
Setelah berada di sisi tempat tidur Ronny,Siska mengeluarkan baju dan juga celana dan menyerahkannya kepada Ronny..Siska juga memberikan kartu bank berwarna biru tersebut kepada Ronny yang masih baring di atas kasur..
Setelah itu,Ronny mengangkat punggung lalu menempelkannya di kepala tempat tidur yang beralaskan bantal tidurnya..dia mencapai pakaian yang di berikan oleh Siska kepadanya tapi tidak mengambil kartu bank tersebut..
Ronny hanya menatap wajah riang Siska sambil memintanya untuk menyimpan kartu itu kembali..
"Siska..simpan saja kartu bank itu untuk saat ini.."
"Dan..mana ponsel yang aku minta kamu beli kemarin malam..?"
"Berikan kepada ku.."
Ucap Ronny kepada Siska sambil bertanya tentang ponselnya .
"Aku belum bisa membelinya kak Ronny.."
"Tokonya masih belum buka saat aku datang ke sini.."
Jawab Siska menjawab pertanyaan Ronny..
"Nggak papa kalau begitu.."
Balas Ronny singkat..
Ronny langsung turun dari tempat tidurnya dan membawa pakaian yang Siska berikan kepadanya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya..dengan kekuatan fikirannya yang sudah meningkat,Ronny sudah bisa mengetahui apa yang harus dia lakukan selanjutnya..
15 menit kemudian,Ronny keluar dari kamar mandi tersebut lalu duduk di kerusi yang tersedia di ruangan istirehat dalam ruang inap tersebut..dia juga mengajak Siska duduk di sampingnya sambil menunggu perawat sebelumnya..
"Siska..aku ingin menyatakan sesuatu kepada mu.."
"Tapi,kamu tidak di izikan bertanya apa-apa pun.."
"Apa kamu mengerti.."
Kata Ronny menjelaskan kepada Siska..
"Aku mengerti kak Ronny.."
Jawab Siska dengan singkat..
__ADS_1
Ronny menghela nafasnya..dan beberapa detik kemudian,dia menjelaskan keberadaan Lucy di dalam kepalanya..
"Baik lah..kakak punya teman baru yang hadir tanpa kakak sadari.."
"Namanya Lucy..dan kakak hanya bisa berbicara dengannya yang saat ini ada di dalam kepala kakak.."
"Dan sebentar lagi,kakak akan berbicara dengannya tentang 1 hal.."
"Kamu hanya bisa mendengar dan tidak bisa berbicara.."
Ucap Ronny me jelaskan kepada Siska yang menatapnya dengan tajam..
Siska yang tidak dapat mempercayai ucapan Ronny barusan,hanya mampu melongo kerana terkejut dengan situasi tersebut..dia juga cuba mencerna semua kata-kata yang keluar dari mulut Ronny sambil menatap tajam..beberapa saat kemudian,Ronny langsung memanggil Lucy..
"Lucy..aku punya 1 hal yang ingin aku tanyakan pada mu.."
Tanya Ronny kepada Lucy..
"Apa itu Tuan..?"
"Lucy sedia mendengar.."
"Begini..bagaimana cara ku menggunakan uang yang banyak itu..?"
"Dan 1 lagi..aku sudah memiliki keahlian memandu.."
"Tapi,aku tidak punya surat izin mengemudi.."
"Apa kamu bisa mendapatkannya..?
Tanya Ronny kepada Lucy..
"Untuk uang itu,Tuan hanya perlu mengimbas sidik jempol Tuan atau mentransfer uang itu ke dalam rekening Tuan.."
"Aku bisa melakukannya secara langsung saat ini juga.."
"Dan untuk surat izin mengemudi itu,Tuan hanya perlu ke kantor yang bertanggungjawab tentang surat izin itu.."
"Tuan hanya perlu menyatakan kepada mereka bahwa Tuan sudah lulus ujian dan ingin mendapatkan surat izin mengemudi tersebut.."
__ADS_1
"Aku akan mentransfer data-data Tuan ke dalam sistem mereka.."
Kata Lucu panjang lebar dan menjelaskan kepada Ronny apa yang harus dia lakukan..
"Baik lah..aku mengerti.."
"Ohh ya..tolong transfer uang 50 miliyar ke dalam rekening ku saat ini.."
Ucap Ronny lagi kepada Lucy..
Beberapa detik kemudian,Lucy menyatakan bahwa uang 50 miliyar tersebut sudah berhasil di transfer ke dalam rekening Ronny..Lucy juga meminta Ronny agar mendapatkan point sistem dengan segera untuk meningkatkan level Sistem Super ke level seterusnya..
Setelah itu,Ronny mengucapkan terima kasihnya kepada Lucy kerana telah menjalankan tugasnya dengan sangat cepat..Ronny menatap Siska yang tetap duduk di sampingnya sambil melebarkan matanya kerana tidak mempercayai apa yang baru saja Ronny ucapkan..
"Siska..dalam kartu bank di tangan mu itu,sudah bertambah uangnya.."
"Saat ini,ada sekitar 50 miliyar 150 juta.."
Ucap Ronny kepada Siska yang semakin melebarkan mata dan mulutnya..
Siska yang masih melongo tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun dan tetap menatap Ronny dengan tajam..Ronny terpaksa memijit hidung Siska hingga dia tersadar kerana merasa sakit di hidungnya..
"K..kak Ronny..apa aku sedang bermimpi..?"
"A..apa kita sudah menjadi kaya raya saat ini..?"
Tanya Siska kepada Ronny setelah tersadar dari perasaan bengongnya..
Ronny tidak menjawab pertanyaan Siska itu secara langsung tapi hanya tersenyum sambil menatap Siska..dia menggelengkan kepalanya kerana dia tau,pasti Siska tidak akan mempercayai semua itu jika Ronny menyatakan bahwa dia memiliki uang lebih daripada itu..
Beberapa menit kemudian,perawat sebelumnya memasuki ruang inap tersebut dan menyatakan bahwa Ronny bisa pulang ke rumahnya saat ini juga jika Ronny mau..perawat itu juga menyerahkan beberapa berkas dan juga slip tagihan yang harus Ronny bayar sebelum meninggalkan ruang inap tersebut..
Setelah mentransfer uang tagihan sebanyak 18 juta 500 ribu kepada rekening rumah sakit tersebut,Ronny dan juga adek iparnya yaitu Siska,meninggalkan ruang inap tersebut..Siska yang sudah memesan taksi online,memegang lengan Ronny hingga menempel di buah dadanya yang menjulang tinggi..
Beberapa menit kemudian,taksi yang di pesan Siska,tiba di depan mereka berdua dan langsung menaiki taksi tersebut menuju tujuan yang telah Ronny katakan sebelumnya..mereka tidak ingin kembali ke rumah mereka untuk beberapa hari ke depan..Ronny juga harus mencari sebuah rumah yang sesuai untuk meningkatkan level Sistem Supernya..
Waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi..
Ronny dan juga Siska turun di depan sebuah hotel mewah yaitu SevenStars Hotel lalu masuk ke dalamnya..Ronny langsung memesan kamar yang termahal dan terbesar di hotel tersebut selama 1 minggu..awalnya,resepsionis hotel tersebut tidak mempercayai yang telah di ucapkan oleh Ronny kerana melihat pakaian yang Ronny kenakan..
__ADS_1