
<(Selamat pagi Tuan Direktur)>
<(Aku bersedia menjalankan perintah Tuan dengan sebaik dan sebisa mungkin)>
<(Aku akan cuba membantunya jika dia memerlukannya dan untuk berada di sisinya sepanjang waktu,aku juga akan melakukannya..Tuan)>
<(Dan aku juga akan memujuk dia agar dia mau bekerja di hotel kita ini..Tuan tidak perlu khuatir)>
<(Untuk bonus itu,terima kasih banyak..Tuan)>
Balas Jully secara langsung kepada direktur utama tersebut setelah membaca pesan chat WA dari direktur itu..
Setelah itu,Jully langsung mengemasi dan merapikan meja kantornya lalu mengangkat tas tangannya dan meminggalkan ruang kantor tersebut..Jully melangkahkan kakinya menuju lift lalu turun ke loby hotel dan masuk ke dalam restoran mewah di sisi loby..
Jully yang sudah melihat posisi Ronny di sudut restotan itu,langsung mengambil beberapa hidangan dan berjalan menuju meja yang di duduki oleh Ronny..mereka saling tersenyum saat tatapan mata mereka berdua saling bertemu..
"Sayang..aku ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan pada mu.."
"Ini berkaitan dengan Tuan Hendra.."
Ucap Jully dengan nada suara yang sedikit kecil kepada Ronny sambil mengambil ponsel dalam tas tangannya..
"Apa itu dan tentang apa..?"
Tanya Ronny dengan nada yang sama sambil mengangkat alisnya..
"Ini..cuba kamu lihat pesan chat WA dari Tuan Hendra.."
Jawab Jully lagi sambil membuka layar ponselnya dan memberikan ponselnya kepada Ronny..
Ronny langsung mengambil ponsel tersebut dari tangan Jully dan membaca pesan chat tersebut..setelah membaca pesan chat WA dari Tuan Hendra itu,Ronny tersenyum sambil mengembalikan ponsel tersebut kepada Jully..Ronny berguman di dalam hatinya sambil mencerna semua kejadian yang telah berlaku di sekelilingnya sejak dia tiba di kota Jade..
'jadi,semua ini rencana yang kalian sudah atur sebelumnya..aku tidak akan membiarkan rencana kalian itu berhasil walau apa pun caranya..'
__ADS_1
'aku juga bisa hidup tanpa bantuan daripada kalian dan aku akan berdikari untuk meneruskan kehidupan ku dengan cara ku sendiri..'
'aku juga tidak memerlukan bantuan dari kalian semua termasuk kamu Jully..ternyata,kamu mendekati ku kerana perintah dari paman Hendra itu..'
'aku tidak akan pernah mempercayai mu lagi mulai saat ini dan aku akan menjauh dari mu..'
'aku juga harus keluar dari hotel ini secepat mungkin dan menjauh dari kalian semua..selamat tinggal Jully dan semoga kamu tetap aman dan bisa menemukan seorang yang lebih baik dari ku..'
Setelah beberapa saat bergumam,Ronny memandang ke arah wajah Jully yang juga menatap wajahnya..
"Jadi..ini tujuan mu mendekati ku..ternyata kalian sudah merencanakannya lebih awal.."
"Kamu membawaku ke sana sini,semata mata ingin terus berada di sampingku setiap waktu.."
"Ternyata,kamu punya maksud yang tersembunyi yang telah kalian rencanakan lebih awal.."
Ucap Ronny dengan penuh ketegasan dengan nada yang sedikit keras sambil melihat ke arah Jully..
"Aaah..sudah lah Jully,aku sudah tidak mau mendengar penjelasan dari mu..semuanya sudah jelas,kalian punya rencana ke atas diri ku selama ini.."
Ucap keduanya saling berbalas ucapan masing-masing..
"Tidak Ron..aku.."
Belum sempat Jully menyelesaikan kata-katanya,Ronny langsung berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Jully yang masih terduduk di kerusinya sambil melongo dengan mata yang terbuka lebar atas tindakan yang Ronny lakukan..Jully menghembuskan nafas beratnya sambil menempelkan punggungnya ke penyandar kerusinya dengan sedikit keras..
Setelah Ronny meninggalkanya sendirian di meja tersebut,air mata Jully mula menetes ke pipinya dengan tiba-tiba tanpa bisa di halang oleh Jully sambil menatap kepergian Ronny keluar dari hotel tersebut..air matanya yang cukup banyak membasahi wajahnya dan ada juga yang langsung jatuh menetes ke baju dan membasahi baju di bahgian dadanya..
'ron..kamu sudah salah faham tentang ini..aku sama sekali tidak merencanakan semua ini..'
'ron..kenapa kamu tidak mendengarkan penjelasan ku terlebih dulu..'
'pesan chat itu juga baru aku baca pagi ini..Ron..'
__ADS_1
'kenapa kamu meninggalkan aku begitu saja..kemana semua janji-janji yang telah kamu ucapkan sebelumnya..Ron..'
Gumam Jully di dalam hatinya sambil terisak isak menahan tangisnya yang lebih keras..
Di sisi Ronny..
Ronny langsung keluar dari hotel tersebut tanpa menoleh ke belakang dan meninggalkan daerah hotel itu serta berjalan menelusuri kaki lima gedung-gedung tanpa arah tujuan..fikiran yang berkecamuk menguasai dirinya saat mengenang apa yang telah terjadi sebelumnya..dia juga merasa sedih dengan apa yang telah menimpa dirinya dan merasa tertipu..
Setelah berjalan jauh selama 1 jam lebih tanpa arah tujuan,Ronny tiba-tiba menyadari bahwa dia sudah berada di pinggiran kota..Ronny menoleh ke kanan dan ke kiri,dia tidak menemukan sesiapa pun di sekitarnya..
Perasaan takut,cemas,risau dan bermacam macam lagi,tiba-tiba muncul di dalam hati dan fikirannya..sambil mengusap peluh di alisnya,Ronny mendekati sebuah halte bus di tepi jalan dan berduduk di situ hingga siang hari..
Sambil melihat ke kejauhan dan merenung sejenak..dia berkata kata di dalam hatinya..
"Ayah,ibu..kalian berdua memang benar,aku seharusnya tidak mudah mempercayai siapa pun jika hidup sendirian.."
"Aku juga seharusnya tidak mempercayai mereka dengan kebaikan yang mereka berikan kepada ku secara tiba-tiba..aku seharusnya menyadari semua itu lebih awal.."
"Maaf kan Ronny ayah,ibu..Ronny sudah nggak kuat saat ini dan di mana lagi aku harus pergi.."
"Apa..aku harus kembali saja ke desa dan memulakan hidup yang baru di sana.."
Tanpa Ronny sadari,seorang kakek tua menghampirinya di halte bus tersebut dan sambil melihat Ronny yang sedang melamun kesedihan..Ronny tersentak dari lamunannya dan langsung menatap kakek tua itu sambil menghapus air mata yang menetes di pipinya..
Kakek tua itu mendekat dan duduk di samping Ronny yang berjarak 1 miter lalu menyapanya..
"Anak muda..kenapa kamu di sini dan apakah kamu sedang bersedih..?"
Tanya kakek tua itu kepada Ronny..
"Tidak ada apa-apa kek..aku hanya bersedih mengenang ayah dan ibu ku yang telah pergi menemui penciptanya.."
Jawab Ronny membalas pertanyaan kakek tua tersebut..
__ADS_1