Menantu Sampah Diceraikan

Menantu Sampah Diceraikan
Bab 67 Tuan Muda Devan


__ADS_3

Suzan serta kedua orang tuanya hanya saling menatap sesama mereka tanpa mampu mengeluarkan sepatah kata pun setelah mendengar ucapan daripada Ronny..


Mereka juga tidak tau sama ada mau mempercayai ucapan Ronny itu atau tidak..tapi,mereka juga tau kebenaran di sebalik kata-kata itu dan percaya bahwa,dengan uang sebanyak itu,mereka sudah bisa di anggap sebuah keluarga yang sangat kaya..


Malah saat ini,keluarga yang berada di tingkat menengah di kota Pelabuhan dan juga keluarga Ardyan dan juga Zakry,tidak memiliki uang serta aset yang bernilai sebanyak itu..


Keluarga Ardyan dan juga keluarga Zakry adalah keluarga tingkat tinggi kota Pelabuhan dan menduduki tingkat ke 3 dan juga 4..aset dan juga uang yang mereka miliki hanya sekitar 30-50 miliyar saja..


Dengan uang yang di miliki Suzan saat ini,dia dan orang tuanya sudah bisa menyaingi keluarga tingkat tinggi di kota tersebut..


"Suzan..apa kamu sudah memilih villa yang kamu inginkan..?"


"Kamu juga bisa memilih yang berada di sisi kanan atau kiri villa ini.."


Tanya Ronny sambil menatap Suzan sambil tersenyum..


"Aku memilih yang di sisi kanan saja Ron.."


"Agar aku bisa sering melihat mu dari villa itu nanti..hahaha.."


Balas Suzan kepada pertanyaan Ronny dengan wajah yang sedikit memerah sambil tertawa lepas..


"Aduhhh..kamu tidak perlukan itu.."


"Kamu bisa tidur di sini,kapan saja kamu mau.."


"Dan..biarkan paman dan juga tante bersenang senang di villa itu berduaan.."


Ucap Ronny lagi sambil menatap kedua orang tua Suzan sambil tersenyum..


Setelah itu,mereka semua keluar dari villa tersebut dan berjalan menuju villa 2 lantai di sisi kanan yang telah di pilih oleh Suzan sebelumnya..villa yang jaraknya sekitar 60-70 miter dari villa mewah Ronny itu,memiliki halaman yang cukup lebar walaupun tidak selebar halaman villa 3 lantai Ronny..


Villa itu juga memiliki sebuah taman bunga yang sangat cantik dan indah serta pohon-pohon kayu yang masih kecil setinggi 3-4 miter..


Setelah berada di depan pintu utama villa itu,mereka semua masuk ke dalam villa itu dan mengelilingi ruang dalam dan juga lantai atas villa tersebut..


Suzan dan juga kedua orang tuanya sangat tertegun dan merasa senang serta mengucapkan terima kasih mereka berulang kali kepada Ronny..Ronny hanya mampu tersenyum sambil meminta kedua orang tua Suzan untuk tidak mengucapkan kata-kata itu lagi..

__ADS_1


Ronny juga menyatakan bahwa dia akan membawa beberapa keluarga lagi untuk tinggal di dalam komplek villa tersebut dan mereka semua akan menjadi tetangga dan juga kerabat Ronny di kota Pelabuhan..


"Paman,tante..apa kalian menyukai villa ini..?"


Tanya Ronny kepada orang tua Suzan setelah mereka duduk di ruang tamu villa tersebut..


"Sudah pasti kami menyukai nak Ronny..kami juga tidak tau mau berkata apa lagi.."


"Seumur hidup kami,keluarga kami ini tidak pernah untuk mengimpikan rumah semewah ini.."


"Dan kamu memberikannya secara cuma-cuma..kami tidak bisa mempercayai itu semua.."


"Kami hanya mampu berdoa,agar nak Ronny tetap aman dan sehat selamanya.."


"Eya,nak Ronny..tante juga berharap nak Ronny bisa menjaga diri dengan baik setelah ini.."


Ucap kedua orang tua Suzan secara bergantian kepada Ronny..


"Paman,tante..kalian tidak perlu khuatir tentang aku.."


"Aku bisa menjaga diri ku sendiri dan apa yang perlu kalian lakukan saat ini adalah,kembali ke rumah dan bawa semua barang-barang kalian ke villa ini.."


Sementara itu di sisi lain..


Katty dan juga Siska sedang makan siang di sebuah restoran mewah yaitu Devan House Kitchen..restoran mewah ini di miliki sepenuhnya oleh seorang tuan muda dari keluarga Girang..


Tuan Muda Devan yang berusia sekitar 23 tahun,merupakan seorang yang berkelulusan tinggi dalam bidang penyajian makanan dan juga anak kepada pemilik Girang Real Estet yaitu Girang Pratama..


Setelah menamatkan kuliahnya dalam bidang tersebut,tuan muda Devan membuka restoran mewah itu dengan bantuan dana dari ayahnya..walaupun dia adalah bos restoran itu,dia juga merupakan ketua koki di restoran tersebut..


Tuan Muda itu juga menggaji beberapa orang koki propisional dari luar negeri dan membantunya dalam menjalankan bisnis tersebut yang sudah di buka sejak 2 tahun yang lalu..


"Kak Katty..apa kita bisa pulang sore ini untuk bertemu kak Ronny..?"


"Aku sudah merindukannya.."


Ucap Siska sambil bertanya kepada Katty..

__ADS_1


"Kita bisa bertanya dulu kepada kak Ronny mu untuk memastikannya.."


"Aku takut,dia masih dalam pelatihannya.."


"Dan mengenai kerinduan mu itu,kakak juga sama seperti mu.."


"Tapi,kita harus bersabar dulu dan memastikan bahwa kak Ronny mu sudah menyelesaikan urusannya.."


Ucap Katty membalas ucapan dan juga pertanyaan dari Siska..


Setelah itu,Siska langsung mengambil ponsel di dalam tas tangannya dan mengirim pesan chat WA kepada Ronny..Siska menyatakan bahwa mereka ingin pulang ke villa tersebut dan bertanya,apakah Ronny sudah menyelesaikan urusannya..


Katty dan juga Siska,melanjutkan makan siang mereka berdua setelah Siska selesai mengirimkan pesan chat tersebut..


Sedang kedua wanita itu asyik makan hidangan yang ada di atas meja,mereka di kejutkan oleh sebuah sapaan dari bos restoran tersebut yaitu tuan muda Devan..


"Selamat siang nona-nona.."


"Apa makanannya enak..?"


"Ehh!! Tuan Muda Devan..kapan kamu ada di sini..?


"Maafkan kami kerana tidak menyadari kehadiran mu.."


"Tidak apa-apa Nona Muda Katty.."


"Aku yang seharusnya minta maaf kerana mengganggu makan siang kalian berdua.."


"Sebenarnya,aku ada sesuatu yang ingin ku bicarakan kepada Nona Muda Katty.."


"Tentang apa itu sebenarnya,Tuan Muda Devan..?"


"Aku ingin menjual restoran ini..kerana ayah ku ingin berpindah ke ibu kota dan membuka bisnis baru di sana.."


"Apa kamu ingin membeli restoran ini atau kamu punya kenalan yang bisa membelinya..?


"Tuan Muda..apa kamu tidak bercanda dengan ku..?"

__ADS_1


"Apa kamu benar-benar ingin menjual perusahaan milik mu ini..?"


Ucap keduanya saling berbalas ucapan dan juga pertanyaan..


__ADS_2