
Setelah jam pelajaran berakhir, Audrey menjemput Shane dan mengantarnya pergi ke tempat les mewarnai.
"Hallo, Shane, ini Miss Julia. Shane nanti mau mewarnai apa?" tanya Miss Julia penasaran.
"Shane, mau mewarnai gambar Mama, Papa, dan Shane," jawab Shane spontan.
"Wah, Shane pintar, kalau gitu Miss gambar lalu Shane yang mewarnai, Oke?"
"Oke, Miss," jawab Shane penuh percaya diri.
Audrey berbisik di telinga Shane.
"Sayang, mewarnainya yang bagus ya biar cepat selesai. Shane mau nonton Papa di TV khan? Kita gak boleh terlambat pulang."
"Iya, Ma. I will do as soon as possible."
"Shane pintar, Mama tunggu di luar ya," ucap Audrey membelai rambut Shane.
Audrey duduk menunggu di bangku depan kelas dan melihat pesan masuk yang dikirimkan Reiner di ponselnya.
"Sayang, wawancara liveku satu jam lagi. Jangan sampai terlambat menonton," tulis Reiner.
"Pasti Sayang, sebentar lagi Shane selesai mewarnai. Setelah selesai cepat pulang ya, aku ingin menyampaikan sesuatu yang penting," balas Audrey.
"Apa itu, Sayang? Aku jadi penasaran."
"Aku akan mengatakannya nanti di rumah. Semoga wawancaramu berjalan lancar, Sayang. Aku bangga padamu," tulis Audrey sembari tersenyum.
"Ma, I'm done," panggil Shane menghambur ke pelukan Audrey.
"Mom, Shane sangat berbakat. Lihat hasil mewarnainya bagus sekali," puji Miss Julia.
"Boleh Mama lihat Shane?"
"Of course," jawab Shane memamerkan gambarnya.
Audrey terkagum-kagum melihat hasil pekerjaan Shane. Di usianya yang masih kecil, ia bisa memilih warna-warna yang cerah dan mewarnai gambarnya dengan rapi.
"Bagus sekali, Sayang."
"Ayo, Ma, kita pulang sekarang. Shane ingin melihat Papa," ajak Shane tidak sabar.
"Iya, say bye bye to Miss Julia."
"Bye Miss, see you," ucap Shane berpamitan kepada guru lesnya.
"Bye Shane, see you next week."
__ADS_1
...****************...
Audrey mengajak Shane duduk di sofa dan menyalakan televisi mereka yang ada di ruang tengah.
Bi Mila dan para pelayan juga ikut penasaran menyaksikan Tuan mereka yang muncul di acara TV sore itu.
"Shane, lihat itu Papa," tunjuk Audrey ke layar televisi.
Shane terlihat duduk serius di depan layar TV sambil menikmati biskuit kesukaannya.
Pembawa acara bincang bisnis itu memulai wawancaranya kepada Reiner.
"Tuan Reiner, sebelumnya saya mengucapkan selamat karena Anda terpilih sebagai The Best Young Enterpreneur tahun ini. Anda berhasil menangani dua perusahaan besar sekaligus, Zeus Corp dan Bratawijaya Group. Nilai asset dan jumlah penjualan kedua perusahaan Anda meningkat tajam di dua tahun terakhir ini. Bagaimana caranya Anda membagi waktu Anda sebagai CEO, dan kiat-kiat apa saja yang Anda terapkan untuk memajukan kedua perusahaan Anda?"
"Terima kasih. Saya juga tidak menduga akan menerima penghargaan tersebut," jawab Reiner sambil tersenyum.
"Sebenarnya tidak ada kiat khusus dari saya. Saya memiliki asisten dan team handal yang selalu siap memberikan kinerja terbaiknya. Saya pribadi memberikan kesempatan dan kebebasan kepada seluruh karyawan saya, terutama para anak muda untuk berani mengemukakan dan menjalankan ide-ide kreatif mereka. Dari mereka saya memiliki banyak masukan dan visi untuk mengembangkan perusahaan saya ke depan. Saya percaya karyawan adalah sumber daya terbesar yang dimiliki perusahaan. Karena itu kita harus memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang dan meningkatkan skill mereka. Saya juga sangat menghargai karyawan saya yang berprestasi dan loyal kepada perusahaan. Sebagai pemimpin, saya tinggal memberikan pengarahan dan melakukan kontrol yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan."
"Tuan Reiner, empat tahun yang lalu Anda pernah mengalami kecelakaan tabrak lari. Kabarnya kecelakaan yang Anda alami cukup fatal hingga Anda harus dirawat dalam waktu lama di luar negri. Lalu bagaimana Anda bisa bangkit kembali dan meraih kesuksesan seperti sekarang?" tanya pembawa acara itu penasaran.
"Iya, saya mengalami patah tulang yang parah di kedua kaki saya. Saya tidak bisa berjalan selama hampir satu tahun lamanya. Tapi saya tidak putus asa karena dukungan dari istri saya. Istri saya yang menjadi dorongan semangat bagi saya agar segera pulih."
"Ow, jadi istri Anda yang memberikan semangat pada Anda selama ini. Memang benar pepatah yang mengatakan di balik kesuksesan seorang pria ada wanita hebat dibelakangnya."
