan CEO Oragon Group
Tristan Manuel Tirtawiguna.
"Rein, ini makan malam untuk rekan bisnis Oragon Group?"
"Iya, lebih tepatnya perkenalan CEO baru mereka."
"Lalu kenapa kamu mengajakku kesini? Aku karyawan Oragon Group, tidak seharusnya aku ada di acara ini," ucap Audrey gugup.
"Sayang, apa kamu lupa kalau kamu adalah istriku. Papaku adalah rekan bisnis Oragon Group. Artinya kamu dan aku berhak ada disini. Kamu bukan hadir sebagai supervisor finance, tapi sebagai Nyonya Reiner Bratawijaya. Semua orang akan kagum melihatmu," ucap Reiner menenangkan istrinya.
Dua orang petugas penerima tamu undangan menyambut kedatangan Reiner dan Audrey. Setelah menuliskan namanya di buku tamu, Reiner mengajak Audrey masuk ke dalam ballroom. Fotografer yang bertugas, langsung mengambil foto Reiner dan Audrey yang terlihat sangat serasi sebagai pasangan.
Di dalam ruangan, sudah banyak para pebisnis dan eksekutif ternama yang sedang mengobrol untuk membicarakan bisnis mereka. Namun saat melihat kedatangan Reiner, mereka menghentikan obrolannya untuk menyapa pewaris keluarga Bratawijaya itu. Beberapa orang pebisnis muda yang datang tanpa pendamping, tampak memperhatikan Audrey dengan sorot mata penuh kekaguman.
"Reiner, lama tidak bertemu denganmu. Bagaimana kabarmu dan papamu?" tanya seorang pria berkacamata yang bertubuh gempal. Teman-teman pria itu juga menyapa Reiner secara bergantian.
"Malam, Om Andreas, saya baik."
"Reiner, apa ini kekasihmu atau istrimu?" tanya Tuan Andreas mengamati Audrey.
"Ini istri saya, Om, Audrey Bratawijaya," ucap Reiner memperkenalkan Audrey.
"Ow, jadi kamu sudah menikah? Kenapa papamu tidak mengundang kami semua? Padahal istrimu ini cantik sekali," puji Tuan Andreas.
"Upacara pernikahan kami hanya khusus untuk keluarga, Om. Jadi tidak mengundang siapapun."
"Kalau begitu katakan kepada papamu untuk mengadakan resepsi, Reiner. Lalu undang kami semua," sambung salah seorang teman Tuan Andreas.
"Iya, Om Theo. Nanti akan saya bicarakan dengan Papa. Maaf, Om, saya harus menemui Tuan Mario dulu."
"Oh, ya, silahkan, Reiner. Tuan Mario dan putranya ada di meja paling depan," jawab Tuan Theo menunjukkan keberadaan Tuan Mario.
Audrey melihat beberapa tamu sedang mengerumuni meja yang dimaksud oleh Tuan Theo.
"Ayo, Sayang, sekarang saatnya kita memberikan ucapan selamat."
Reiner memeluk pinggang Audrey dari belakang dan mengajaknya menemui Tuan Mario.
Apa Reiner sengaja mengajakku kesini agar bisa bertemu dengan Tristan? Lalu bagaimana aku harus menghadapi Tristan? Aku harus mencegah kemungkinan buruk yang bisa terjadi antara Reiner dan Tristan.
pikir Audrey merasa khawatir.
__ADS_1
Setelah mendekati meja itu, Audrey bisa melihat Tristan yang sedang berdiri di samping ayahnya. Ia sedang menyalami para tamu yang memberikan ucapan selamat padanya.
"Reiner, kamu sudah datang? Mana Papamu?" tanya Tuan Mario menyambut Reiner.
"Malam, Om Mario. Papa saya tidak bisa datang hari ini. Saya yang mewakilinya," jawab Reiner menyalami tangan Tuan Mario.
"Oh, ya, Reiner perkenalkan ini Tristan, anak kedua Om. Tristan sudah resmi menggantikan Om menjadi CEO baru di Oragon Group."
Tristan terkejut melihat Audrey yang ada di samping Reiner. Sejenak, tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Audrey.
Audrey...? Kenapa kamu ada disini? Apa Reiner Bratawijaya sengaja mengajakmu untuk membuatku sakit hati. Kamu sangat cantik malam ini. Seharusnya kamu berada disisiku, bukan ada di samping Reiner.
batin Tristan terbakar rasa cemburu.
Reiner yang mengetahui tatapan mata Tristan kepada Audrey, segera mengambil tindakan.
Dia berani menatap Audrey seperti itu di depan mataku.
batin Reiner menahan amarahnya.
"Selamat Tuan Tristan atas pengangkatan Anda sebagai CEO," ucap Reiner menjabat tangan Tristan dengan sorot mata tajam.
Tristan membalas uluran tangan Reiner.
"Terima kasih, Tuan Reiner Bratawijaya. Semoga kedua perusahaan kita tetap bisa bekerja sama dengan baik," jawab Tristan membalas tatapan tajam dari Reiner.
"Reiner, apa ini istrimu?" tanya Tuan Mario melihat Reiner memeluk Audrey.
"Iya, Om Mario. Ini istri saya, Audrey Bratawijaya."
"Malam, Nyonya Bratawijaya. Senang berkenalan dengan Anda."
Dengan ragu-ragu, Audrey menerima uluran tangan Tristan.
"Malam, Tuan Tristan," jawab Audrey canggung.
Tuan Mario meminta Reiner dan Audrey untuk bergabung di meja mereka, namun Reiner menolak. Ia tidak ingin memberikan kesempatan kepada Tristan untuk memandangi Audrey.
