Menantu Sampah Diceraikan

Menantu Sampah Diceraikan
Bab 14 - Perasaan Yang Bergejolak


__ADS_3

Ronny yang masih merasa sedikit pusing,langsung masuk ke dalam kamar mandi tersebut dan membuka baju T yang dia kenakan dan meleparnya ke dalam basin cici tangan dalam kamar mandi tersebut..Ronny yang tidak menyadari kehadiran Jully di belakangnya,ingin membuka celana jens yang di pakainya..


Ronny tiba-tiba terkejut saat merasakan sepasang tangan yang lembut mengusap punggungnya dari atas hingga ke paras pinggangnya..dia langsung memutar tubuhnya dan memperlihatkan tubuh depannya yang kekar berotot kepada Jully yang langsung melongo menatap tubuh Ronny..


Jully yang tidak mempercayai apa yang ada di depan matanya,membelai seluruh tubuh depan Ronny tanpa melihat ke arah lain dalam beberapa menit..setelah puas melakukan itu,Jully mengangkat wajahnya menatap Ronny sambil tersenyum..


"Ron..aku tertanya tanya,bagaimana tubuh mu bisa menjadi seperti ini sebelumnya.."


"Apa kamu sering melakukan pekerjaan yang berat atau olah raga hingga tubuh mu menjadi seperti ini..?"


Ucap Jully kepada Ronny sambil bertanya..


"Kamu benar Jully..saat umur ku di usia 10 tahun,ayah ku sudah mengajar dan membawaku keluar masuk hutan.."


"Aku juga banyak melakukan kerja-kerja perkebunan membantu warga desa saat itu hingga aku dewasa sebelum kematian kedua orang tua ku.."


"Tentang berolah raga itu,aku hanya pernah melakukannya saat aku di sekolah dasar saja.."


Balas Ronny menjawab pertanyaan Jully sebelumnya dan menjelaskan mengapa tubuhnya bisa jadi seperti itu..


Jully hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda mengerti dengan penjelasan Ronny..Jully yang tersenyum menatap ke arah wajah Ronny,melepaskan tangannya dari tubuh depan Ronny dan perlahan membuka butang baju kemejanya satu per satu..


Ronny yang terkejut melihat gerakan Jully yang membuka butang bajunya,langsung menahan gerakan tangan Jully dari melanjutkan gerakan itu sambil melebarkan matanya..mereka berdua saling menatap dan bertemu pandangan sambil menggelengkan kepala mereka berdua..

__ADS_1


"Jully..apa yang ingin kamu lakukan..apa kamu sedang bercanda.."


"Ini tidak pantas kamu lakukan Jully.."


Ucap Ronny sambil tetap memegang tangan Jully yang masih cuba membuka butang bajunya..


Jully hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya..dia melepaskan tangan Ronny dengan lembut dan Ronny hanya mampu menundukkan kepalanya tidak mau melihat wajah Jully..Ronny juga perlahan melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan Jully melanjutkan gerakannya..


"Ron..kamu jangan khuatir,aku hanya ingin memperlihatkan sesuatu kepada mu.."


"Ini adalah sesuatu yang tidak pernah aku ceritakan dan tidak ada yang mengetahuinya di kota ini selain kedua orang tua ku.."


"Dan..kamu adalah pria satu-satunya yang pernah melihat tubuh polos telanjang ku secara langsung hingga saat ini.."


Ronny yang masih menundukan kepalanya,tidak tau harus berbuat apa dengan situasi tersebut..dia merasa bersalah terhadap Jully yang berdiri tegak di depannya dengan tubuh gioknya yang sudah tidak di lapisi bajunya..Jully tersenyum lalu mengangkat kepala Ronny agar dia bisa menatap tubuh atas Jully yang sudah telanjang..


Ronny terpaksa mengangkat kepalanya mengikuti gerakan tangan Jully dan mereka langsung bertatapan mata antara satu sama lainnya..Jully masih kekal dengan senyumannya dan melepaskan tangannya dari kepala Ronny..


Tubuh Ronny tiba-tiba bergetar dan rasa pusing di kepalanya tiba-tiba menghilang begitu saja saat melihat tubuh atas Jully yang sudah telanjang bulat dan hanya tersisa bra merah mudanya saja untuk menutupi 2 gundukan yang indah dan bulat di dadanya..


Tiba-tiba,Ronny terkejut saat melihat sebuah parut luka di sisi kanan perut Jully yang agak besar seperti parut dari kesan tikaman pisau selebar 1.5 inci..Ronny langsung merubah pandangannya menuju wajah Jully yang juga masih terus menatapnya sambil tersenyum..


"Ju..Jully,ke..kenapa dengan perut mu..mengapa bisa ada parut itu di perut mu.."

__ADS_1


Tanya Ronny kepada Jully dengan terbata bata..


"Kenapa..apa perut ku sudah jelek di pandangan matu mu.."


Ucap Jully bertanya kembali kepada Ronny..


"Bukan itu maksud ku Jully..aku hanya ingin tau..mengapa parut itu bisa ada di perut mu.."


Ucap Ronny membalas pertanyaan Jully..


"Panjang ceritanya kalau aku mau jelaskan kepada mu..suatu saat nanti,aku akan menceritakan semuanya kepada mu.."


"Aku hanya ingin memperlihatkannya kepada mu dan di sebalik parut luka ini,tersimpan satu rahsia yang sangat mengerikan dan menyakitkan hati serta perasaan ku dan juga keluarga ku.."


Ucap Jully panjang lebar kepada Ronny yang masih terus menatapnya meminta penjelasan..


Setelah itu,tiba-tiba Jully merasa hangat di matanya dan mula kemerahan kerana dia teringat kembali peristiwa yang hampir meregut nyawanya pada saat itu..kerena tidak ingin Ronny melihat matanya meneteskan airnya,dia langsung melangkah maju dan terus memeluk tubuh Ronny yang kekar..dia juga melingkarkan tangannya di punggung Ronny serta menempelkan pipi kanannya di dada Ronny yang berotot..


Air matanya langsung jatuh menetes ke pipinya dan juga membasahi dada kekar berotot Ronny..Ronny yang tidak pernah melihat dan menyentuh tubuh wanita muda selama hidupnya, tiba-tiba bergetar saat Jully memeluknya dengan erat..dia mencuba sebisa mungkin mengawal emosinya untuk beberapa waktu..


Setelah merasa tenang dari perasaan yang bergejolak di hati dan fikirannya,secara perlahan dia membalas pelukan Jully sambil mengusap ngusap punggung Jully yang putih dan bersih untuk cuba menenangkan Jully dari kesedihannya..Ronny yang mendengar Jully terisak isak,tidak mampu berbuat apa-apa dan hanya mencuba yang terbaik agar Jully bisa menjadi tenang..


Setelah merasa tenang dan air matanya sudah tidak menetes lagi,Jully yang masih menempelkan seluruh tubuh atasnya ke tubuh atas Ronny yang kekar dan berotot,melepaskan lingkaran tangannya dan langsung membuka pengait bra merah muda di punggungnya lalu melepaska bra tersebut dan meletakkannya di basin cuci tangan di sampingnya..

__ADS_1


__ADS_2