
Suzan duduk di sisi Ronny sambil memperlihatkan foto serta sebuah catatan di dalam koran itu kepada Ronny..
Kedua orang tua Suzan saling menatap wajah masing-masing saat melihat keintiman putri mereka dan juga pria muda di depan mereka berdua..
Ronny hanya tersenyum saat melihat foto dan juga catatan yang di tunjukkan oleh Suzan kepadanya..dia juga sudah dapat menebak,siapa karyawan yang Suzan maksudkan..
"Suzan..sepertinya,aku sudah dapat menebak orang yang melakukan pekerjaan ini.."
"Eya Ron..kamu benar.."
"Ini sudah pasti di lakukan oleh maneger kami itu.."
"Tapi,kita tidak tau apa tujuan dia melakukan semua ini.."
"Kamu tenang saja Suzan..suatu saat,aku akam membereskan orang itu.."
Ucap keduanya saling berbalas ucapan..
Setelah itu,Ronny meletakkan koran tersebut di atas meja ruang tamu sambil menatap wajah ayah dan juga ibu Suzan..orang tua Suzan yang berusia sekitar 40-45 tahun itu juga menatap Ronny dengan lekat seperrti meminta penjelasan..
Kemudian,Ronny berdiri dari tempat duduknya dan membuka sebuah ruangan kecil di rak buku lalu mengambil kunci-kunci villa 2 lantai di komplek tersebut..
Ronny menatap wajah Suzan sambil tersenyum dan langsung menyerahkan kunci-kunci villa tersebut agar Suzan bisa memilih yang mana satu di inginkannya..
"Ayah dan juga ibu mertua,kalian berdua bisa mengikuti Suzan untuk memilih villa mana yang kalian inginkan di dalam komplek ini.."
Ucap Ronny sambil tersenyum menatap wajah ketiga tiga tamunya itu..
Seketika,Suzan dan juga kedua orang tuanya melongo dan terkejut saat Ronny memanggil kedua orang tua Suzan dengan panggilan 'mertua'
Keduanya tidak dapat mempercayai semua itu untuk sementara waktu termasuk Suzan..dia juga menatap wajah Ronny yang terus memancarkan senyumannya..
"Kalian tidak perlu terkejut seperti itu paman,tante.."
"Aku sudah menganggap kalian semua kerabat ku dan juga Suzan,sudah menjadi wanita ku yang sah walaupun kami belom benikah.."
"Kalian juga bisa di salah satu dari 8 villa yang tersisa di sekitar villa ku ini.."
"Aku juga sudah berjanji kepada Suzan,bahwa aku akan memberinya villa di sini dan tinggal bersama kami di dalam komplek ini.."
Ucap Ronny sambil menjelaskan kepada orang tua Suzan..
"Tu..tuan Muda..apa kamu tidak bercanda..?"
"Ka..kami sangat senang jika Tuan Muda benar-benar ingin kami tinggal di komplek ini bersama Tuan Muda.."
__ADS_1
"Dan kami juga tidak memiliki masalah,jika Tuan Muda ingin bersama putri kami.."
"Hanya saja,jangan sia-siakan hidupnya setelah ini.."
"Kami bersedia menyerahkannya kepada Tuan Muda.."
"Eya Tuan Muda.."
"Saya sebagai Mamanya,berharap Tuan Muda dapat menjaganya walaupun kalian berdua tidak benikah.."
"Apa yang penting,kebahgiaan kalian berdua tetap ujud selamanya..
Ucap kedua orang tua Suzan panjang lebar dan menjelaskan..
Ronny hanya tersenyum dan menyatakan kepada kedua orang tua Suzan agar tidak mengkhuatirkan semua itu,kerana Ronny sudah merencanakan sesuatu untuk keluarga tersebut..
Ronny juga meminta kepada kedua orang tua Suzan agar tidak segan-segan menyatakan keinginan mereka jika ada yang mereka inginkan..
