Menantu Sampah Diceraikan

Menantu Sampah Diceraikan
Bab 22 - Senyuman Misteri


__ADS_3

Saat ini,waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang..


Di sisi lain kota Jade..


Setelah di tinggalkan oleh Ronny bersendirian di dalam restoran hotel mewah itu selama 15 menit,dengan wajah yang kesedihan dan kesan air mata yang sudah mengering di pipinya..Jully melangkahkan kakinya dengan perlahan keluar dari restoran tersebut dan langsung meninggalkan hotel itu untuk pulang ke rumah orang tuannya..


Dan saat ini,Jully sedang bebaring di atas kasur empuknya yang bersais Queen sambil terisak isak..dari saat dia memasuki rumah itu 2 jam yang lalu,Jully hanya mendiamkan diri dan berbaring di atas kasurnya itu sambil menangis dan meratapi kepergian Ronny dari sisinya..


Ibunya yang menyapa saat dia tiba di rumah itu juga menjadi khuatir kerana Jully hanya diam dan langsung pergi ke kamarnya..dengan perilaku yang di buat oleh Jully,ibunya menjadi sangat risau..


Beberapa kali sudah ibunya mengetuk pintu kamar Jully untuk melihatnya,tapi Jully tidak mengendahkannya sama sekali dan itu membuat ibunya semakin risau dan khuatir dengan situasi Jully..ibunya juga takut akan sesuatu telah terjadi kepada anak perempuan satu-satunya itu..


"Jully sayang..apa yang telah terjadi kepada mu..mengapa kamu tidak membenarkan ibu untuk masuk ke dalam kamar mu..?"


"Apa ada sesuatu yang telah terjadi kepada mu hari ini..?..dan jangan buat ibu semakin risau seperti ini.."


"Jully sayang..jawab ibu nak..apa yang terjadi dengan mu..?"


Ucap ibu Jully di luar pintu kamar bertanya dengan panjang lebar..


Jully yang mendengar pertanyaan ibunya di luar pintu kamarnya itu,hanya mendiamkan dirinya tanpa menjawab sepatah kata pun..Jully hanya terisak isak sambil berbaring di atas kasur empuknya dengan punggung menghadap ke langit-langit kamar tersebut..


Setelah puas bertanya tanya,ibu Jully menukar topik pertanyaannya kepada Jully yang tetap tidak mengendahkan semua pertanyaan ibunya sebentar tadi..


"Jully..apa kamu sudah makan siang..ibu akan memasak sesuatu untuk mu jika kamu mau.."


"Ibu juga akan memasak makanan kegemaran mu saat kamu masih kecil.."


Ucap ibu Jully yang masih tetap berdiri di luar pintu kamar tersebut..

__ADS_1


Tiba-tiba,sebuah suara terdengar dari dalam kamar tersebut menjawab pertanyaan ibu Jully sebentar tadi..


"Tidak perlu bu..aku sudah makan siang sebelum aku pulang ke sini sebentar tadi.."


"Ibu juga tidak perlu risau dan khuatir tentang keadaan ku saat ini.."


"Aku baik-baik saja dan hanya ingin istirehat untuk beberapa waktu.."


"Aku sangat keletihan dan sedikit lelah kerana banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan di hotel.."


"Maaf kan aku bu.."


Ucap Jully menjawab pertanyaan ibunya dan cuba untuk membohongi ibunya..


"Baik lah kalau begitu..ibu merasa lega jika benar kamu tidak apa-apa.."


"Ibu hanya ingin tahu situasi mu saja.."


"Kamu istirehat lah dulu dan tunggu kami pulang lalu kita sama-sama makan malam nanti.."


Kata ibu Jully lagi sambil menyatakan bahwa dia akan pergi ke kantor ayahnya..


"Baik lah bu..hati-hati di jalan saat menyetir mobil.."


Ucap Jully kepada ibunya lagi..


Setelah itu,ibu Jully meninggalkan rumah itu dan suasana di dalam rumah itu menjadi hening untuk waktu yang lama..Jully yang sudah lebih 2 jam berbaring di atas kasur empuknya,mengangkat tubuh gioknya dan turun dari kasur tersebut sambil membuka serta melepaskan semua pakaian yang menutupi tubuhnya..


Kerana baju dan celana itu masih baru dan tidak kotor dari sebarang noda,Jully mengambil sangkutan baju dan merapikan baju serta celana olahraga tersebut dan memasukkan ke dalam lemari pakaiannya..baju dan celana itu,adalah pemberian Ronny kepadanya sebelum dia di tinggalkan oleh Ronny di dalam restoran mewah di dalam hotel JadeTown..

__ADS_1


Menurutnya,itu hanya sebuah kesalahfahaman antara mereka dan Jully akan cuba menceritakan yang sebenarnya kepada Ronny suatu masa nanti jika mereka takdirkan untuk bertemu lagi..Jully berniat menyimpan baju dan celana tersebut,kerana keduanya itu adalah kenangan kebersamaannya dengan Ronny beberapa hari hingga pagi hari ini..


Dia juga tidak akan memggunakan baju dan celana itu sehingga dia bertemu dan bersama dengan Ronny kembali..


Setelah merapikan baju dan celana bermerek nike tersebut di dalam lemarinya,Jully masuk ke dalam kamar mandinya untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa melekit..


Beberapa menit kemudian,Jully keluar dari kamar mandinya dengan sebuah senyuman misteri di wajah cantiknya yang tiba-tiba berubah menjadi serius dan dingin..setelah mandi dan mengenakan pakaian tidurnya,Jully berduduk di kerusi yang ada ruang balcony kamar tidurnya dan melihat ke kejauhan tanpa mengedipkan matanya untuk waktu yang lama..


Kembali ke sisi Ronny..


"Nak Ronny..apa kamu ingin makan siang bersama kami..atau kamu ingin istirehat saja di kamar mu ini..?"


"Eya,Ron..ayo ikut kami makan siang dan setelah itu,kamu bisa istirehat dan membersihkan kamar mu ini setelah itu.."


Ucap kakek Thomas dan juga pak Thomy bergantian kepada Ronny..


"Tiadak apa-apa kakek,pak Thomy..lagipula,aku masih kenyang saat ini..mungkin nanti malam bisa.."


"Aku harus mengemasi dan membersihkan kamar ini terlebih dulu..dan terima kasih banyak atas undangannya.."


Jawab Ronny kepada kedua ayah dan anak itu sambil duduk di atas kasur dalam kamar tersebut..


"Baik lah kalau begitu..jika kamu punya sesuatu yang kamu inginkan,jangan segan-segan dan segera beritahu kami.."


"Kami pergi dulu ya,Ron..istirehat lah dan jangan lupa besok pagi,restoran akan mula beroperasi tepat pukul 9.."


"Jumpa saya di kantor untuk mengambil pakaian kerja mu.."


Ucap pak Thomy kepada Ronny lagi sebelum meninggalkan kamar tersebut..

__ADS_1


Setelah itu,Ronny mengemasi dan membersihkan debu-debu di lantai kamar tersebut dengan peralatan yang telah sedia ada di dalam kamar itu..


__ADS_2