Menantu Sampah Diceraikan

Menantu Sampah Diceraikan
Bab 49 Mobil BMW i40 M50


__ADS_3

"Tinggg.."


"Tuan..sepertinya Lucy bisa mengetahui apa rencana Tuan selanjutnya.."


"Tuan pasti ingin menyalurkan dana untuk pembanggunan kampas ini di masa depan.."


"Ini suatu yang sangat bisa di banggakan dan Tuan juga bisa mendapatkan point sistem dari penyaluran dana tersebut.."


"Selamat Tuan.."


Ucap Lucy secara tiba-tiba di dalam kepala Ronny..


"Kamu benar Lucy..itu lah tujuan ku ingin menemui kepala dosen.."


Balas Ronny menjawab ungkapan Lucy..


Siska hanya mampu menatap wajah Ronny yang berbicara dengan dirinya sendiri dan tidak ingin mengganggunya..oleh kerana itu,Siska hanya meneruskan langkah kakinya mengikuti langkah kaki Ronny dan terus memeluk erat lengan Ronny yang menempel di buah dadanya yang lembut..


Ronny yang sudah menyadari situasi tersebut,hanya mampu tersenyum sambil sesekali mengesek buah lembut itu dengan sikunya..Siska juga tersenyum saat merasakan gesekan tersebut sambil menatap wajah Ronny yang tampan di sisi kirinya..


Setelah tiba di depan pintu kantor kepala dosen,Siska langsung membuat ketokan di pintu kantor tersebut..setelah mendapat izin dari orang di dalam kantor tersebut,Ronny dan juga Siska membuka pintu dan masuk ke dalam ruang kantor kepala dosen kampus itu..


"Maaf Pak Wardan..jika kami mengganggu.."


"Kak Ronny saya ingin menemui dan ingin berbicara sesuatu kepada Pak Wardan.."


"Apa Pak Wardan memiliki waktu..?"


Ucap Siska kepada kepala dosen yaitu Pak Wardan setelah duduk di kerusi dalam ruang tersebut..


"Nona Siska,Tuan Ronny..jika saya bisa bertanya..apa yang kalian ingin bicarakan dengan saya dan tentang masalah apa itu sebenarnya..?"


Tanya Pak Wardan kepada Ronny dan juga Siska setelah mendengar ucapan dari Siska..


"Begini Pak Wardan..aku ingin menyalurkan dana kepada kampus ini untuk keguaan pembanggunan kampus di masa depan.."


"Tapi..aku ingin memohon agar pihak kampus membenarkan Siska untuk tidak hadir sehingga dia menamatkan pengajiannya di kampus ini.."


"Kami berdua memiliki beberapa urusan yang harus di selesaikan dalam waktu tersebut.."

__ADS_1


"Apa Pak Wardan bisa melakukannya..?"


Ucap Ronny menjawab pertanyaan dari kepala dosen sambil menjelaskan tujuannya..


"Saya bisa melakukannya tapi,itu bergantung dengan berapa nominal dana yang Tuan Ronny ingin salurkan.."


"Masalah ketidakhadiran nona Siska,bisa di atur dan saya akan bertanggungjawab.."


Kata Pak Wardan sambil menatap Ronny dan juga Siska..


"Untuk dana tersebut,saya akan mendonasi sekitar 20 miliyar..apa itu mencukupi Pak Wardan..?"


Jawab Ronny sambil tersenyum dan menatap kepala dosen tersebut..


"Tuan Ronny..apa kamu tidak bercanda..apa Tuan benar-benar ingin menyalurkan dana sebesar itu kepada kampus ini..?"


Tanya kepala dosen itu kepada Ronny lagi sambil terkejut saat mendengar nominal yang di nyatakan oleh Ronny..


Ronny hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan mengeluarkan ponsel dari dalam saku bajunya..tanpa membuang waktu,Ronny langsung meminta nomor rekening keewangan kampus tersebut daripada Pak Wardan..


Setelah mendapatkan nomor rekening tersebut,Ronny berpura-pura seperti menelpon seseorang dengan ponselnya..


