
Vanno berdiri di depan ruang perawatan Mommy nya. Wajahnya nampak tegang dan begitu cemas. Beberapa saat lalu dia di kabarkan oleh Daddy nya jika Mommy nya masuk rumah sakit. Tiba-tiba saja Nara jatuh pingsan dan pendarahan hebat. Tentu saja hal itu membuat mereka semua sangat cemas dan khawatir.
Reynand bahkan tidak berhenti berjalan kesana dan kemari karena begitu takut akan keadaan istrinya. Sedangkan Vanno sudah terduduk lemas di kursi tunggu sekarang. Mereka hanya berdua di sana, karena anggota keluarga yang lain belum datang. Bahkan Vanno baru saja menghubungi Zeze, mungkin setengah jam atau satu jam lagi adiknya itu baru akan tiba. Apalagi dia berkata jika di sedang berada di rumah uncle Arya tadi.
Berulang kali Vanno menarik nafasnya dalam-dalam dan berulang kali dia membuangnya perlahan. Vanno menoleh, memandang Daddy nya yang terlihat cemas dan bahkan raut wajahnya benar-benar tegang.
"Dad, tenanglah. Mommy pasti baik-baik saja," ujar Vanno.
Reynand menggeleng pelan, "Daddy tidak bisa tenang, nak. Mommy seperti ini pasti karena Daddy, Daddy tidak bisa menjaga dia dengan baik," ungkap Reynand begitu terpukul.
"Daddy," panggil Vanno.
Namun, Reynand tetap saja menggeleng pelan. "Daddy lalai, Daddy tidak memperhatikan pengobatan Mommy mu beberapa waktu lalu saat kau menghilang. Padahal untuk sehari saja dia tidak boleh lupa untuk minum obat, tapi Daddy malah melupakan hal itu, padahal Mommy sakit juga karena Daddy," Reynand berucap sembari meraup kasar wajahnya.
Dia nampak sangat gelisah dan merasa bersalah. Nara sakit parah karena ulahnya dulu, padahal dia sudah berjanji jika sumur hidup dia akan menjaga istrinya dengan baik. Mengabdikan seluruh hidupnya dan juga semuanya untuk sang istri demi menebus kesalahan yang sampai saat ini masih belum bisa dia lupakan.
Tapi sekarang, Nara kembali jatuh sakit. Dan Reynand berpikir jika itu semua karena kelalaiannya yang kurang memperhatikan Nara.
"Daddy jangan seperti itu, selama ini Vanno sendiri yang melihat bagaimana Daddy yang sudah begitu mencintai Mommy. Jangan salahkan diri sendiri. Mommy memang harus berjuang kembali, dan kita bantu untuk dukung dia," ujar Vanno.
Reynand menghela nafas berat. "Daddy takut terjadi sesuatu dengan Mommy mu. Daddy tidak bisa jika hidup tanpa dia," gumam Reynand. Tuan besar itu terlihat terpuruk sekali. Dan Vanno tidak tahu seberapa besar cinta yang dimilki oleh Daddynya ini. Tapi sejak kecil, Vanno tahu jika Mommy nya adalah segalanya untuk Daddy Reynand.
Ceklek
Pintu yang terbuka membuat mereka berdua terkesiap. Dokter Bram keluar dari ruangan itu dan di ikuti oleh Dokter Shaka. Wajah mereka menunjukkan ketegangan hingga membuat Vanno dan Reynand juga semakin tidak tenang.
"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Reynand langsung tanpa basa-basi.
__ADS_1
"Bisa kita bicara di ruangan saya, Tuan," ajak Dokter Bram.
"Apa ada hal yang serius, Dokter?" tanya Vanno pula.
"Ya, ini cukup serius, oleh karena itu saya ingin berbicara pada Tuan besar," jawab Dokter Bram.
"Baiklah, ayo. Vanno kamu jaga Mommy mu," ujar Reynand.
Vanno mengangguk lemah. Dia memandang lirih kepergiaan Reynand bersama dokter Bram ke ruangannya dan kini tinggal meninggalkan Vanno bersama Dokter Shaka.
"Apa keadaan Mommy memang separah itu, kak?" tanya Vanno yang langsung masuk bersama Shaka ke dalam ruangan Nara.
