
Setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Riska,Ronny merasa tenang dan rasa malu yang ada dalam dirinya sebentar tadi menghilang seketika..Ronny menatap Riska yang sedang duduk di atas kasurnya,mengukir senyuman saat tatapan mata mereka berdua bertemu..
Riska yang hanya mengenakan baju tidur panjang tanpa celana hingga ke paras lutut yang tipis dan sedikit transparan,memperlihatkan betisnya yang panjang dan ramping kepada Ronny..Ronny juga samar-samar dapat melihat pakaian dalam berwarna hitam yang Riska kenakan di balik baju tidur tersebut..
Riska yang menyadari pendangan mata Ronny yang sedang memerhati sosok tubuh dan pakaiannya,hanya tersenyum dari waktu ke waktu..Riska meminta Ronny untuk duduk di sisinya yang sedang duduk di atas kasurnya agar Ronny tidak terus menerus memerhatikan tubuh rampingnya yang menggoda..
"Ron..sebenarnya,aku ingin bertanya kepada mu sesuatu dan sebab itu lah aku meminta mu datang ke kamar ku.."
Ucap Riska saat Ronny sudah berduduk di sisinya..
"Ohh..apa yang ingin kamu tanyakan,Riska..?"
Tanya Ronny singkat..
"Itu..tentang hubungan mu dengan Tuan Thomas dan juga pak Thomy.."
"Aku jadi penasaran dengan kedekatan kalian bertiga.."
"Apa kamu punya hubungan yang dekat dengan mereka berdua..?"
Tanya Riska kepada Ronny sambil bertanya tentang hubungannya dengan pemilik restoran tersebut dan juga ayahnya..
"Ris..aku tidak punya hubungan yang dekat atau spesial dengan mereka berdua sama sekali.."
"Aku menemui kakek Thomas di sebuah halte..aku memberitahunya bahwa aku ingin mencari pekerjaan.."
"Dia menjelaskan bahwa anaknya sedang mencari pekerja baru dan langsung membawa aku ke sini kemarin siang.."
"Dan pekerjaan yang di tawarkan itu hanya pengantar makanan saja.."
Ucap Ronny panjang lebar kepada Riska..
"Begitu ya..tapi,aku tetap penasaran Ron..layanan yang kamu dapatkan dari mereka berdua sangat berlainan dari apa yang kami dapatkan sebelumnya.."
__ADS_1
"Kamu,seolah olah adalah kerabat keluarga mereka..lihat saja ponsel di tangan mu itu.."
"Itu pasti Tuan Thomas yang memberikannya kepada mu.."
Kata Riska lagi dengan panjang lebar ingin penjelasan..
"Aku juga tidak tau bagaimana menjelaskannya lagi kepada mu..Ris.."
"Aku juga sama seperti mu..aku bertanya tanya dalam hati ku,mengapa mereka melayani ku dengan sangat baik.."
"Tentang ponsel ini..awalnya,aku ingin membeli sebuah ponsel yang sederhana saja tapi uang ku ketinggalan dalam saku celana yang lainnya.."
"Tiba-tiba,karyawan di toko itu menghina dan mengejek ku kerana berpura pura ketinggalan uang.."
"Dan saat itu,kakek Thomas mendatangi toko tersebut yang ternyata pemilik toko tersebut.."
"Setelah memarahi karyawan di toko itu,kami langsung pulang dan kakek Thomas memberikan ponsel ini kepada ku.."
Cerita Ronny kepada Riska panjang lebar sambil menjelaskan hal yang sebenarnya..
Balas Riska lagi kepada Ronny..
Ronny tidak meneruskan pembicaraannya tentang ponsel itu lagi dan mengubah topik lain agar suasana kekesalan yang ada di benak Riska segera menghilang..
Ronny juga meminta nomor ponsel Riska untuk menyimpan nomor itu ke dalam ponselnya agar mudah baginya jika ada sesuatu yang ingin dia tanyakan kepada Riska..
Setelah itu,mereka berdua saling bertukar nomor ponsel dan juga mengaktifkan nomor tersebut di akun WA dan juga akun WeChat mereka masing-masing..setelah hening beberapa saat,Riska mengatakan sesuatu dan meminta Ronny untuk melihatnya..
"Ron..aku ingin kamu melihat sesuatu dan mungkin ini kali pertamanya kamu melihat dan menyaksikanya.."
"Kerana kita sudah berteman dalam akun WeChat kita..kamu bisa melihat ku melakukan siaran langsung.."
Ucap Riska sambil mengambil sesuatu untuk meletakkan ponselnya..
__ADS_1
Riska juga merias tipis wajahnya yang putih bersih sebelum melakukan siaran langsung tersebut..Ronny yang tidak mengerti apa yang sedang di lakukan oleh Riska di depannya,hanya mampu menunggu apa yang akan Riska lakukan selanjutnya..
Setelah melakukan beberapa persiapan dan juga merias tipis wajahnya agar terlihat lebih cantik dan menawan,Riska mendekati Ronny dan langsung bertanya mengenai riasan di wajahnya dan meminta Ronny menyatakan pendapatnya..
"Ron..menurut mu,bagaimana wajah ku ini..apa mau di tambah lagi riasannya..?"
"Atau begini saja sudah memadai..?"
Tanya Riska kepada Ronny sambil mendekatkan wajahnya..
"Menurut ku..kamu sudah terlihat sangat cantik walaupun tanpa riasan itu.."
"Tapi,begitu juga cantik,kok..hehehe.."
"Dan..apa yang ingin kamu lakukan sebenarnya..?"
Ucap Ronny sambil bertanya kepada Riska..
"Tenang saja Ron..kamu akan melihatnya sebentar lagi dan pasti kamu akan menyukainya.."
Balas Riska menjawab pertanyaan Ronny..
Setelah itu,Riska kembali ke posisi di atas kasurnya dan membuka layar ponsel yang sudah dia sediakan untuk bersiaran langsung..lalu,membuka akun WeChatnya dan memulakan siaran langsung tersebut..
Kerana siaran langsung tersebut baru saja di mulai beberapa saat,teman-teman yang menyukai siaran langsung Riska,masih belum terlihat di dalam ruangan tersebut..Riska turun dari kasurnya dan mendekati Ronny lagi dan mengambil ponsel di tangannya..
"Ron..saat ini,aku sedang melakukan siaran langsung WeChat ku.."
"Kamu bisa melihat ku bersiaran langsung setiap malam dengan mengetik nama akun ku ini saat aku bersiaran langsung.."
Ucap Riska kepada Ronny sambil menunjukkan layar ponsel tersebut dan mengetik akun WeChatnya yang menggunakan nama 'RissQueen'..
Layar ponsel Ronny yang sudah terhubung dengan siaran langsung Riska,tiba-tiba memaparkan kasur Riska dan juga dinding kamar itu yang berwarna putih..dalam layar ponsel itu juga,dapat terlihat gambar Riska sedang mandi di kolam renang dengan mengenakan pakaian dalamnya yang tertempel di dinding kamar..
__ADS_1
Setelah itu,Riska menyerahkan kembali ponsel tersebut kepada Ronny dan langsung naik ke atas kasur empuknya kembali..Ronny yang terkejut melihat layar ponselnya yang memaparkan Riska yang duduk di atas kasur,hanya mampu melongo sambil memerhati ponselnya dan juga Riska yang sedang duduk di atas kasurnya secara bergantian..