
Setengah jam kemudian,Ronny tiba di villa tersebut dan langsung naik ke lantai 3 lalu masuk ke dalam kamar tidurnya..dia hanya tersenyum saat melihat Suzan yang sudah bangun dari tidurnya sambil menatap Ronny..
"Ron..kamu dari mana dan mengapa pakaian mu basah seperti itu..?"
Tanya Suzan saat melihat Ronny masuk ke dalam kamar tersebut..
"Aku dari melakukan olahraga dan juga pelatihan.."
"Aku ingin menguatkan fisik dan juga tenaga dalam ku agar bisa lebih kuat luar dan dalam.."
Ucap Ronny menjawab pertanyaan dari Suzan..
Setelah itu,Ronny langsung membuka pakaian olahraganya dan memperlihatkan otot-otot yang semakin membengkak di tubuhnya kepada Suzan..
Suzan sangat terkejut saat melihat tubuh Ronny yang semakin membengkak dengan otot-ototnya yang semakin terlihat dengan jelas..dia juga semakin terkejut dan melongo saat melihat senjata agung Ronny yang juga semakin tebal dan panjang dari sebelumnya..
Tanpa membuang waktu,Suzan langsung turun dari tempat tidurnya dan menghampiri tubuh Ronny serta meraba tubuh kekar itu dari atas hingga ke paras paha Ronny..
Suzan juga tidak lupa untuk menggenggam dan mengusap senjata agung Ronny yang sedang tidur dengan pulas..
"Ron..sepertinya,milik mu sudah berubah dari sebelumnya..ini semakin tebal dan panjang.."
Ucap Suzan sambil menggenggam milik Ronny..
"Apa kamu ingin menikmatinya lagi.."
Tanya Ronny sambil tersenyum menatap wajah Suzan..
"Nggak Ron..punya ku masih sakit dan perih..nanti saja setelah punya ku pulih sepenuhnya.."
Jawab Suzan sambil tersenyum dengan wajah yang memerah..
Setelah itu,keduanya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka secara bergantian..
Suasana kamar mandi yang dingin,kini mulai hangat dengan pertarungan lidah dan juga permainan tangan nakal keduanya..*******-******* kenikmatan mulai terdengar di dalam kamar mandi tersebut dalam waktu yang agak lama..
Setengah jam melakukan pertarungan dan juga permainan lidah serta tangan mereka,keduanya mencapai puncak kenikmatan mereka secara bersamaan..
Dengan kelelahan serta terengah engah,keduanya keluar dari kamar mandi tersebut dengan telanjang bulat setelah mengeringkan tubuh mereka berdua dengan handuk..
Suzan mengenakan pakaian yang dia kenakan sebelumnya dan langsung turun ke lantai dasar untuk membuat sarapan pagi mereka berdua..Ronny pula seperti kebiasaannya,dia mengenakan pakaian kaki limanya yang terlihat lusuh dan keluar dari kamar tersebut..
Suzan membakar beberapa keping roti serta merebus 2 biji telor untuk Ronny dan juga menyiapkan 2 gelas air kopi untuk mereka berdua..Ronny yang melihat situasi tersebut,hanya tersenyum sambil menatap Suzan di ruang dapur..
__ADS_1
Setelah menyiapkan semuanya,Suzan meletakkan hidangan tersebut di atas meja makan dan memulai sarapan pagi mereka bersama..
"Ron..telor rebus ini sangat cocok untuk pria makan di awal pagi begini.."
"Ini juga bisa menambah tenaga dalam mu.."
Ucap Suzan sambil tersenyum menatap Ronny..
"Hahaha..itu aku sudah tau sayang.."
Balas Ronny kepada Suzan sambil tertawa lepas..
Keduanya bersarapan dengan santai setelah itu,sambil berbicara rencana mereka ke depannya..Ronny juga menyatakan kepada Suzan bahwa dia akan menemui direktur utama itu pada hari senin nanti..
