
Setelah itu,perawat tersebut membuat pemeriksaan ke atas tubuh dan juga luka di kepala Ronny yang sudah membaik dan mengering..Ronny hanya mampu menatap ke arah wajah perawat tersebut sambil tersenyum..
"Nona,aku sudah baikan..jadi,tidak perlu memeriksa ku lagi.."
"Dan..apa besok siang,aku bisa keluar dari ruang inap ini dan kembali ke rumah ku..?"
Ucap Ronny kepada perawat tersebut sambil bertanya kepadanya..
"Pak Ronny,ini tugas saya sebagai perawat..jadi saya periksa dulu pak Ronny.."
"Setelah itu selesai,kami akan membuat keputusan.."
Ucap perawat tersebut kepada Ronny sambil menjelaskan..
"Baik lah,jika begitu.."
Perawat tersebut langsung melanjutkan pemeriksaannya terhadap Ronny yang masih tetap berbaring di atas kasur..beberapa menit setelah selesai memeriksa,perawat itu menyatakan bahwa Ronny sudah pulih sepenuhnya dan akan mengajukan permintaan Ronny kepada atasannya..
Perawat itu juga sedikit bingung kerana luka-luka yang ada di tubuh Ronny bisa sembuh dengan cepat..dua hari yang lalu,luka-luka tersebut masih terlihat basah dan berdarah,tapi hari ini sudah kering dan sembuh sepenuhnya..
Setelah itu,perawat tersebut meninggalkan ruang inap tersebut dan meninggalkan Ronny sendirian setelah menanyakan apa yang Ronny inginkan..Ronny juga bertanya tentang liontin batu giok merahnya kepada perawat tersebut..Perawat itu langsung membuka laci sebuah meja di sisi kasur tersebut lalu memberikannya kepada Ronny..
Suasana menjadi hening,Ronny memanggil Lucy sambil menatap layar sistem di depan matanya..
"Tinggg.."
Pemilik Sistem : Ronny Bakri
Versi Sistem : Level 2
Kekuatan Fikiran : Rendah
Kekuatan Tubuh :Rendah
Keahlian Bela Diri : Ahli Tingkat Harimau - Level 3
Keahlian Lain :
1)Memandu
2)Memasak
Point Sistem : 900
Kenaikan Level Secara Bertahap
Saldo Sistem : 100,000,000,000,000.00
Saldo kartu hitam : 150,000,000.00
Saldo cash : Nihil
100 juta \= 100ps
__ADS_1
"Selamat Tuan.."
"Tuan sudah berhasil meningkatkan semua yang Tuan inginkan seperti yang Tuan bisa lihat dalam layar di depan mata Tuan.."
"Apa Tuan bisa merasakannya di dalam tubuh Tuan saat ini.."
Ucapa Lucy kepada Ronny di dalam kepalanya..
Ronny hanya menganggukkan kepalanya kerana bisa merasakan sesuatu yang berbeda dalam tubuhnya dan tidak seperti sebelumnya..dia bisa merasakan kekuatan fikirannya semakin meningkat dari sebelumnya dan bisa mengingat semua kejadian yang telah terjadi kepada dirinya dengan lebih jelas..
Tubuhnya yang sebelum ini berotot dan kekar,kini semakin jelas terlihat..dalam kepala Ronny,terlintas beberapa gerakan pertarungan beladiri sehingga Ronny melebarkan matanya kerana tidak mempercayai semua itu..seolah olah dia saat ini adalah seorang ahli beladiri kuno..
"HAHAHAHA..."
"Saat ini,aku akan menunjukkan kepada kalian,siapa Ronny Bakri yang sebenarnya.."
"Dengan uang yang ku miliki saat ini,aku akan menguasai kota ini cepat atau lambat.."
"Kalian lihat saja nanti.."
"Hahahaha.."
Ucap Ronny sendirian sambil tertawa lepas..
Ronny langsung turun dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah 1 minggu tidak mandi..setelah 15 menit berlalu,Ronny keluar dari kamar mandi tersebut dengan mengenakan pakaian pesakit yang lainnya..
"Tuan..point sistem Tuan hanya tersisa 900.."
