Menantu Sampah Diceraikan

Menantu Sampah Diceraikan
Bab 40 Nona Muda Katty


__ADS_3

Siska yang asik menatap mobil-mobil mewah di dalam toko tersebut,terkejut saat Ronny memintanya untuk memilih sebuah mobil yang dia sukai..Siska langsung menatap wajah Ronny sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya..


"Kak Ronny yang tampan..adek manis ini tidak tau memilih yang mana satu.."


"Lagipula,adek manis mu ini tidak punya surat izin mengemudi.."


Jawab Siska kepada Ronny sambil menjelaskan..


"Adek manis yang bego..kakak meminta kamu memilih saja..hehehe.."


"Apa kamu fikir,kakak ingin membelikan kamu mobil itu.."


Balas Ronny menjawab kata-kata Siska sambil mengetok atas kepalanya dengan lembut..


Siska langsung tersenyum malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal..keduanya hanya mampu tersenyum sambil menatap kesemua mobil-mobil mewah yang ada di dalam toko tersebut..setelah itu,mereka berdua memilih sebuah mobil yang sangat mewah dan bisa mengisi 4 orang di dalam mobil tersebut..


Mobil tersebut adalah mobil terbaru dari merek BMW yang tidak akan pernah di gunakan oleh orang-orang biasa seperti mereka berdua..dan bisa di bilang,belum ada yang menggunakannya di kota Pelabuhan ini dan model terbaru tersebut adalah BMW i40 M50..dengan warna biru gelap yang sangat memukau mata Ronny,dia tersenyum sambil menatap Siska..


"Siska..cuba lihat BMW berwarna biru gelap di atas sana.."


Kata Ronny kepada Siska sambil menunjuk arah dengan jarinya ke arah mobil tersebut..


Kerana mobil tersebut adalah yang terkini dari merek BMW,mobil itu di letakkan lebih tinggi dari mobil-mobil yang lainnya..mereka berdua bisa melihat dengan jelas kedudukan mobil tersebut walaupun berada di luar toko itu..


"Wahhh..itu keren sekali kak Ronny.."


"Apa kak Ronny yang tampan ingin membeli mobil mewah itu..?"


"Apa kak Ronny bisa mengizinkan aku menyetirnya nanti..?"


Ucap Siska setelah melihat mobil tersebut dengan jelas sambil bertanya kepada Ronny..


"Kamu kan nggak punya surat izin mengemudi.."


"Itu satu kesalahan dan melanggar hukum.."

__ADS_1


Jawab Ronny kepada Siska sambil menjelaskan..


Siska hanya mampu tersenyum sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal..dia menatap Ronny dengan tajam seolah olah meminta pertolongan dan mengizinkannya untuk mengendara mobil mewah tersebut..


Ronny hanya mampu tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil mengacak ngacak rambut di atas kepala Siska..tiba-tiba,Ronny bertanya kepada Lucy yang tetap berdiam selama ini di dalam kepalanya..


"Lucy..apa kamu juga bisa mendapatkan surat izin mengemudi untuk adek manis ku ini..?"


Tanya Ronny kepada Sistem Supernya yaitu Lucy..


"Bisa Tuan..hanya perlu memindai seluruh tubuhnya dan aku akan menyimpan data-datanya.."


Jawab Lucy kepada Ronny..


"Baik lah..terima kasih Lucy.."


"Sama-sama Tuan.."


Ucap Ronny dan juga Lucy berbalas ucapan..


Selama ini,Siska memang bisa mengemudi mobil kerana sering di ajar oleh kak Juananya tapi tidak di izinkan untuk mengemudi jika dia sendirian..dan setelah urusan mereka usai besok pagi,Siska bisa mengemudi mobil mewah Ronny ke mana saja yang dia mau..


Setelah puas berjalan dan berkeliling selama setegah jam lagi,mereka menuju SevenStars Hotel dan langsung naik ke kamar super mewah tersebut..tapi,saat Ronny dan juga Siska ingin masuk ke dalam lift,seorang wanita dewasa keluar dari dalam lift tersebut dengan tergesa gesa dan menabrak Ronny yang asyik melihat tas-tas pakaian di kedua tangannya..


Seketika,semua tas-tas pakaian tersebut terlepas dari genggaman tangan Ronny dan langsung jatuh ke belakang..dia juga langsung memuluk tubuh wanita tersebut yang terjatuh menindih tubuhnya yang terjatuh saat tabrakan tersebut..wanita itu langsung menatap ke arah wajah Ronny sambil cuba mengangkat tubuhnya..


Siska yang melihat kejadian itu hanya melongo dengan mulut terbuka lebar sambil terbelalak kaget..dia juga sangat mengenali wanita tersebut yang merupakan seorang wanita kerjaya yang sangat berjaya di kota Pelabuhan..Siska juga pernah bercita cita untuk menjadi sepertinya suatu saat nanti..


"Tu..tuan..maaf kan saya.."


"Saya tergesa gesa untuk pulang ke rumah.."


Ucap wanita itu yang ternyata adalah nona muda Katty kepada Ronny setelah berdiri..


"Tidak apa-apa nona..saya juga ingin meminta maaf kerana tidak melihat nona yang keluar dari dalam ruang lift tersebut.."

__ADS_1


Ucap Ronny membalas ucapan dari wanita dewasa tersebut sambil tersenyum..


"Maafkan kakak saya nona muda Katty..dia tidak sengaja.."


Ucap Siska tiba-tiba sambil meminta maaf kepada wanita tersebut..


"Ehh..nona Siska..jadi,apa benar kalian berdua yang menginap di kamar super mewah itu.."


Tanya Katty meminta penjelasan kepada Siska..


"Eya,nona muda Katty..kakak ku ini yang menginginkannya..aku hanya menuruti saja.."


Jawab Siska kepada Katty..


Kerena ingin terus mendapatkan informasi daripada Ronny dan juga masih oenasaran terhadapnya,Katty tidak meneruskan langkahnya untuk pulang ke apartmentnya..dia malah mengikuti Ronny dan juga Siska dan masuk ke dalam ruang lift tersebut lalu naik ke lantai 35..mereka juga saling berbicara dan perkenalan Ronny dan juga Katty berlangsung dengan tenang..


Saat tiba di depan pintu kamar super mewah tersebut,Ronny langsung mengajak Katty masuk ke dalam kamar mewah tersebut dan meminta Katty tidak berasa malu kepadanya dan juga Siska..Katty hanya tersenyum sambil melangkahkan kakinya mengikuti langkah Ronny yang ada di depannya..


"Nona Muda Katty..apa nona muda ingin minum sesuatu..?saya bisa mengambilnya.."


Tanya Siska setelah mereka duduk di sofa dalam ruangan tersebut..


"Tidak perlu nona Siksa..aku hanya ingin berbicara beberapa hal dengan pak Ronny.."


"Apa kamu bisa membiarkan kami sendirian..?"


Jawab Katty kepada pertanyaan Siska sambil memintanya meninggalkan ruang istirehat tersebut..


"Ohh..tidak apa-apa nona muda..aku juga mau masuk ke kamar.."


"Aku juga sangat lelah dan ingin mandi dan juga tidur sebentar.."


"Kalian berbicara lah dan jangan segan-segan.."


Ucap Siska sambil mangangkat pantatnya yang besar dan bulat dari sofa tersebut..

__ADS_1


__ADS_2