Menantu Sampah Diceraikan

Menantu Sampah Diceraikan
Bab 61 Menjual Perusahaan Real Estet


__ADS_3

Tuan besar Girang pada awalnya sangat terkejut saat mendengar penjelasan dari seorang manegernya bahwa komplek perumahan yang baru mereka buka kepada umum telah habis di jual dalam beberapa jam saja..


Dia juga cuba mencari tahu keberadaan orang yang telah membeli keseluruhan gedung villa mewah tersebut tapi tidak menemukannya..dan saat ini,wakil direktur nya yaitu nona Suzan juga ingin membicarakan tentang hal itu kepadanya..


"Nona Suzan..apa sebenarnya yang telah terjadi..?"


"Siapa sebenarnya anak muda itu dan dari keluarga super kaya mana dia berasal..?"


"Aku sudah mencari ke mana-mana informasi tentangnya tapi tidak menemukan satu pun.."


Tanya Tuan Besar Girang kepada Suzan ingin penjelasan..


"Saya juga kurang pasti Tuan Direktur.."


"Dari yang Tuan Muda itu ceritakan,dia berasal dari kota Jade.."


"Dia juga berencana untuk membeli keseluruhan tanah di komplek perumahan tersebut termasuk gedung kantor penjualan kita itu.."


Ucap nona Suzan menjawab pertanyaan Tuan Besarnya sambil menjelaskan..


"Apa benar dia berkata seperti itu nona Suzan..?"


"Kerana..aku dan juga seluruh keluarga ku berencana untuk meninggalkan kota ini.."


"Kami ingin memulai bisnis kami di ibu kota dalam jangka waktu setengah tahun ke depan.."


"Jika Tuan Muda itu juga berminat membeli bisnis real estet yang kami miliki ini,aku tidak keberatan untuk menjualkan kepadanya.."


Ucap Tuan Girang lagi..


"Benar Tuan..dia juga ada menyatakan bahwa dia ingin membuka perusahan real estetnya sendiri.."


"Kebetulan Tuan juga ingin menjual,ada baiknya Tuan berbicara langsung dengan Tuan Muda yang super kaya itu.."

__ADS_1


Ucap Suzan membalas ucapan dari tuan bersar tersebut..


Setelah berfikir beberapa menit,tuan besar Girang mengambil keputusan untuk mengadakan rapat dengan pemegang saham dalam perusahaan real estet itu dan meminta Suzan menyampaikan hasratnya untuk menjual perusahaan real estet itu kepada Tuan Muda tersebut..


Tanpa membuang waktu yang lama,Suzan langsung keluar dari kantor direktur utama tetsebut dan mengeluarkan ponselnya serta mengirim pesan chat WA kepada Ronny dan menyatakan hasrat tuan besarnya yang ingin menjual perusahaan real estet milik mereka..


<[Selamat siang Tuan Muda Ronny..direktur utama kami bersetuju dengan rencana yang Tuan inginkan..]>


<[Dia juga berencana menjualkan bisnis real estet ini kepada Tuan jika Tuan berminat untuk membelinya..]>


<[Dan saat ini,direktur utama kami sedang merencana rapat umum pemegang saham untuk mendiskusi penjualan saham real estet kami..]>


Kata-kata yang terdapat dalam pesan chat WA Suzan kepada Ronny..


Setelah setengah jam menunggu jawaban dari Ronny,Suzan merasa sedikit gelisah kerana Ronny tidak membalas chat tersebut..tanpa membuang waktu,Suzan langsung keluar dari gedung kantor tersebut dan mengendarai mobil BMW siri 5 milik ayahnya ke komplek perumahan tersebut..


Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore..


Setelah beberapa saat berbicara dan memperkenalkan dirinya,Suzan akhirnya di benarkan masuk ke dalam komplek perumahan tersebut dengan di iringi seorang pengawal keamanan..


Kerana jarak di antara post pengawal dan juga villa super mewah tersebut agak jauh yang berjarak sekitar 100 miter,pengawal keamanan itu terpaksa meminta kebenaran untuk masuk ke dalam mobil Suzan..


Dengan senyum indah di wajahnya,Suzan hanya menganggukkan kepalanya lalu meninggalakn post pengawal keamanan tersebut menuju villa mewah 3 lantai tersebut..


Ronny yang saat ini masih berada di dalam kamar mandi,tiba-tiba di kejutkan oleh bel yang berbunyi di dalam villa tersebut..tanpa memikirkan hal lain,Ronny langsung keluar dari kamar mandi tersebut dengan hanya mengenakan handuk putih untuk menutupi tubuh bawahnya..


Setelah berada di lantai dasar villa tersebut,Ronny menekan tombol hijau yang ada di dinding berdekatan pintu utama untuk membuka pintu pagar yang lebar itu..beberapa menit setelah pintu pagar itu terbuka lebar,Suzan menekan pedal gas lalu masuk ke dalam halaman villa tersebut..


Ronny membuka pintu utama tersebut dan langsung keluar untuk melihat siapa sebenarnya yang datang ke villa itu..beberapa saat kemudian,setelah mobil itu pakir,Ronny merasa sedikit penasaran dengan kehadiran Suzan di situ..


Suzan sedikit merasa segan dan juga malu saat melihat tubuh Ronny yang hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuhnya..


"Nona Suzan,maaf kan aku.."

__ADS_1


"Aku akan keluar sebentar lagi.."


Ucap Ronny kepada Suzan sambil memutar tubuh untuk masuk dan mengenakan pakaiannya..


Beberapa menit kemudian,Ronny keluar setelah mengenakan baju olahraga dan juga celana jens pendek lusuh yang baru di belinya kemarin sore..


"Selamat sore nona Suzan..silakan masuk ke dalam.."


Ucap Ronny sambil mengarahkan pengawal keamanan tersebut kembali ke posisinya di post pengawal..


"Selamat sore dan saya minta maaf jika saya mengganggu istirehat Tuan Muda.."


"Saya ada mengirim pesan chat WA kepada Tuan Muda tapi tidak mendapat balasan dari Tuan.."


"Dan..sebab itu lah saya datang ke sini untuk mendengar penjelasan dari Tuan Muda.."


"Ohh..maaf kan aku sekali lagi..aku belum melihat ponsel selama 1 hari ini,jadi aku tidak mengetahuinya.."


"Apa itu tentang rencana ku sebelumnya..?"


"Eya Tuan Muda..Tuan Besar kami sudah mengizinkan Tuan Muda untuk membeli keseluruhan tanah di komplek ini termasuk gedung kantor penjualan itu.."


"Dan yang paling penting..Tuan Besar juga ingin menjual semua sahamnya dalam perusahaan real estet ini kepada Tuan.."


"Jika Tuan Muda ingin membeli saham tersebut,kita bisa mengatur rapat bersama Tuan Besar untuk membicarakan hal itu..


"Wahhh..itu satu kejutan.."


"Apa benar direktur kamu ingin menjual perusahaan real estet tersebut..?"


"Aku bersedia membelinya dan nona Suzan pasti akan aku berikan bonus jika aku berhasil mendapatkan perusahaan real estet itu.."


Ucap keduanya dengan panjang lebar secara bergantian sambil memberi penjelasan..

__ADS_1


__ADS_2