Menantu Sampah Diceraikan

Menantu Sampah Diceraikan
Bab 06 - Keluar Dari Hotel


__ADS_3

Setelah keduanya berada di dalam ruang lift,karyawan wanita yang berdiri tegak di belakang Ronny hanya mampu menatap Ronny dari belakang dan sangat mengagumi ketampanan wajah Ronny walaupun masih berusia di bawah 19 tahun..


Karyawan itu juga sempat mencuri pandang ke arah wajah Ronny yang putih bersih dari sebarang noda atau luka..karyawan itu juga bertanya tanya ke dalam dirinya,darimana asal Ronny sebenarnya dan mengapa wakil direktur menyuruhnya untuk melayani Ronny di awal pagi hari..


"Pak Ronny,sebelumnya saya mohon maaf jika saya lancang berbicara.."


"Apa Pak Ronny berasal dari keluarga kaya di kota ini atau kerabat keluarga terpandang dari sekitar kota..sehingga wakil direktur kami Tuan Leno memerintahkan saya melayani Pak Ronny secara langsung dan seawal ini.."


Tanya karyawan wanita tersebut kepada Ronny dengan panjang lebar..


"Ohh..jadi,paman yang semalam itu adalah wakil direktur kalian?.."


Tanya Ronny ingin kejelasan tanpa menjawab pertanyaan wanita itu..


"Eya Pak Ronny..dan dia juga adalah tangan kanan Tuan Hendra yang juga adalah direktur utama hotel ini.."


'jadi,sebab itu lah paman Hendra memberikan kamar mewah itu kepadaku..ternyata hotel mewah ini kepunyaannya..'


Gumam Ronny kepada dirinya mengingati sosok paman Hendra..sambil memutar sedikit tubuhnya untuk melihat tanda nama yang ada di dada kiri karyawan wanita tersebut yang berdiri di belakangnya..


"Ohh..begitu ya.."


Ucap Ronny setelah mendengar penjelasan dari karyawan tersebut..


"Sebenarnya nona Jully,aku bukan siapa-siapa dan bukan juga seseorang dari keluarga kaya mana pun di kota ini.."


"Aku berasal dari desa Balung yang jauh dari kota ini..dan sangat panjang cerita di sebalik semua ini jika mau di ceritakan.."


"Mungkin suatu saat,aku akan menceritakannya kepada mu jika kita punya jodoh untuk bertemu lagi.."

__ADS_1


Ucap Ronny panjang lebar dan tidak ingin menjelaskan lebih lanjut tentang pertemuannya dengan direktur utama karyawan wanita itu..


"Ohh..jadi,begitu ya..tapi kamu sangat tampan malah lebih tampan dari beberapa tuan-tuan muda di kota ini.."


"Sehingga aku juga tertarik dengan mu.."


Kata wanita muda itu kepada Ronny sambil memuji ketampanan Ronny dan menyatakan ketertarikannya..


"Apa yang bisa di lakukan dengan memiliki wajah yang tampan jika tidak mempunyai uang dan berasal dari keluarga yang miskin seperti ku.."


Ucap Ronny merendahkan diri walaupun dia sadar bahwa dia memiliki kartu bank dengan nominal 200 juta ada di dalamnya..


"Apa kamu bercanda Pak Ronny..bagaimana seseorang yang tidak punya kedudukan bisa menginap di hotel mewah berbintang 5 seperti hotel ini.."


"Dan kamu juga di urus secara langsung oleh direktur kami dan meminta kami untuk melayani kamu selama tinggal di hotel ini.."


Kata karyawan wanita itu panjang lebar kepada Ronny yang sudah memutar tubuhnya kembali dan hanya mendengarkan ucapan wanita tersebut..


Ronny hanya mendiamkan dirinya tanpa menjawab pertanyaan yang di ucapkan oleh wanita muda yang berada di belakangnya..


Tidak berapa lama setelah itu,pintu lift tersebut terbuka dan mereka sudah sampai di lantar dasar hotel mewah itu..mereka berdua keluar dari dalam ruang lift tersebut dan langsung menuju restoran yang berada di sisi loby hotel..


Kerana tidak terlalu tergesa gesa,Ronny hanya berjalan dengan santai sambil di temani oleh Jully yang setia menemani Ronny..


Setelah berada di dalam restoran tersebut,beberapa karyawan yang bertugas di situ menyapa Jully dan ada juga bertanya tanya tentang pria muda yang berada di sisinya..


Jully hanya tersenyum kepada karyawan-karyawan tersebut sambil mengikuti langkah Ronny menuju sebuah meja yang berada di sudut restoran tersebut..


Di sudut itu juga terdapat sebuah tingkap kaca lebar yang membuatkan pengunjung bisa melihat pamandangan di luar hotel tersebut..

__ADS_1


Setelah mengambil beberapa hidangan yang jarang dan tidak pernah di lihat atau di makan oleh Ronny,dia langsung duduk di kursi meja tersebut..


Melihat Jully yang tidak mengambil apa-apa pun hidangan yang telah di sediakan,Ronny langsung menyapa Jully..


"Nona Jully..kenapa kamu tidak mengambil makanan di sana..apa kamu sudah sarapan lebih awal.."


Tanya Ronny kepada Jully..


"Eya..Pak Ronny..aku sudah sarapan sebelum menemui mu awal pagi tadi.."


Ucap Jully menjawab pertanyaan Ronny..


"Kalau begitu...silakan duduk saja dan jangan segan-segan pada ku.."


Jully langsung duduk di kursi yang berada di depan Ronny..setelah itu,Ronny langsung memakan hidangan yang telah di ambilnya sebentar tadi..


Kerana sudah terbiasa makan hanya dengan menggunakan tangan,tanpa rasa malu di hatinya,Ronny makan dengan lahapnya di depan Jully yang terkejut dengan situasi tersebut..


Dengan melihat situasi itu di depan matanya,Jully dapat memastikan bahwa apa yang telah di jelaskan oleh Ronny saat berada di dalam ruang lift sebentar tadi adalah kebenaran yang nyata adanya..dia juga dapat memastikan bahwa Ronny tidak membohonginya sama sekali..


Tapi,Jully tetap merasa penasaran dan bertanya tanya..mengapa Ronny harus mendapatkan layanan yang istimewa daripada mereka dan itu adalah perintah dari direktur utama secara langsung..


Setelah setengah jam berada di dalam restoran tersebut,Ronny berpamitan kepada Jully dan memintanya untuk menemui Ronny lagi saat dia kembali ke hotel tersebut di sore hari nanti..


"Nona Jully..aku pergi dulu dan jangan lupa sore nanti..ada sesuatu yang ingin aku tanya dan ceritakan kepada mu.."


"Baik lah Pak Ronny..aku akan menunggu di loby sore nanti..


Ucap keduanya saling bergantian dan Ronny langsung keluar dari hotel tersebut setelah mendapat persetujuan dari Jully..

__ADS_1


__ADS_2