Terlihat wanita paruh baya itu terbaring tidak berdaya di atas ranjang dengan wajah yang begitu pucat pasih. Jarum infus dan alat bantu pernafasn terpasang di hidungnya.
"Keadaan aunty Nara cukup lemah, Van. Ginjalnya bermasalah lagi. Dan itu yang sedang dibicarakan dokter Bram dengan ayah kamu," ungkap Shaka.
"Apa karena Mommy yang telat minum obat?" tanya Vanno. Dia memandang lirih Mommy nya yang terbaring begitu lemah. Hati Vanno sakit melihat pemandangan ini.
Vanno menghela nafas panjang, dia terdiam lirih. Semua karena dia yang menghilang. Vanno juga masih ingat betapa Mommy nya sangat bahagia dan menangis haru ketika dia pulang ke rumah waktu itu. Sudah jelas jika Mommy nya pasti sangat kehilangan dan takut sekali.
Sama seperti Vanno saat ini yang begitu takut kehilangan dan takut terjadi sesuatu dengan Mommy nya.
"Tapi, Mommy masih bisa sembuh bukan?" tanya Vanno.
"Kita berdoa dan berusaha, dokter Bram masih mencari usaha yang terbaik untuk aunty," jawab Shaka.
Vanno hanya bisa mengangguk pasrah. Dia duduk di samping ranjang Mommy nya dan mengusap lengan wanita itu dengan lembut.
__ADS_1
Selain Zura, Mommy nya adalah segalanya untuk Vanno. Apapun pasti akan dia lakukan untuk kesembuhan Ibunya. Tapi apa mungkin semudah itu?
Tok tok tok
Pintu yang diketuk membuat perhatian mereka teralih, beberapa perawat yang semula ada di sana langsung keluar dan kini bergantian dengan Zeze dan juga Aunty Pel yang masuk ke dalam ruangan itu.
"Kakak, Mommy kenapa?" tanya Zeze langsung. Bahkan dia sudah menangis melihat ibunya tidak berdaya seperti ini.
"Jangan menangis, jangan mengganggu ketenangan aunty Ze, dia sedang istirahat," ujar Shaka.
Zeze terdiam, hanya bibirnya saja yang bergetar menahan tangis. Dia langsung berjalan mendekat ke arah ranjang dan mengusap lengan Mommy nya yang terasa dingin.
"Apa yang terjadi?" tanya Pelangi pada Shaka. Dia datang menemani Zeze ke rumah sakit sedangkan Zura memilih untuk datang belakangan karena dia memakai motor.
"Ginjal aunty Nara bermasalah, aunty," jawab Shaka.
Pelangi menghela nafas dan langsung mengangguk pelan. Dia mendekat ke arah Zeze dan mengusap lembut bahu Zeze yang bergetar menahan tangis. Siapapun tahu jika Nara memang sudah memiliki riwayat penyakit ginjal sejak dulu. Apa mungkin kanker ginjal itu kembali lagi?
"Jangan terlalu berisik ya, biarkan aunty istirahat dulu," ujar Shaka.
Vanno dan Aunty Pelangi hanya mengangguk pelan. Bahkan Vanno langsung beranjak dan membiarkan Zeze yang menemani Mommy mereka. Sedangkan dia menjauh dari sana dan duduk di sofa bersama dengan Shaka. Menunggu di sana sembari sesekali menanyakan keadaan Nara.
Sungguh, Vanno benar-benar khawatir sekarang. Dia masih membutuhkan ibunya, dia masih membutuhkan sosok sandaran dalam hidupnya. Dan ibu adalah segalanya untuk Vanno.
Mereka menunggu di dalam sana tanpa bersuara sedikitpun karena memang tidak ingin mengganggu. Hingga akhirnya keadatangan Reynand ke ruangan itu membuat suasana semakin tegang. Apalagi ketika melihat wajah Tuan besar itu yang terlihat berbeda dan sangat putus asa.
Apa yang sebenarnya terjadi?
__ADS_1
...
Bagi yang belum tahu kisah Daddy Reynand yang kejam sama Mommy Nara, bisa langsung baca ya ke novelnya yang berjudul Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan