Menantu Sampah Diceraikan

Menantu Sampah Diceraikan
Bab 56 Lapan Puluh Tiga Miliyar


__ADS_3

Jessy juga sedikit merasa heran,kerana menurutnya,pria muda di depannya ini terlihat seperti orang biasa-biasa saja walaupun sudah membeli mobil mewah di toko tersebut kemarin pagi..


Tapi,sore hari ini,dia ingin membeli 2 mobil sport yang sangat mahal lagi..bagaimana Jessy bisa mempercayai semua ini..


Tapi,demi pekerjaan dan juga propisionalnya Jessy dalam menjalankan tugas,dia harus melayani Ronny dan juga Siska..


Tanpa membuang waktu,Jessy membawa Ronny dan juga Siska ke ruang pamer khusus untuk mobil-mobil mewah yang baru di rilis dan berada di dalam toko mobil tersebut..


"Tuan,Nona..ini mobil yang kalian berdua inginkan.."


Ucap Jessy saat berada di sisi mobil tersebut..


"Bagus..apa kalian memiliki warna yang satunya lagi..?"


Balas Ronny sambil bertanya warna mobil yang lainnya..


"Ada Tuan,tapi mobil itu ada di dalam gudang penyimpanan kami saat ini.."


"Kami akan membawanya ke sini,jika Tuan benar-benar ingin membelinya.."


"Apa Tuan ingin melihat lihat ruang dalaman mobil ini untuk memastikannya..?"


Ucap Jessy lagi menyarankan..


"Baik lah.."


Jawab Ronny singkat..


Jessy langsung memegang pembuka pintu mobil tersebut tapi,pergerakan tangannya terhenti saat mendengar sebuah suara berteriak dari arah belakang mereka bertiga..


"Heiii!!!Nona Jessy..siapa yang mengizinkan mu untuk menyentuh mobil sport mewah ini..?"


"Dan siapa kedua anak muda ini..mengapa kamu membawa mereka ke tempat ini..?"


"Ini bukan mobil yang bisa kalian beli walaupun kalian punya uang.."


Ucap pria yang datang dari belakang yang berusia sekitar 35-40 dengan sedikit keras..


Beberapa karyawan lain di toko tersebut langsung terkejut dan memalingkan wajah melihat ke arah keributan tersebut..Ronny hanya tersenyum saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut pria paruhbaya itu..


Jessy yang merasa ketakutan,segera menundukkan kepalanya sambil bergetaran..

__ADS_1


"Ma..af kan saya direktur Hendry,saya tidak bermaksud lain.."


"Me..reka berdua ingin membeli mobil mewah ini.."


Ucap Jessy terbata bata kepada pria paruhbaya itu yang ternyata adalah direktur toko mobil mewah tersebut..


"Kamu adalah karyawan baru di sini..siapa yang mengizinkan mu membawa orang ke dalam ruangan ini..?"


"Dan lagi,apa anak muda hingusan ini memiliki kemampuan untuk membeli mobil super mewah ini..?"


Ucap direktur itu lagi memarahi Jessy..


Ronny yang sudah tidak tahan melihat wanita tersebut di bentak seperti itu,mengambil langkah untuk cuba melindungi Jessy dari perlakuan yang tidak sepatutnya..


"Pak direktur..apa yang telah di lakukan oleh nona Jessy adalah benar.."


"Kami yang memintanya untuk ke sini kerana kami ingin membeli mobil mewah ini.."


"Pak direktur tidak harus memarahi nona Jessy seperti ini.."


"Heiii,anak hingusan..siapa kamu yang ingin mengajari ku..?"


"Ini toko mobil ku dan aku berhak memarahi karyawan ku yang melakukan kesalahan.."


"Dan..apa kamu memiliki kemampuan untuk membeli mobil super mewah tersebut..?"


"Ohh..jadi,apa kamu ingin bertaruh dengan ku..?


"Dengan tampang mu yang biasa-biasa saja,siapa pun tidak akan takut untuk bertaruh dengan mu..


"Baik..jika itu yang kamu inginkan.."


