Menantu Sampah Diceraikan

Menantu Sampah Diceraikan
Bab 02 - Ronny Yang Tampan


__ADS_3

Belum sempat Ronny menyelesaikan kata-katanya,orang kaya tersebut sudah memotang ucapannya dengan pertanyaan..


"Tapi apa nak.."


"Ceritakan semuanya kepada paman..paman akan membantu apa saja yang kamu perlukan.."


Kata pria paruhbaya itu sambil menunggu jawaban Ronny..


"Aku berencana meninggalkan desa ini setelah 7 hari tahlillan selesai tapi aku tidak punya saudara mara di kota.."


"Jadi,di mana aku akan tinggal..itu saja.."


Ucap Ronny kemudian menjawab pertanyaan pria paruhbaya itu..


Setelah beberapa saat berfikir,pria paruhbaya itu memberikan jawaban atas pertanyaan yang Ronny ajukan..


"Begini saja..apa kamu mau tinggal di rumah paman..kebetulan paman juga tidak punya anak laki-laki.."


"Paman cuma punya anak perempuan yang berusia 10 tahun..kamu bisa jadi kakaknya..bagaimana..?


Ajak pria paruhbaya itu kepada Ronny..


Awalnya Ronny ingin menyetujui permintaan pria paruhbaya itu tapi,setelah berfikir beberapa saat..Ronny terpaksa menolak permintaan pria paruhbaya tersebut kerana Ronny tidak mau merepotkannya..Ronny hanya bersetuju untuk mengikuti pria paruhbaya itu hingga sampai ke kota Jade saja dan setelah itu Ronny akan mencari kerja dan berdikari sendiri..


Pria paruhbaya tersebut hanya mampu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pahit..setelah 7 hari yang tunggu Ronny tiba,dia menyatakan keinginannya untuk meninggalkan desa tersebut kepada kepala desa yang terpaksa menyetujui kehendak Ronny..kerana kedua orang tua Ronny juga sudah tidak ada lagi,kepala desa tidak punya hak untuk menghalangi keinginan Ronny..


Setelah berpamitan kepada beberapa penduduk desa dan meminta kepala desa untuk merawat rumah usang keluarganya,Ronny mengikuti pria paruhbaya tersebut meninggalkan desa yang dia tinggali selama lebih 18 tahun..


Tanpa menoleh kebelakang,Ronny menguatkan dirinya untuk tidak menangisi kepergiannya meninggalkan desa tersebut dan mungkin suatu hari nanti,dia akan kembali ke desa tersebut..

__ADS_1


Di dalam mobil mewah tahan lasak milik pria paruhbaya itu,Ronny hanya terdiam membisu dan hanya sesekali menjawab pertanyaan yang keluar dari mulut pria paruhbaya tersebut..Ronny hanya asyik melihat pemandangan di luar jendela mobil tersebut..


"Nak..siapa nama mu..dan nama arwah ayah dan ibu mu.."


Tanya pria paruhbaya itu kepada Ronny..


"Nama ku Ronny paman..ayah ku Bakri dan ibu ku Santy.."


"Kenapa paman.."


Jawab Ronny sambil bertanya kembali..


"Ohh..tidak ada nak Ronny..hanya ingin tau saja.."


Setelah itu,suasana menjadi hening untuk waktu yang agak lama sehingga Ronny tertidur di kursi penumpang di sebelah pria paruhbaya tersebut..Ronny hanya tersadar saat pria paruhbaya itu berhenti di sebuah warung makan..


Setelah menghitung waktu,mereka di jangka akan tiba di kota Jade sekitar pukul 6 sore jika perjalanan mereka tidak menghadapi halangan yang sepatutnya atau sesuatu yang bisa melewatkan ketibaan mereka di kota Jade..


Beberapa menit kemudian,setelah selesai mengisi perut mereka,keduanya meneruskan perjalanan mereka menuju kota dan setelah menempuh 5 jam perjalanan berikutnya,mereka tiba di kota Jade tepat waktu yaitu pukul 6 sore seperti yang mereka jangkakan sebelumnya..


"Nak Ronny..kita sudah sampai di kota.."


"Apa kamu mau ikut paman buat sementara waktu hingga kamu mendapatkan pekerjaan.."


"Atau kamu mau tinggal di hotel..paman bisa carikan untuk mu..bagaimana..?


Ucap pria paruhbaya itu kepada Ronny setelah mereka selamat tiba di kota Jade..


"Biar aku di hotel saja paman..aku tidak mau merepotkan paman.."

__ADS_1


Jawab Ronny atas pertanyaan pria paruhbaya tersebut..


'sunggu baik anak muda ini..betapa bahgia dan senang andai aku memiliki seorang anak laki-laki seperti dia..'


'sayang sekali..dia juga tidak mau ikut dengan ku tinggal di rumah dan sanggup tinggal di hotel dan berdikari sendiri..'


Guman pria paruhbaya itu kepada dirinya sendiri..


Pria paruhbaya itu teringin untuk menjadikan Ronny sebagai anak angkatnya tapi Ronny ingin belajar berdikari dan pria paruhbaya itu tidak punya hak untuk menghalangi keinginan Ronny dan hanya mampu berdoa agar Ronny bisa mencapai apa yang dia inginkan dan bisa berjaya suatu hari nanti..


"Baik lah nak Ronny..ayo kita cari hotel yang sesuai untuk mu menginap malam ini.."


"Terima kasih paman.."


Ucap Ronny setelah mendengar ucapan dari pria paruhbaya di sebelahnya..


Beberapa menit kemudian,mereka menemukan sebuah hotel yang sedikit mewah lalu pria paruhbaya itu meminta Ronny untuk menunggu sebentar di dalam mobil tersebut..sementara,pria paruhbaya itu memasuki hotel tersebut untuk bertanya sama ada hotel tersebut masih memiliki kamar yang kosong..


Setelah 5 menit menunggu,pria paruhbaya itu keluar dari dalam hotel tersebut dan menunjukkan sebuah kunci kamar kepada Ronny yang hanya tersenyum tipis saat melihat perlakuan pria paruhbaya tersebut..


Saat pria paruhbaya itu sudah memasuki mobilnya,dia membawa Ronny ke sebuah Shopin Mall yang besar dengan tujuan untuk mencarikan beberapa baju dan celana yang sesuai untuk Ronny..


Ronny hanya mampu mengikuti kemahuan pria paruhbaya itu kerana dia juga tidak mempunyai pakaian yang sesuai untuk tinggal di kota saat ini..


"Nak Ronny..cuba yang ini..paman rasa,ini sangat sesuai dan cocok untuk mu.."


"Nak Ronny sangat tampan dan seharusnya memakai pakaian yang cocok dengan ketampanan mu.."


Kata pria paruhbaya itu memuji Ronny yang ternyata memang sangat tampan dan bisa menyaingi rata-rata anak orang kaya yang tampan di kota tersebut..

__ADS_1


__ADS_2