Menantu Sampah Diceraikan

Menantu Sampah Diceraikan
Bab 15 - Baring Bersama Dalam Tab Mandi


__ADS_3

Setelah melepaskan bra merah mudanya,Jully mengubah posisi kepalanya dan menatap tajam ke wajah Ronny yang juga menatapnya dengan senyuman yang penuh makna..tanpa rasa ragu dan malu,Jully menempelkan kembali buah dadanya yang bersih,putih seperti batu giok yang indah ke dada kekar Ronny sambil melingkarkan tangan di belakang leher Ronny..


Ronny yang dapat merasakan gundukan pejal dan bulat yang indah menempel di dada kekarnya,mula merasa terangsang dan mula menikmati momen tersebut sambil mengeratkan pelukannya di tubuh indah Jully..kerana ketinggian antara mereka berdua hanya berbeda 10 senti miter,itu tidak akan memberi kesukaran untuk mereka berciuman..


"Ron..aku harap kamu tidak memandang ku sebagai seorang wanita yang murah dan rendahan setelah ini.."


"Aku melakukan ini hanya untuk mu seorang..dan aku ingin kita sama-sama menikmati momen ini bersama.."


"Aku juga mau kita mengingati momen ini sampai bila-bila dan hanya kita berdua yang tau momen indah dan bahgia ini.."


"Walaupun kita tidak mungkin bersama dan akan berpisah tidak lama lagi,aku akan tetap mengingati sosok diri mu sampai bila-bila.."


"Aku tidak berharap kamu akan menyintai ku tapi bagi ku,kamu satu-satunya yang layak bersemadi di hati ku buat selamanya.."


Ucap Jully panjang lebar sambil mengungkapkan rasa hatinya terhadap Ronny..


Suasana ruang kamar mandi yang awalnya terasa dingin,kini mula terasa hangat saat sepasang pria dan wanita muda di dalam ruang tersebut semakin mengeratkan pelukan mereka dan tidak membiarkan sekecil apa pun ruang di celah dada mereka walau sekecil kuman..mereka saling menikmati momen kebersamaan itu untuk beberapa waktu sehingga Ronny melontarkan kata-katanya..


"Jully..aku tidak akan pernah mau memikirkan bahwa kamu adalah seorang wanita yang seperti itu.."


"Aku sangat mengagumi dan menghormati mu sama seperti aku menghormati kedua orang tua ku..dan kamu satu-satunya teman yang ada di samping ku saat ini.."


"Dan aku berjanji akan tetap mengingati persahabatan kita walau ke mana aku pergi suatu saat nanti.."


"Momen ini akan menjadi saksi kebersamaan kita yang indah dan bahgia ini dan tidak akan aku lupakan sampai aku mati.."

__ADS_1


"Dan aku berjanji,bahwa aku tidak akan pernah mau melupakan mu walaupun kita tidak di takdirkan untuk bersama.."


"Momen yang indah ini akan terus segar dalam ingatan dan juga jiwa ku untuk selamanya.."


Balas Ronny juga mengungkapkan rasa hatinya kepada Jully yang tetap memeluknya dengan erat..


Setelah meluahkan perasaan yang terbuku di hati masing-masing dalam keadaan yang masih berpelukan erat,mereka tidak melakukan apa-apa lagi dan hanya menikmati momen kebersamaan itu sehingga mereka puas..dan momen itu berlanjutan hingga hampir 30 menit..


Setelah puas berpelukan dan meresapi keindahan momen tersebut tanpa seutas benang menempel di tubuh atas mereka berdua,Jully melepaskan pelukan tangannya di belakang leher Ronny..dia juga melepaskan lingkaran tangan Ronny di punggungnya..untuk beberapa detik,Ronny tidak tau apa yang akan di lakukan oleh Jully selanjutnya..


Jully melangkah dengan perlahan menuju tab mandi yang sangat lebar yang bisa menampung kedua mereka dengan berbaring di dalam tab tersebut..Jully membuka pengait skirt pendeknya yang berada di belakang pinggangnya dan langsung membiarkannya jatuh ke lantai..


Dan kini,yang tersisa di seluruh tubuh Jully hanya ****** ***** dan sarung kaki panjangnya yang berwarna putih langsat..


Setelah itu,Jully langsung masuk ke dalam tab mandi tersebut dan berbaring setelah membuka pipa air untuk mengisi tab mandi itu dengan air hangat..Jully meminta Ronny untuk mendekat dan langsung mengangkat kedua kaki ramping indahnya dan menempelkan tapak kaki di perut berotot Ronny..


"Tolong bukakan sarung kaki ku yang indah ini..please my Prince.."


Ucap Jully kepada Ronny sambil bercanda..


"Baik lah my ermm..."


"Princess.."


Ucap Jully menyambung ucapan Ronny yang terputus..

__ADS_1


"Baik lah my Princess..hamba akan menurut perintah..hahaha.."


Sambung Ronny sambil bercada juga..


Ronny langsung menarik sarung kaki panjang Jully dari tengah paha putihnya satu per satu sambil melihat sesuatu yang ada di celah paha Jully yang terlihat sedikit mengembung dan terbelah di tengahnya..Ronny juga masih dapat melihat bentuk yang ada di celah paha itu walaupun masih di tutupi ****** ***** merah muda yang juga berenda bunga yang Jully kenakan..


Ronny hanya mampu menelan ludahnya sambil membuka sarung kaki Jully yang satunya lagi dengan tangan yang bergetaran..setelah Ronny menyelesaikan tugasnya,dia berdiam untuk seketika dan menunggu arahan dari Jully selanjutnya..


Jully mengerakkan kedua kakinya dan menyentuh butang pengikat calana Ronny dan memintanya untuk membuka celana jens yang Ronny kenakan..Ronny hanya mampu tersenyum sambil menuruti kemahuan Jully dan membuka celana jensnya..


Saat ini,pakaian yang tersisa di tubuh meraka berdua hanya lah ****** ***** mereka saja..Ronny merasa sedikit malu kerana ****** ***** yang dia kenakan adalah ****** ***** yang sudah lama dan lusuh..


"Jully..aku merasa malu memperlihatkan ****** ***** ku yang sudah lusuh.."


Ucapa Ronny sambil menutupi area tersebut dengan celana jensnya..


"Tidak apa-apa Ron..aku juga faham tentang itu..nanti aku cuba carikan yang baru untukmu.."


"Kamu memakai sais apa Ron..L atau XL..?"


Kata Jully membalas ucapan Ronny sambil bertanya..


"L saja dan maaf kan aku merepot kan mu.."


Ucap Ronny sambil meminta maaf kepada Jully yang tersenyum sambil berbaring dan menggoyangkan kakinya dan meminta Ronny untuk masuk ke dalam tab mandi dan berbaring bersama..

__ADS_1


Setelah itu,Ronny melepaskan celana jensnya yang menutupi area selangkangannya dan memperlihatkan adek laki-lakinya yang luar biasa walaupun masih di tutupi ****** ***** lusuhnya..


__ADS_2