Menantu Sampah Diceraikan

Menantu Sampah Diceraikan
Bab 65 Keributan Di Pintu Gerbang Komplek


__ADS_3

Setelah menyelesaikan sarapan pagi mereka berdua,kedua orang tua Suzan duduk di ruang tamu rumah tersebut..ayah Suzan sedikit terkejut saat membuka koran yang di dapatkan semalam dari jirannya..


"Ma..coba lihat ini.."


"Bukankah ini putri kita Suzan..?"


"Ehh..kamu benar Pa..ini memang putri kita.."


"Coba Papa baca tulisannya.."


"Seorang anak muda telah membeli 9 buah villa super mewah yang di bangunkan oleh perusahaan Girang Real Estet.."


"Ini tempat putri kita bekerja saat ini Ma.."


"Wahhh..anak muda itu pasti kaya raya..kan Ma..?"


"Itu sudah pasti Pa..jika tidak,mana mungkin dia bisa membeli semua villa mewah itu.."


Ucap keduanya lagi sambil saling menatap..


Kembali ke sisi Ronny..


Setelah menyelesaikan sarapan pagi dan merapikan meja makan tersebut,Ronny membersihkan piring dan juga peralatan yang di gunakan oleh Suzan untuk menyediakan sarapan pagi mereka berdua..


Beberapa menit kemudian,Ronny membuka pintu ruang penyimpanan yang sebelumnya dan mengambil 1 botol anggur merah kegemarannya dan langsung membawanya ke ruang tamu villa tersebut..


Tanpa membuang masa yang lebih lama,Ronny membuka dan mengisi gelas kosong yang di bawanya dengan anggur merah tersebut dan minum dengan santai dan juga tenang..


Ronny juga menyalakan televisi yang sangat lebar di ruang tamu tersebut dan melihat beberapa saluran..tanpa Ronny sadari,pintu gerbang post pengawal keamanan komplek villa tersebut sudah semakin riuh..


Banyak orang yang mendatangi komplek villa tersebut kerana ingin mengetahui dan mengenali siapa sebenarnya anak muda yang telah membeli keseluruhan villa di komplek tersebut..


Di antara orang-orang itu juga,ada beberapa tuan dan juga nona muda dari keluarga tingkat atas dan menengah kota Pelabuhan dan di antaranya adalah tuan muda Willy yang juga membawa Juana bersamanya..


Sedang asyik menatap layar televisi,Ronny di kejutkan oleh suara ketukan di pintu utama villa mewah tersebut..


"Tok..Tok..Tok.."


"Tuan Muda Ronny.."


"Sesuatu sedang terjadi di luar pintu gerbang komplek villa ini.."


"Banyak orang datang ingin menemui Tuan Muda saat ini.."


"Kami juga tidak tau mengapa dan kami tidak bisa mengawal lagi.."


"Pengawal..apa yang sedang terjadi dan mengapa itu bisa berlaku..?"


"Kami tidak tau Tuan Muda.."


"Mereka semua bertanya,siapa pemilik baru komplek villa ini.."


"Baik lah..kamu bisa kembali ke sana..dan jangan biarkan sesiapa pun yang melewati pintu gerbang.."


"Aku akan menghubungi seseorang untuk menyelesaikannya.."


"Baik Tuan Muda..aku pamit sekarang.."


Ucap pengawal itu dan juga Ronny saling berbalas ucapan..


Dalam beberapa waktu,Ronny merasa pusing memikirkan apa yang sedang terjadi saat ini di post pengawal keamanan..dia juga sangat bingung dan juga bertanya tanya,bagaimana orang-orang itu bisa mengetahui tentang pembelian komplek villa tersebut..

__ADS_1


Setelah beberapa waktu berpikir,Ronny langsung menelpon Suzan untuk bertanyakan tentang hal tersebut..


"Halo Suzan..aku minta maaf jika mengganggu mu.."


"Eya Ron..tidak apa-apa.."


"Aku ingin bertanya sesuatu pada mu.."


"Apa kamu ada menceritakan tentang pembelian komplek villa ini kepada orang lain..?"


"Tidak ada Ron..tapi,mengapa kamu bertanya begitu..?"


"Saat ini,di post pengawal keamanan sedang terjadi keributan.."


"Mereka semua bertanya,siapa yang telah membeli keseluruhan komplek villa ini.."


"APA!!!..?"


"Bagaimana itu bisa terjadi..?"


"Ron..aku akan ke tempat itu sekarang juga..aku akan cuba menyelesaikan masalah ini untuk mu.."


"Baik lah dan hati-hati di jalan.."


"Beritahu aku setelah semuanya selesai.."


"Baik.."


Ucap keduanya saling berbalas ucapan dalam penggilan telpon tersebut..