Ucap keduanya saling berbalas ucapan dengan panjang lebar..


Setelah itu,Ronny dan juga direktur itu membicarakan syarat dan juga apa yang harus mereka lakukan setelah kalah atau menang dalam pertaruhan tersebut..


Ronny juga menyatakan bahwa dia akan menjadi budek direktur tersebut seumur hidupnya dan juga berlutut di depan toko itu selama 1 bulan,jika dia kalah dalam pertaruhan itu..


Tapi,jika dia menang dan berhasil membeli 2 mobil yang bermerek sama tersebut,Ronny meminta direktur tersebut melepaskan tanggungjawabnya ke atas toko mobil itu dan akan di gantikan oleh adek manis kesayangannya yaitu Siska..


Tanpa rasa ragu dan merasa sangat yakin tidak akan kalah dalam pertaruhan tersebut dan menurutnya,Ronny tidak akan mampu membeli kedua mobil itu,direktur Hendry menyetujui syarat tersebut dan meminta Jessy merakam pertaruhan itu sebagai bukti..

__ADS_1


"Baik lah Pak direktur,mari kita mulai.."


"Aku akan membeli mobil sport mewah ini dengan 2 warna yang berbeda.."


"Sediakan semua berkas-berkasnya,aku akan membayar secara lunas.."


"Cihhh..membayar secara lunas kepala mu..omong kosong apa yang kamu bicarakan.."


"Dasar anak hingusan..hahaha.."


"Tidak perlu banyak bicara Pak direktur..lakukan saja apa yang sepatutnya.."


"Cepat siapkan semua berkas-berkasnya,dan bawa mesin sidik jari ke tempat ini.."


"Aku akan mentransfer biaya kedua mobil tersebut secara lunas di depan mata Pak direktur.."


"Baik..jika itu yang kamu inginkan.."


"Dasar anak hingusan yang sombong.."


Ucap Ronny dan juga direktur tersebut saling berbalas ucapan..


Setelah itu,direktur tersebut masuk ke dalam kontor peribadinya dan meminta karyawannya untuk menyediakan berkas dan juga kontrak perjanjian pertaruhan antara direktur tersebut dan juga Ronny..setengah jam kemudian,direktur tersebut keluar dari dalam ruang kantornya dengan membawa beberepa berkas dan juga sebuah mesin sidik jari..


Ronny yang melihat situasi tersebut,hanya melengkungkan sudut bibirnya dengan senyuman yang penuh dengan makna..Siska yang terus memeluk lengan Ronny hingga menempel erat di buah dadanya,hanya tersenyum riang sambil menyaksikan pertaruhan tersebut..


Dia juga merasa sangat senang kerana sebentar lagi,dia akan menjadi seorang wanita termuda di kota Pelabuhan yang memiliki toko menjual mobil-mobil mewah dan juga mobil sport super mewah..setelah itu berhasil,dia juga akan menjadi wanita termuda dan juga terkaya di kota tersebut..


"Anak hingusan,ini surat perjanjian pertaruhan kita..baca dan perhatikan dengan jelas.."


"Setelah itu,tandatangani dan karyawan keewangan saya akan menjadi saksi mata.."


"Baik lah..aku tidak masalah.."


"Dan ini,surat kepemilikan ke atas 2 mobil tersebut..tapi sebelum itu,kamu harus membayar 83 miliyar untuk melunasi biaya kedua mobil tersebut.."


"Sekarang,letakkan jempol mu dan lakukan transaksi itu sekarang juga.."


"Baik Pak direktur..aku harap kamu tidak menyesalinya setelah ini berakhir.."


"Cihhh..jangan banyak bicara,cepat lakukannya.."

__ADS_1


Ucap keduanya lagi saling berbalas ucapan..


Tanpa menunggu waktu yang lama,Ronny langsung meletak jari jempolnya ke mesin tersebut dan memerintahkan Lucy untuk melakukan tugasnya..dalam beberapa detik,mesin pembayaran tersebut mengeluarkan slip pembayaran sebagai pengesahan transaksi tersebut sudah berhasil..


__ADS_2