Setelah itu,Ronny menatap wajah Suzan yang terus menatap tanpa mengucapkan sepatah kata pun..
"Suzan..berikan kartu bank mu kepada ku.."
"Aku ingin menghadiahkan sesuatu kepada mu dan juga orang tua mu.."
Ucap Ronny lagi sambil tersenyum menatap Suzan..
Dengan kekuatan fikirannya yang semakin meningkat pesat,Ronny hanya menggunakan mindanya untuk berbicara dengan Lucy..
"Lucy..transfer uang 100 miliyar ke dalam kartu bank hitam ini sekarang juga.."
"Baik Tuan..akan Lucy laksanakan.."
Beberapa saat kemudian,Lucy menyatakan kepada Ronny bahwa transaksi tersebut sudah berhasil..
"Terima kasih Lucy.."
"Dengan itu,apa aku sudah bisa memulai peningkatan tahap Keahlian Bela Diri ku malam ini..?"
"Bisa Tuan.."
"Untuk saat ini,point sistem Tuan sekitar 15,468.."
Ucap keduanya lagi saling berbalas ucapan..
Ronny hanya tersenyum dan menatap wajah Suzan yang indah dan juga seputih salju itu lalu menyatakan kepadanya tentang uang 100 miliyar yang tersimpan di dalam kartu bank tersebut..
__ADS_1
"Suzan..aku sudah meminta pembantu ku untuk mentransfer uang ke dalam kartu bank milik mu ini.."
"Kamu bisa memeriksa untuk memastikannya.."
Ucap Ronny sambil menyerahkan kartu bank tersebut kepada Suzan..
"Ron..apa yang kamu lakukan..?"
"Aku tidak mengingin uang mu..kamu sudah memberi kami villa mu.."
"Kami tidak ingin yang lain lagi.."
"Tidak apa-apa Suzan..itu hanya sebuah hadiah dari ku.."
"Terima saja..kamu pasti memerlukannya suatu saat nanti.."
"Baik lah Ron dan terima kasih banyak.."
Ucap keduanya saling berbalas ucapan..
Setelah itu,Suzan langsung mengeluarkan ponsel dari tas tangannya lalu memeriksa sistem onlin bankingnya untuk memastikan..
Suzan sangat terkejut dan melongo serta bergetaran hingga ponselnya terjatuh ke lantai ruang tamu tersebut saat melihat nominal tambahan yang masuk ke dalam rekening kartu bank tersebut..
"Arhhh!! putri ku..apa yang sedang terjadi kepada mu..?
Tanya ibu Suzan setelah melihat putrinya itu menjatuhkan ponselnya..
Suzan tidak menjawab pertanyaan dari ibunya itu dan mengambil ponselnya lalu memberikan ponsel tersebut kepada ibunya..
Kedua orang tuanya langsung mengambil dan melihat layar ponsel tersebut dan bergetar ketakutan seperti melihat sosok hantu di layar ponsel tersebut..keduanya juga melongo sambil menatap ke arah Ronny yang terus menerus tersenyum lebar..
Kedua orang tua Suzan tidak dapat mempercayai apa yang sedang mereka lihat di layar ponsel tersebut sama seperti yang terjadi kepada Suzan sebelumnya..
"Tu..tuan Muda..bagaimana ini bisa terjadi..?"
"Si..siapa sebenarnya Tuan Muda dan kamu berasal dari mana..?"
Tanya ayah Suzan terbata bata kepada Ronny..
"Aku hanya seorang yang bernasib baik paman,tante.."
"Kekayaan yang aku miliki saat ini,tidak akan bisa habis walaupun aku memberikan 100 miliyar itu kepada 10 orang.."
"Dan saat ini,dengan uang yang Suzan miliki,kalian sudah menjadi salah satu keluarga terkaya di kota ini.."
__ADS_1
"Apa kalian tidak merasa senang..?"
Ucap Ronny dengan panjang lebar sambil menjelaskan..