"Tuan bisa membelanjakan uang yang Tuan miliki untuk mendapatkan point yang lebih banyak dan meningkatkan versi sistem dan juga semua yang ada dalam sistem.."
"Jika Tuan ingin meningkatkan versi Sistem Super yang seterusnya,Tuan terpaksa mendapatkan 100 point sistem lagi.."
"Segera lah berbuat sesuatu agar Tuan bisa menjadi lebih kuat dengan cepat.."
Ucap Lucy kepad Ronny panjang lebar sambil memberi saran apa yang harus Ronny lakukan seterusnya..
Waktu berlalu begitu saja..
Saat ini sudah menunjukkan pukul 9 malam..
"Kenapa kamu kembali saat waktu begini..?"
"Apa kakak kesayangan mu itu sudah mati,atau sudah sadarkan diri..?"
Tanya bu Bella kepada Siska setelah berada di ruang tamu rumah mereka..
"Ibu..apa yang kamu bicarakan..?"
"Kak Ronny masih aman dan sudah sadar dari tidur panjangnya siang hari tadi.."
"Dan,kak Ronny tidak akan mati begitu saja.."
Balas Siska kepada ibu angkatnya itu sambil menjawab pertanyaan bu Bella..
__ADS_1
"Bagus lah jika dia sudah sadar..aku tidak sabar untuk menceraikannya.."
"Suami sampah sepertinya,sudah tidak layak berada di sisiku dan menjadi suami ku lagi.."
Ucap Juana membalas ucapan Siska sebelumnya..
"Kak Juana tenang saja,kak Ronny juga akan melakukan hal yang sama.."
"Dia sudah tidak sanggup tinggal dalam keluarga yang tidak menganggapnya.."
"Sejak saat kak Ronny hadir dalam keluarga ini,dia tidak pernah mendapatkan hak selayaknya seorang menantu atau pun suami.."
"Kalian sering menghina,mengejek dan juga mencaci maki kak Ronny.."
Kata Siska yang langsung di sela bu Bella..
"Jadi,kamu sudah berani melawan ibu sekarang ya..?"
Tanya bu Bella menyela ucapan Siska yang belum selesai..
"Sudah lah..aku malas bertekak dengan kalian lagi.."
"Suatu saat,aku akan meninggalkan kalian berdua dan mengikuti kak Ronny.."
"Cepat atau lambat,kami berdua akan pergi dari hidup kalian.."
Kata Siska lagi menjawab ucapan bu Bella..
Setelah itu,Siska langsung naik menuju kamarnya lalu menutup pintu kamar tersebut dengan keras..Siska langsung membersihkan dirinya di kamar mandi dan setelah itu,dia berbaring di atas kasurnya sambil tersenyum mengenang kejadian yang berlaku antara dia dan juga Ronny di rumah sakit sebelumnya..
"Jadi,menantu sampah itu sudah sadar ya..kenapa dia tidak langsung mati saja..?"
"Menyusahkan aku saja memberi di makan di rumah ku ini.."
"Juana..bagaimana menurut mu..apa kamu akan segera menceraikannya..?"
Kata bu Bella sambil bertanya kepada puteri kesayangannya yaitu Juana..
"Mungkin saja,Bu..tapi,alasan apa yang harus kita berikan kepada orang yang tidak berguna itu..?"
Ucap Juana menjawab pertanyaan dari ibunya..
Setelah hening beberapa saat,bu Bella menyatakan idenya kepada Juana..
"Begini saja,katakan padanya,kamu sudah tidur dengan Tuan Muda Willy.."
"Dan kamu juga sedang menghamili anaknya..bagaimana..?"
Saran bu Bella kepada anaknya itu..
"Bu..kamu keran sekali..kenapa aku tidak terfikirkan tentang buah hati ku itu..hahaha.."
Ucap Juana sambil memuji ibunya..
__ADS_1
Mereka berdua langsung tertawa lepas tanpa menyadari,bahwa Siska juga mendengarkan perbicaraan mereka berdua..Siska yang saat itu sedang kehausan,ingin turun untuk mengambil air dingin dan terdengar perbicaraan tersebut..Siska menguping beberapa saat sebelum masuk kembali ke dalam kamarnya..