Menantu Sampah Diceraikan

Menantu Sampah Diceraikan
Bab 10 - Memeluk Erat Dari Belakang


__ADS_3

Ronny memegang pagar balcony di depannya dengan kedua tangannya sambil menarik nafas dan menghembuskannya dengan sedikit berat..


"Huhhh.."


Ronny memutar tubuhnya dan menyandarkan pinggangnya hingga menempel di pagar balcony tersebut..dia menatap tajam ke arah wajah Jully yang masih tetap duduk di kerusi yang ada di samping sebelah kanan Ronny saat ini..


"Nona Jully,apa kedua orang tua mu masih ada saat ini..?"


Ucap Ronny bertanyakan keberadaan orang tua Jully..


"Untuk saat ini,keduanya masih sehat dan hidup dengan damai di rumah.."


"Kenapa Pak Ronny bertanya tentang itu..?"


Kata Jully sambil menanyakan tujuan Ronny membuat pertanyaan tersebut..


"Tidak ada apa-apa..aku hanya ingin tahu kerana ada sesuatu yang berkaitan dengannya.."


"Aku berada di sini saat ini adalah kerana kedua orang tua ku.."


Ucap Ronny membalas pertanyaan dari Jully..


"Kenapa dengan orang tua mu Pak Ronny..?"


Tanya Jully kepada Ronny lagi..


"Nona Jully,jangan panggil aku dengan 'Pak' okey..aku tidak layak di panggil begitu.."


"Panggil nama saja..itu lebih baik.."


Kata Ronny meminta supaya Jully memanggilnya dengan nama saja..

__ADS_1


Jully menjadi binggung buat seketika,sama ada ingin mengikuti apa yang telah di ucapkankan oleh Ronny atau sebaliknya..kerana Ronny mendapat perhatian langsung dari direktur utama mereka,itu menunjukkan bahwa Ronny bukanlah orang yang biasa-biasa saja..dan Jully harus mengikuti perintah dan arahan dari atasannya..


Dan saat ini,Ronny pula tidak mau di panggil dengan panggilan 'Pak Ronny' dan hanya mau di panggil dengan namanya saja..ini membuat Jully menjadi binggung dan tidak tau harus mengikuti yang mana satu..


"Sudah lah Nona Jully..aku tau apa yang ada dalam fikiran mu itu.."


"Tidak usah memikirkan tentang apa yang di arahkan oleh Tuan Leno dan juga Tuan Hendra mu itu.."


Ucap Ronny dan meminta Jully untuk tidak mengikuti arahan dari atasannya..


"Begini saja..apa kata,mula saat ini kita berteman baik saja,jadi kita bisa memanggil nama saja saat berbicara.."


"Bagaimana menurut mu..?"


Sambung Ronny lagi berbicara kepada Jully yang masih tetap berdiam dan terus menatap wajahnya..


"Baik lah kalau itu yang kamu mau..aku menurut saja kemahuan mu.."


Jawab Jully membalas ucapan Ronny..


"Jully..sebenarnya,kedua orang tua ku sudah meninggal dunia lebih seminggu yang lalu dan sebab itu lah aku berada di kota ini pada masa ini.."


"Kamu tau,aku menunggu kepulangan ayah dan ibu ku selama 2 hari di rumah tapi keduanya tidak juga pulang-pulang.."


"Saat itu,ayah dan ibu ku masuk ke dalam hutan tebal di belakang desa kami untuk mencari bahan obat obatan untuk di jual kepada seorang yang kaya dari kota ini.."


Ucap Ronny kepada Jully yang tetap berdiam dan mendengar serta terus menatap Ronny berbicara..


Ronny terus melanjutkan ceritanya kepada Jully yang setia mendengar dengan panjang lebar dan menjelaskan segalanya kepada wanita muda di sampingnya yang setia mendengar dan cuba mencerna apa yang keluar dari mulut Ronny hingga selesai..


"Ron..setelah mendengar semua itu dari mu,aku ingin meminta maaf sebelumnya.."

__ADS_1


"Aku juga merasa simpati terhadap mu dan juga merasa sedih atas apa yang telah terjadi kepada kedua orang tua mu.."


"Ternyata,semua itu terjadi berkait langsung dengan Tuan Hendra..aku sama sekali tidak menyangka hal itu.."


"Pantes saja dia membiarkan kamu untuk tinggal dalam kamar mewah ini dan memerintahkan kami untuk melayani mu selama kamu di sini.."


Ucap Jully panjang lebar setelah Ronny menyelesaikan kata-katanya..


"Tapi,kenapa kamu tidak mau ikut dengan Tuan Hendra untuk tinggal bersamanya..?"


Tanya Jully lagi kerana penasaran..


"Itu kerana aku tidak mau terus berada di bawah penjagaannya..aku ingin berdikari dan menjalani kehidupan yang baru tanpa ada bantuan diri orang seperti dia.."


"Aku juga tidak mau hidup dalam kemewahan..kamu lihat saja apa yang telah dia berikannya kepada ku..ini bukan seperti yang aku inginkan.."


"Aku hanya ingin hidup dalam suasana dan keadaan yang sederhana saja.."


Ucap Ronny menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Jully sebelumnya..


Jully hanya menganggukan kepalanya menyetujui apa yang telah di ucapkan oleh Ronny dan menganggap Ronny sebagai seorang anak laki-laki yang berani dan bertanggungjawab..


Ronny juga memilih jalan hidup yang sederhana dan sanggup melewatkan kesenangan dan kemewahan hidup serta memilih untuk berdiri di atas kakinya sendiri dalam meneruskan kehidupannya..dan itu membuatkan Jully merasa kagum dengan perdirian yang Ronny terapkan dalam dirinya..


Ronny memutar tubuhnya seperti sebelumnya dan mengangkat kepalanya sambil melihat ke atas langit yang sudah gelap..


Bulan yang sangat terang dan lebar,menerangi serta menyinari kota Jade..saat ini,suasana mula terasa tenang dari hiruk pikuk dan kebisingan serta kesibukan seperti hari siang..


Dengan bintang-bintang yang terus bekerdipan menemani bulan yang sedang mengambang,sosok kedua ayah dan ibunya menjelma di ingatan Ronny secara tiba-tiba..tanpa Ronny sadari,air matanya mula menetes ke pipinya..


Ronny menundukkan kepalanya sambil menghembuskan nafasnya dengan sedikit keras dan air matanya yang terus menetes langsung jatuh ke tanah dari lantai 20 hotel tersebut..

__ADS_1


Kesadaran Ronny tiba-tiba muncul dari lamunannya saat dia menyadari sepasang tangan wanita memeluknya dengan erat dari arah belakang..Ronny merasa terkejut tapi dia tidak mampu berbuat apa-apa dan terus menikmati momen tersebut sambil bergumam di dalam hati mengingati kedua orang tuanya..


"Ayah..ibu.."


__ADS_2