Menantu Sampah Diceraikan

Menantu Sampah Diceraikan
Bab 09 - Awan Senja Kemerahan


__ADS_3

Setelah mengambil masa 5 menit dan puas memilih,Ronny tertarik dengan sepasang kasut yang bermerek Convers berwarna putih dan sepasang sandal berbahan kulit yang masih terlihat sangat cantik dan bagus serta sesuai untuknya..


"Tante..aku memilih yang dua ini saja.."


Ucap Ronny sambil menyerahkan kedua kasut dan sandal tersebut kepada wanita muda yang berada di sisi tante tersebut..


Wanita muda itu langsung memasukkan kedua pasang kasut dan sandal itu ke dalam tas pelastik lalu menyerahkannya kepada Ronny..setelah itu,Ronny mengeluarkan uang kertas yang di cetak dengan angka 50 ribu lalu memberikan uang itu kepada wanita muda di depannya..


"Terima kasih nona cantik dan sisanya,simpan saja.."


Ucap Ronny kepada wanita muda tersebut sambil tersenyum..


"Sama-sama dan terima kasih kembali Tuan Muda.."


"Terima kasih Tuan Muda.."


Ucap kedua anak ibu itu kepada Ronny yang terdiam mematung sambil menatap kedua wanita tersebut..


"Kalian berdua jangan salah menilai seseorang yang dengan apa yang dia kenakan di tubuhnya.."


"Aku bukanlah seperti yang kalian barusan ucapkan..aku hanya seorang anak miskin dan yatim piatu.."


Ucap Ronny kepada kedua wanita itu yang membuatkan mereka saling berpandangan antara satu sama lainnya..


"Tapi,itu mustahil anak muda..dengan pakaian mu itu,tidak ada yang akan percaya bahwa kamu adalah anak yang miskin.."

__ADS_1


"Hanya golongan anak-anak orang kaya dan tuan-tuan muda saja yang memakai pakaian seperti itu di kota Jade ini.."


"Benar Tuan Muda..apa yang ibu ku katakan itu,adalah kebenaran yang nyata dan benar adanya di kota ini..


"Pasti Tuan Muda ingin membohongi kami kan.."


Ucap kedua anak ibu itu bergantian kepada Ronny yang hanya mampu tersenyum mendengar ucapan keduanya..


Kerana keduanya menganggap Ronny berbohong kepada mereka,Ronny terpaksa menjelaskan kebenaran di sebalik apa yang telah terjadi kepadanya dari saat berada di desa Balung hingga lah dia berada di kota Jade ini..


Setelah mendengar penjelasan panjang lebar yang di ucapkan oleh Ronny,kedua ibu dan anak itu memohon maaf kepada Ronny atas salah faham yang terjadi di antara mereka bertiga sebelumnya..


Tapi,mereka berdua ibu dan anak itu tidak mengerti,mengapa Ronny menolak pelawaan Tuan Hendra yang kaya untuk tinggal bersamanya..dengan keputusan yang telah di ambil oleh Ronny,mereka berdua terpaksa menghormati keputusan itu kerana,seorang laki-laki harus belajar berdikari dari usia muda dan tidak hanya mengharapkan bantuan atau belas ehsan orang lain..


"Tante,nona cantik..aku pergi dulu ya..dan semoga kita bertemu lagi jika umur kita panjang..dan terima kasih sekali lagi.."


Tanpa membuang waktu,Ronny langsung meninggalkan toko tersebut dan berjalan menuju arah JadeTown Hotel kerana hari yang terang sudah semakin berada di penghujungnya..


Waktu sudah menunjukkan pukul 5.30 sore..


Pada saat itu,Ronny sudah tiba di loby hotel JadeTown dan ada seorang wanita muda sedang memerhati Ronny saat dia memasuki hotel tersebut..dan wanita muda itu tidak lain adalah Jully yang tetap setia menunggu kehadiran Ronny di hotel tersebut..


Setelah melihat Ronny memasuki area loby hotel tersebut,Jully langsung berdiri dari tempat duduknya di ruang istirehat yang berada di loby hotel itu lalu berjalan mendekati Ronny..Ronny yang menyedari pergerakan tersebut,hanya tersenyum sambil memandang ke arah Jully yang semakin mendekat..


"Wahhh..banyak sekali barang yang kamu beli Pak Ronny.."

__ADS_1


Kata Jully saat berada di depan Ronny yang sudah menghentikan langkah kakinya sambil melirik tas-tas yang di pegang Ronny..


"Aku hanya membeli sedikit barang yang aku perlukan untuk saat ini dan hari-hari seterusnya.."


Ucap Ronny membalas ucapan dari Jully..setelah itu,Ronny menambah ucapannya kepada Jully..


"Nona Jully,apa kamu tidak keberatan jika kita berbicara di kamar ku di lantai atas.."


"Aku sama sekali tidak keberatan kerana itu sudah tugas ku untuk melayani Pak Ronny selama seminggu ke depan.."


Kata Jully menjawab pertanyaan yang Ronny lontarkan kepadanya..


"Kalau begitu,ayo naik ke lantai atas bersama..ada sesuatu yang ingin aku tanya dan ceritakan pada mu.."


Setelah menyelesaikan kata-katanya,Ronny langsung mengajak Jully untuk naik ke lantai 20 di mana kamar yang di khaskan untuk dirinya berada..meraka berdua langsung masuk ke dalam lift yang sudah terbuka dan langsung naik ke lantai yang paling atas..


Saat tiba di lantai tersebut,Ronny berjalan menuju pintu kamar mewah yang di tempatinya sambil di ikuti oleh Jully di belakangnya..mereka berdua langsung memasuki kamar mewah tersebut setelah Ronny membuka pintu kamar itu dengan kuncinya..


Setelah meletakkan semua barang yang di belinya saat mengelilingi kota Jade di atas meja makan yang terdapat di dalam kamar tersebut,mereka langsung duduk di sofa ruang istirehat yang berhampiran dengan balcony kamar mewah itu..suasana pun menjadi hening seketika setelah keduanya duduk di sofa tersebut..


Untuk menghilangkan susana keheningan tersebut,Ronny berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah balcony tersebut..Ronny membuka tirai dan juga pintu kaca besar tersebut dan keluar berdiri di sisi pagar untuk melihat matahari senja dari balcony tersebut..


Jully yang merasa di abaikan,juga berdiri dari sofa tersebut dan langsung keluar mengikuti Ronny dan duduk di kerusi yang terdapat di balcony tersebut sambil memerhati awan senja yang kemerahan bercampur jingga..


"Nona Jully..apa kamu tau mengapa aku membawa mu ke sini.."

__ADS_1


"Aku tidak tau Pak Ronny..aku ke sini hanya kerana mengikuti permintaan mu sebentar tadi.."


Ucap keduanya saling berbalas bicara sambil menatap ke kejauhan..


__ADS_2