Ucap Ronny meminta Lucy melakukan transaksi tersebut..


"Baik Tuan..tunggu sebentar.."


Jawab Lucy singkat..


Beberapa detik kemudian,Lucy menyatakan kepada Ronny bahwa transaksi tersebut sudah berhasil dan meminta Ronny menyatakannya kepada kepala dosen tersebut..


Ronny tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil menatap Pak Wardan yang masih menatapnya dengan lekat..tanpa membuang waktu,Ronny langsung memberitahu Pak Wardan tentang keberhasilan transaksi tersebut..


"Pak Wardan..sila pastikan uang 20 miliyar itu di dalam rekening kampus anda.."


"Pembantu saya sudah memasukkan dana tersebut ke dalam rekening itu beberapa saat yang lalu.."


Ucap Ronny kepada kepala dosen tersebut..


Dalam beberapa detik kemudian,Pak Wardan langsung menelpon pihak yang bertanggungjawab ke atas rekening kampus dan meminta penjelasan..setelah mendapatkan penjelasan dan konpirmasi dari pihak tersebut,Pak Wardan langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjabat tangan dengan Ronny..

__ADS_1


Pak Wardan juga menyatakan terima kasihnya kepada Ronny dan juga Siska di atas dana yang cukup banyak itu..dia juga menyatakan bahwa Siska tidak perlu khuatir tentang ketidakhadirannya ke kampus tersebut dan akan bertanggungjawab sepenuhnya serta akan membuat laporan tertentu tentang situasi itu..


Setelah itu,Ronny dan juga Siska berpamitan kepada Pak Wardan dan keluar dari ruang kantor tersebut..setelah berada di dalam mobil mewah yang mereka gunakan sebelumnya,Siska langsung mencium bibir tipis Ronny tanpa memedulikan keadaan sekeliling mereka berdua..


Beberapa menit setelah melakukan pertarungan lidah yang singkat,mereka melepaskan ciuman tersebut dan meninggalkan daerah kampus tersebut dan menuju ke pusat kota..sambil memeluk lengan Ronny yang berotot,Siska menempelkan kepalanya di bahu Ronny yang sedang mengemudi..


"Kak Ronny..aku sangat menyayangi dan mencintai mu dengan sepenuh hati ku.."


Ucap Siska sambil mengeratkan pelukan lengan Ronny yang menempel di celah buah dadanya..


"Kakak juga menyayangi dan mencintai kamu adek manis.."


"Untuk saat ini,kita harus menyelesaikan dulu rencana yang telah kita aturkan.."


"Hari ini,kita harus mencari beberapa buah rumah yang indah dan juga membeli mobil yang kemarin kita lihat.."


Kata Ronny membalas ucapan Siska..


Setelah berkendara selama 25 menit,mereka berdua tiba di depan toko yang menjual mobil-mobil mewah yang mereka berdua datangi kemarin sore..keduanya langsung keluar dari mobil tersebut dan masuk ke dalam toko mobil itu sambil berpegangan tangan..


Saat memasuki toko mobil tersebut,Ronny dan juga Siska di datangi seorang karyawan wanita muda yang terlihat baru bekerja di toko tersebut..wanita muda itu langsung menyapa Ronny dan juga Siska dengan sopan sambil menundukkan kepalanya..


"Selamat datang Tuan dan juga Nona.."


"Apa yang bisa saya bantu kepada kalian berdua.."


Ucap karyawan itu kepada Ronny dan juga Siska sambil tersenyum..


"Nona..kami ingin membeli mobil biru gelap di atas sana.."


"Apa kamu bisa mengurusinya untuk kami..?"


Ucap Ronny kepada karyawan tersebut sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah mobil BMW i40 M50 tersebut..


"Baik Tuan..apa Tuan tidak ingin melihat lihat dulu ruangan di dalam mobil tersebut..?


"Mobil ini adalah model terkini yang di keluarkan oleh BMW dan berharga sekitar 1.5 miliyar.."


Ucap karyawan wanita muda itu sambil menjelaskan kepada Ronny dan juga Siska..

__ADS_1


__ADS_2