Suzan hanya menganggukkan kepalanya dan berjanji akan memberitahu direkturnya itu tentang rencana Ronny selanjutnya..
Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi..
Suzan meninggalkan villa mewah dan juga komplek villa tersebut dan langsung pulang ke rumah orang tuanya yang berada di sebuah penempatan di luar kota..dia juga berencana untuk memberitahu ayah dan juga ibunya tentang villa yang di maksudkan oleh Ronny kepada kedua orang tuanya..
Setelah setengah jam berkendara,akhirnya Suzan tiba di depan sebuah rumah yang sudah agak usang namun terpelihara dengan baik..penempatan tersebut terletak di pinggiran kota di sebelah timur pusat kota yang terlihat kumuh serta di abaikan oleh pihak pemerintah..
Dengan pendapatan yang tidak seberapa,Suzan hanya mampu membeli rumah tersebut setengah tahun yang lalu..
Kedua orang tuanya saat ini sedang makan sarapan pagi dan terkejut saat melihat Suzan masuk dengan langkahnya yang sangat aneh di mata mereka berdua..
"Suzan..kamu dari mana saja..?"
"Semalaman kamu tidak pulang..kamu tidur di mana dan mengapa tidak menelpon kami..?"
"Mama dan papa mu sangat risau dan khuatir tentang kamu.."
Tanya ibu Suzan yang risau dan khuatir..
"Maafkan Suzan ma,pa..semalam Suzan tidur di rumah teman.."
"Dia tidak mengizinkan aku pulang kerana sudah malam..dia juga takut kerana aku pulang sendirian.."
Ucap Suzan berbohong kepada orang tuanya..
"Ya sudah..nggak papa.."
"Yang penting kamu aman dan selamat.."
__ADS_1
"Ayo sini..kita sarapan.."
Ucap ayahnya lagi..
"Aku sudah sarapan di rumah teman tadi pa.."
"Aku ke kamar saja kerana aku mau istirehat dulu dan masih terasa kantuk..
Ucap Suzan lagi membalas ucapan ayahnya..
Setelah itu,Suzan langsung berjalan melewati meja makan tersebut dan masuk ke dalam kamar tidurnya..dia merasa senang dan tenang kerana kedua orang tuanya tidak mencurigainya..
Tanpa membuang waktu,Suzan langsung melepaskan semua pakaian yang menutupi tubuhnya dan melihat buah dadanya yang di penuhi kiss mark Ronny..dia juga mengusap ngusap perutnya sambil tersenyum menatap tubuh telanjangnya di dalam cermin..
'Ronny..terima kasih banyak..walaupun kamu tidak akan mengahwini ku nanti,aku akan tetap menjaga dan membesarkan anak kita hingga dewasa..'
Gumam Suzan dalam hati sambil mengusap perutnya yang sedikit berisi..
Setelah itu,Suzan langsung naik ke atas kasurnya dan menyelimuti tubuh telanjangnya serta memejamkan mata untuk tidur..
Tapi,tiba-tiba Suzan membuka matanya kembali dan mengambil ponsel di dalam tas tangannya..dia langaung mengirim pesan chat WA kepada tuan besar Girang dan memohon libur hari ini kerana tidak enak badan..
Suzan melanjutkan tidurnya setelah selesai mengirim pesan chat tersebut..
***
"Ma..aku sedikit khuatir saat melihat putri kita berjalan dengan langkah kaki yang sedikit aneh sebentar tadi.."
"Eya Pa..Mama juga melihat itu.."
"Apa ada sesuatu yang terjadi dengan putri kita..?"
"Papa juga tidak pasti Ma.."
"Mama bisa bertanya langsung kepadanya..tapi,jangan terlalu menekan.."
"Papa khuatir,dia akan marah jika mama memaksanya.."
"Eya Pa..nanti mama coba bertanya kepadanya.."
Ucap kedua orang tua Suzan dengan memperlahankan suara mereka berdua..
Keduanya melanjutkan sarapan pagi tersebut sambil sesekali melihat pintu kamar tidur putri mereka..
__ADS_1