
Sebelum Riska melanjutkan untuk mengunduh aplikasi tersebut,dia meminta Ronny untuk menyerahkan kartu bank yang di maksudkannya..tanpa membuang waktu,Ronny langsung menyerahkan kartu bank berwarna hitam tersebut kepada Riska..
Riska terkejut saat melihat kartu yang ada di tangan Ronny sambil menatapnya tidak percaya..Menurut Riska,kartu bank itu hanya di miliki oleh orang-orang tertentu saja seperti keluarga yang memiliki kedudukan keewangan yang sangat tinggi..
Dia juga sudah beberapa kali melihat kartu itu di gunakan oleh orang-orang kaya yang makan di restoran pak Thomy selama dia menjadi karyawan di situ..dia juga merasa heran,bagaimana Ronny bisa memiliki kartu bank hitam tersebut..
Untuk mendapatkan kartu tersebut,seseorang harus menyetor sekurang kurangnya 200 juta ke dalam rekeningnya..dan saat ini,yang membuat Riska menjadi binggung,darimana Ronny mendapatkan kartu hitam itu sedangkan dia hanya berasal dari keluarga di desa..
"Ron..sebelum aku meneruskan,aku ingin bertanya.."
"Darimana kamu mendapatkan kartu bank hitam ini..?"
"Ini bukan kartu yang bisa kita miliki sesuka hati.."
"Kita harus memiliki sekurang kurangnya 200 juta dan menyetor uang itu ke dalam rekening kartu ini.."
"Ron..tolong berterus terang dengan ku..aku tidak mau kamu terlibat dengan sesuatu yang melanggar hukum.."
Ucap Riska kepada Ronny sambil bertanya dan meminta penjelasan..
Ronny tidak menjawab pertanyaan itu secara langsung dan hanya tersenyum sambil menatap wajah Riska yang penuh dengan kerisauan..Ronny berdiri dari tempat duduknya lalu melangkah ke jendela kamar tersebut dan langsung membukanya..
Riska yang masih tetap berduduk dan menunggu jawaban daripada Ronny hanya mampu melihat apa sebenarnya yang Ronny ingin lakukan..setelah merenung ke kejauhan beberapa saat,Ronny memutar tubuhnya lalu menatap Riska dengan tajam..
"Riska..apa aku bisa mempercayai mu..?"
Tanya Ronny kepada Riska setelah itu..
"Jika itu sebuah rahasia yang besar dan berkaitan dengan diri mu,kamu bisa mempercayai ku.."
__ADS_1
Jawab Riska kepada pertanyaan Ronny..
"Eya..ini berkaitan dengan diri ku dan juga kartu hitam itu.."
Kata Ronny lagi membalas ucapan Riska..
Setelah itu,Ronny langsung menceritakan semua yang telah terjadi kepada dirinya dari saat kedua orang tuanya meninggal dunia sehingga dia bertemu paman Hendra..dia juga menceritakan bagaimana dia bisa mengikuti paman itu hingga ke kota Jade dan tujuan di sebalik kebaikan yang di berikan oleh beberapa orang kepadanya..
Ronny juga menceritakan kepada Riska,bagaimana dia bisa memiliki kartu bank hitam tersebut..Ronny juga tidak lupa menceritakan bagaimana dia bisa bertemu dengan kakek Thomas sehingga dia mendapatkan pekerjaan di restoran pak Thomy..
Setelah 15 menit menceritakan perjalanan hidupnya sehingga tiba di kota Jade dan bertemu beberapa orang yang lain kepada Riska,Ronny tiba-tiba meneteskan air matanya kerana terkenangkan kedua ayah dan ibunya..dia memutar tubuhnya secara tiba-tiba kerana tidak mau Riska melihat dia bersedih..
Riska yang sudah melihat situasi itu lebih awal tanpa Ronny sadari,mengangkat pantatnya yang montok dari tempat duduknya..dia melangkahkan kakinya ke arah Ronny yang sedang berdiri membelakanginya sambil menatap ke atas langit yang gelap..
Ronny yang asyik menatap bingtang-bintang di atas langit yang gelap,tiba-tiba di kejutkan oleh sepasang tangan yang ramping sedang memeluknya dari arah belakangnya..Ronny langsung memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan Riska yang memiliki tubuh lebih tinggi darinya..
Mereka bertatapan mata untuk beberapa waktu sambil cuba mencari maksud di sebalik situasi tersebut..dalam beberapa saat kemudian,Ronny membalas pelukan Riska sambil meneteskan air matanya..
"Ron..aku bersedia menjadi pendengar untuk kamu meluahkan rasa hati mu di saat kamu bersedih.."
"Aku juga akan selalu menemani mu di saat kamu memerlukan ku.."
Ucap Riska sambil memeluk erat tubuh Ronny yang kekar dan berotot..
"Riska..maaf kan aku.."
"Aku juga tidak tau,sampai kapan aku harus terus begini.."
"Saat aku menceritakan perjalanan hidup ku kepada orang lain,aku akan langsung terkenang kedua orang tua ku.."
__ADS_1
"Hingga saat ini,aku masih tidak bisa menerima hakikat bahwa mereka berdua telah meninggalkan aku di dunia ini sendirian.."
Ucap Ronny kepada Riska dengan penuh kesedihan yang menguasai dirinya..
Tanpa sadar,Riska juga meneteskan air matanya secara tiba-tiba dan membasahi kedua pipinya..Ronny yang menyadari situasi tersebut,langsung melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang membasahi pipi Riska..
"Ron..setelah aku mendengar penjelasan dari mu,aku merasa simpati dan turut bersedih di atas kepergian kedua orang tua mu.."
"Aku tidak tau,bagaimana menghadapi semua itu,jika aku yang berada di posisi mu saat ini.."
Ucap Riska cuba menempatkan dirinya dalam situasi Ronny saat ini..
Riska melepaskan pelukan tangannya dari tubuh Ronny dan memegang kedua pipi Ronny lalu mendekatkan bibir tipisnya ke bibir milik Ronny..mereka berdua langsung berciuman dalam waktu yang agak lama sehingga membuatkan mereka hanyut dalam kenikmatan..
Setelah puas dengan pertarungan lidah dan saling bertukar air liur dengan hisapan dan juga jilatan yang semakin panas,mereka melepaskan ciuman tersebut sambil tersenyum puas..pelukan yang masih erat dari keduanya,membawa langkah kaki mereka ke atas tempat tidur lalu berbaring di atas kasur tipis Ronny..
Beberapa menit kemudian,mereka tersadar dari situasi yang sangat intim tersebut dan melepaskan pelukan erat masing-masing..setelah hening seketika,Ronny mengubah topik perbicaraan mereka kepada janji Riska yang ingin membantunya mengurusi kartu bank hitam tersebut..
Keduanya secara tiba-tiba bangun dari pembaringan mereka secara bersama sama..
"Ron..menurut ku,kita tidak bisa melakukannya saat ini kerana kartu bank itu milik orang lain.."
"Kamu hanya bisa melakukannya secara langsung di mesin atm.."
"Atau..kamu membuka rekening mu sendiri dan memohon kartu bank yang lain lalu mentransfer uang di dalam kartu itu ke dalam rekening mu.."
Ucap Riska memberi saran kepada Ronny..
"Tapi aku tidak mengerti sama sekali bagaimana cara melakukannya.."
__ADS_1
Balas Ronny menjawab saran yang di ajukan Riska..