Setelah memberikan sambutan resmi sebagai CEO Oragon Group di atas panggung, Tristan duduk kembali di mejanya. Ia tampak tidak bersemangat mengikuti acara itu. Tristan hanya mengarahkan pandangannya kepada Audrey yang sedang duduk bersama Reiner.
"Sayang, ada apa?" tanya Audrey melihat perubahan ekspresi wajah suaminya.
"Sayang, aku akan mengambilkan makanan untukmu. Setelah itu kita langsung pulang. Aku tidak ingin Tristan Tirtawiguna terus menatapmu. Kalau kita lebih lama disini, aku pasti akan menghajarnya."
Audrey memegang tangan Reiner untuk menenangkannya.
"Rein, tenanglah. Tristan sedang bersama keluarganya, dia tidak punya waktu untuk menggangguku."
"Tunggu saja disini, Sayang."
Audrey mematuhi perintah Reiner dan menunggu suaminya itu mengambilkan makanan. Namun, seseorang mendadak memegang bahu Audrey dari belakang, hingga membuatnya terkejut.
"Kak, Audrey..."
__ADS_1
"Bianca, kamu ada disini?" tanya Audrey menoleh ke belakang.
"Iya, Kak. Aku menemani Papa datang ke acara ini. Kakak cantik sekali, aku sampai terpesona. Gaun Kakak juga bagus. Kakak makeup dimana?" tanya Bianca mengagumi Audrey.
"Terima kasih, Bianca. Reiner yang memilihkan gaunnya dan mengajakku ke salon."
"Oh, so sweet...Tapi mana Kak Rein? Aku ingin bertemu dengannya."
"Itu sedang mengambil makanan," jawab Audrey menunjukkan keberadaan Reiner.
"Kak, aku menyusul Kak Rein dulu ya," ucap Bianca meninggalkan Audrey.
Audrey tersenyum melihat kehadiran Bianca yang membawa suasana ceria. Ia berharap kecemburuan Reiner kepada Tristan akan mereda karena adanya Bianca.
...****************...
Setelah selesai makan, Reiner mengajak Audrey pulang. Tapi Bianca menahan mereka berdua.
"Kak Rein, jangan pulang dulu. Tadi MC mengatakan sebagai acara penutupan ada dansa pasangan. Kita harus ikut."
"Kamu saja yang ikut, Bianca. Aku akan pulang bersama Audrey," ucap Reiner menolak permintaan Bianca.
"Kak Audrey, tolong bujuk Kak Rein. Aku ingin berdansa bersama Kak Rein. Boleh khan, pinjam suami Kakak sebentar?"
"Iya, Bianca. Aku tidak bisa berdansa. Jadi, kamu boleh menggantikan aku berdansa sebentar saja dengan Reiner. Asalkan jangan terlalu mesra, nanti aku cemburu padamu," jawab Audrey sambil tersenyum.
"Siap Kak, makasih ya."
Reiner tampak tidak senang mendengar jawaban Audrey.
"Sayang, apa kamu serius? Aku harus berdansa dengan Bianca?"
"Iya, Sayang. Berdansa-lah sebentar. Aku akan menunggu disini."
Belum selesai perdebatan di antara mereka, MC mengumumkan bahwa acara dansa segera dimulai. Sebagian lampu di ruangan ballroom dipadamkan dan diganti dengan lampu yang temaram. Iringan musik pun mulai diputar.
"Silahkan, Tuan dan Nyonya, sebagai acara penutupan malam ini kita akan melakukan dansa pasangan. Sekali lagi kami dari Oragon Group atas nama Tuan Mario, Tuan Tristan, dan Tuan Kevin Tirtawiguna mengucapkan terima kasih atas kehadiran Anda semua," ucap MC dari atas panggung.
Bianca langsung menarik tangan Reiner ke lantai dansa.
MC yang bertugas memperhatikan Tristan yang duduk diam di kursinya. Padahal Tristan yang seharusnya menjadi bintang di acara makan malam itu.
"Tuan Tristan, Anda tidak membawa pasangan? Anda harus tetap berdansa malam ini sebagai Tuan Rumah. Atau Anda ingin berdansa dengan salah satu tamu disini. Silahkan sebutkan, Tuan," ucap MC itu dari atas panggung.
MC itu menghampiri Tristan dan memberikan microphonenya. Tristan tampak berpikir sejenak dan berdiri dari kursinya.
"Saya akan mengajak Nyonya Audrey Bratawijaya untuk berdansa malam ini," ucap Tristan di hadapan para tamu.
Tristan berjalan menghampiri Audrey yang duduk sendirian dan mengulurkan tangannya.
Reiner yang dipaksa berdansa oleh Bianca, sangat terkejut melihat tindakan Tristan yang sangat berani itu. Ia melepaskan tangan Bianca untuk menghentikan Tristan, tapi Bianca menahannya.
"Kak Rein, kenapa marah begitu? Biarkan saja Kak Audrey berdansa sebentar dengan Tuan Tristan. Jangan terlalu posesif sama istri. Kak Audrey juga mengijinkan aku berdansa dengan Kakak," ucap Bianca.
__ADS_1
"Mari kita sambut Nyonya Audrey Bratawijaya dan Tuan Tristan," ucap MC memanaskan suasana.
Audrey yang melihat Tristan sudah berdiri di hadapannya, tidak tau harus berbuat apa. Sementara itu tepukan tangan para tamu yang hadir, membuat Audrey terpaksa menerima uluran tangan Tristan.