Saat ini,Suzan langsung turun dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamu mandi untuk mencuci wajahnya..sakit dan perih di dalam mohkota sucinya juga sudah menghilang..


"Suzan..kamu mau ke mana lagi..?"


"Dan..papa ingin kamu melihat sesuatu.."


"Ini berkaitan tentang perusahaan real estet tempat kamu bekerja itu.."


"Pa..aku harus segera pergi.."


"Sesuatu sedang terjadi di sana.."


"Ohh ya..ayo kita sama-sama pergi ke tempat itu.."


"Di sana nanti,aku ceritakan semuanya.."


Ucap kedua ayah dan anak itu saling berbalas ucapan..


Setelah itu,Suzan dan juga ayah serta ibunya meninggalkan daerah penempatan itu dan melaju menuju komplek villa mewah tersebut..30 menit kemudian,mobil yang di kendarai oleh Suzan,tiba di lokasi post pengawal keamanan komplek villa itu..


Suzan sangat terkejut saat melihat apa yang sedang terjadi di depan pintu gerbang komplek villa tersebut..setelah menekan tombol klakson di kemudi mobilnya,keramaian di depan mobil tersebut,memberi laluan kepada Suzan..


Tanpa membuang waktu,Suzan langsung keluar dari mobil tersebut setelah tiba di depan pintu gerbang..


"Semuanya..apa yang sedang kalian lakukan di sini..?"


"Apa kalian tahu,bahwa komplek ini sudah menjadi hak persendirian seorang tuan muda dari kota Jade.."


"Jika dia melaporkan keributan ini kepada pihak polisi,kalian bisa di penjarakan kerana mengganggu kesenangannya.."


"Apa kalian mau di penjarakan..?"

__ADS_1


"Maaf kan kami nona Suzan.."


"Kami hanya ingin tau,siapa sebenarnya tuan muda itu..?"


"Kalian akan mengetahuinya cepat atau lambat.."


"Sekarang..saya sarankan,kalian tinggalkan tempat ini sebelum tuan muda itu menelpon polisi.."


Ucap Suzan dengan salah seorang dari keramaian tersebut sambil memberi penjelasan..


15 menit kemudian,keramaian tersebut meninggalkan halaman depan pintu gerbang tersebut dan suasana di tempat itu menjadi sunyi sepi..


Tidak membuang masa,Suzan langsung mengemudi mobil BMW tersebut masuk ke dalam komplek villa mewah tersebut dan menuju villa mewah Ronny..


Ronny yang lebih awal melihat kehadiran mobil yang di kendarai oleh Suzan,langsung membuka pintu pagar villa tersebut dan menutupnya kembali setelah mobil itu masuk ke dalam halaman villa itu..


"Pa,Ma..ayo masuk ke dalam.."


Ucap Suzan kepada kedua orang tuanya saat tiba di depan villa mewah tersebut..


Ronny membuka pintu utama villa mewah miliknya sambil tersenyum saat melihat Suzan dan juga kedua orang tuanya keluar dari mobil tersebut..


"Suzan..bawa ayah dan juga ibu mu masuk ke dalam.."


"Kita akan berbicara sesuatu nanti.."


"Terima kasih Tuan Muda Ronny.."


"Aduh..tidak perlu sungkan Suzan.."


"Kita ngobrol di ruang tamu saja.."


"Baik lah.."


Ucap Ronny dan juga Suzan sambil tersenyum..


Kedua orang tua Suzan,sedikit merasa bingung saat melihat situasi tersebut dan hanya mampu mengikuti langkah putrinya masuk ke dalam villa tersebut..


Mereka berdua juga sangat tertegun dengan kemewahan serta perabotan yang ada di dalam villa itu sambil melihat ke sekeliling ruangan dalam villa tersebut..


"Sebelumnya..biar aku perkenalkan diri dulu..aku Ronny Bakri.."


Ucap Ronny sambil memperkenalkan dirinya..


"Aku Linardy dan ini isteri ku Merly.."


"Kami berdua adalah orang tua Suzan.."


Ucap ayah Suzan juga memperkenalkan diri dan juga isterinya..


"Baik lah paman,tante..salam kenal untuk kalian berdua.."


"Errmm,Suzan..bagaimana situasi di luar sana,apa sudah di selesaikan..?"


"Sudah aku bereskan semuanya..kamu tidak perlu khuatir lagi.."


"Tapi,aku ingin kamu melihat sesuatu yang ada di dalam koran ini.."


"Apa itu dan apa yang terjadi sebenarnya..?"


Ucap Ronny dan juga Suzan berbalas ucapan sambil melihat apa yang ada di dalam koran tersebut..

__ADS_1


__ADS_2