Pembawa acara itu tiba-tiba menampilkan beberapa foto Reiner dan Audrey di layar. Reiner terkejut sekaligus senang, karena pihak televisi diam-diam memiliki foto dirinya bersama Audrey pada beberapa acara makan malam bisnis yang mereka hadiri.
"Iya, penghargaan ini saya persembahkan untuk istri saya, Audrey Maureen Bratawijaya dan putra saya, Shane. Saya hanya ingin mengatakan kalau istri dan anak saya adalah hal yang terpenting dalam hidup saya. Terima kasih, Sayang karena sudah setia mendampingiku. I love you so much," ucap Reiner penuh ketulusan.
Pembawa acara wanita itu bertepuk tangan mendengar perkataan Reiner. Ia nampak terharu mengetahui besarnya cinta Reiner kepada istrinya.
Pembawa acara itu menutup sesi wawancaranya dengan ekspresi wajah yang puas.
"Terima kasih Tuan Reiner atas waktunya. Saya berharap istri dan putra Anda menyaksikan wawancara ini secara langsung. Semoga Anda sukses selalu dan bahagia bersama keluarga Anda."
Mata Audrey berkaca-kaca menyaksikan Reiner dari layar televisi. Ia tidak menyangka suaminya itu akan menyatakan cinta kepadanya di hadapan publik.
"Ma, Shane juga ingin seperti Papa. Saat besar nanti Shane mau ada di TV," tutur Shane menunjukkan kekagumannya kepada papanya.
Audrey memeluk putranya penuh rasa haru.
"Iya, Sayang, Shane pasti bisa. Papa Shane hebat khan? Shane harus bangga dengan Papa."
"Yes, I love Papa," jawab Shane menganggukkan kepalanya.
...****************...
Audrey menyambut Reiner di depan pintu. Ia memeluk suaminya itu dengan erat.
__ADS_1
"Sayang, aku sangat tersentuh dengan kata-katamu tadi. Terima kasih, Sayang. Aku sangat mencintaimu."
"Aku senang kamu menontonku secara live, Sayang. Aku sudah lama ingin mengungkapkan cinta padamu di depan semua orang. Akhirnya kesempatan itu datang juga sekarang."
"Oh ya, bukankah kamu tadi mau mengatakan sesuatu yang penting padaku? Apa itu?" sambung Reiner penasaran.
"Ayo ikut aku, Rein," ajak Audrey menggandeng tangan Reiner menuju ke kamar mereka.
Audrey mengambil sebuah benda dari dalam laci mejanya dan menunjukkannya kepada Reiner.
"Ini testpack?"
Audrey menganggukkan kepalanya.
"Dua garis merah, artinya kamu positif hamil, Sayang. Shane akan punya adik," seru Reiner sangat bahagia.
Ia memeluk Audrey dan mencium kedua pipi istrinya itu.
"Sayang, aku sangat bahagia. Mulai sekarang aku akan selalu menjagamu dan memenuhi semua yang kamu inginkan. Kamu harus banyak istirahat."
Audrey tersenyum bahagia melihat betapa besar cinta Reiner kepadanya. Semua penderitaannya di masa lalu tidak akan pernah sebanding dengan kebahagiaan yang kini didapatnya bersama cinta sejatinya, Reiner Bratawijaya.
...THE END...
...****************...
Hi all my lovely Readers, Author senang sekali karena akhirnya bisa menyelesaikan kisah cinta Audrey dan Reiner dengan happy ending.
Sekali lagi Terima Kasih atas semua dukungan dan hadiah yang diberikan selama ini kepada Author. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan kalian.
Berikut beberapa hikmah yang bisa diambil dari tiga tokoh utama cerita ini :
Audrey : Kesabaran berujung manis, jangan membalas kejahatan tapi berusaha sebisa mungkin memberikan kebaikan pada orang yang membenci kita (walaupun prakteknya berat hehe). Karena ketika menebar kebaikan maka kita juga akan dapat kebaikan yang berlipat ganda. And tentu saja cinta yang tulus bisa mengalahkan kebencian.
Reiner : Jangan percaya kepada perkataan orang lain sebelum mengetahui fakta sesungguhnya. Kita harus percaya kepada pasangan kita karena kepercayaan adalah dasar dibangunnya sebuah hubungan. Dan untuk melepaskan luka kita harus mau memaafkan.
Tristan : Cinta tidak harus memiliki. Bukti terbesar cinta adalah merelakan orang yang kita cintai bahagia walaupun kita tidak bisa bersamanya (mudah dikatakan tapi sulit dilakukan). Melakukan yang terbaik untuk orang yang kita sayang tanpa mengharapkan balasan.
Silahkan ambil hal-hal yang baik saja dari cerita ini. Jila ada pesan atau kesan yang buruk, tolong lupakan saja dan mohon dimaafkan.
Jangan lupa Dukung dan Baca Novel Terbaru Author
"Andai Aku Boleh Mencintaimu"
Akan segera rilis akhir bulan ini (sekitar tanggal 27 Juli)
Thank You So Much
__ADS_1
Love U All