Menantu Super Kaya

Menantu Super Kaya
episode 10 "membangunkan singa yang sedang tidur"


__ADS_3

semenjak Shinta menjadi pemimpin proyek kini dia semakin sibuk bekerja, tiba tiba hp nya berdering Shinta melihat layar hp nya ternyata Fitri menelponnya.


Fitri adalah teman semasa SMA Shinta ia sangat baik kepada Shinta bahkan hubungan mereka sudah seperti saudara, Fitri juga hadir dalam acara pernikahannya. mereka selalu berhubungan dengan baik.


"hai Shinta aku dengar kamu sekarang menjadi penanggung jawab proyek besar ya, selamat ya kamu harus lebih bersemangat".


"terima kasih Fitri, oh ya sebenarnya aku juga ingin menghubungimu".


"ada apa apa kamu kangen sama aku, maaf aku wanita baik baik" Fitri menggoda Shinta sambil tertawa.


"omong kosong kamu, kamu adalah teman baik ku aku ingin menteraktirmu makan untuk anggap anggap sebagai puji syukur atas proyek yang ku dapat" Shinta ingin teman terbaiknya juga ikut senang atas apa yang ia dapatkan.


"wah kamu sangat murah hati kalo gitu aku tidak akan sungkan ya".


setelah selesai menelpon Shinta memesan ruangan di restoran the Crawford untuk jam 4 sore. restoran ini adalah salah satu restoran terbaik di kota amster tentu saja sekali kali Shinta ingin menyenangkan teman baiknya.


setelah semua pekerjaan selesai Shinta mengirimkan pesan ke pada Evan bahwa ia pulang agak terlambat karna akan keluar makan bersama teman baiknya.


Evan yang menerima pesan dari Shinta tidak khawatir karna Shinta keluar bersama Fitri, Evan mengenal Fitri karna ia sempat menghadiri pernikahannya dulu ia sangat baik dan tidak merendahkan Evan.


kemudian Shinta menaiki taksi menuju ke restoran tersebut dimana Fitri yang sudah sampai dulu menunggunya di parkiran.


"gila lama sekali kamu hampir saja aku memutuskan pulang" sambil bercanda Fitri menepuk punggung Shinta.


"maaf jalanan macet ayo kita masuk aku sudah memesan ruang nomor 7"


mereka memesan beberapa macam makanan. makanan di sini lumayan enak mereka makan sambil mengobrol asik tertawa ria. tapi tidak beberapa lama terdengar suara gaduh dari luar.


"pokoknya aku mau ruangan itu aku sudah biasa makan di sana"


"kak Jack ruangan itu sedang di pakai atau kalau tidak saya tunjukan ruangan yang lainnya" manajer memohon kepada Jack, Jack berasal dari keluarga Li keluarga nomor dua di kota amster oleh sebab itu ia cukup di pandang.


"apakah kamu tidak dengar kak Jack ingin makan di sana" salah satu teman Jack mendorong manajer itu.

__ADS_1


" begini kak bagaimana di kamar lain hari ini aku yang traktir semuanya gratis"


"kurang ajar kamu pikir aku kekurangan uang jika kamu masih menghalangi aku jangan salahkan aku bersikap kasar kepadamu" Jack menarik kerah baju manajer itu.


manajer yang ketakutan ia tidak bisa berbuat apa-apa dengan terpaksa ia mengikuti ke inginan Jack ia takut jika terus menolak bisa saja mungkin besok ia telah masuk rumah sakit, dengan terpaksa ia akan mengusir tamu di ruangan itu.


Shinta dan Fitri yang sedang asik makan tiba tiba pintu ruangan di buka dengan kuat oleh beberapa.


"saya manajer di sini saya ingin kalian pindah keruangan lain karna tempat ini akan di pakai"


Shinta dan Fitri sangat bingung mereka yang sedang asik makan tiba tiba di suruh pindah ruangan.


"kamu tidak masuk akal kami sedang makan dan kami sudah memesan ruangan ini" Fitri berbicara kepada manajer.


"di sini saya yang buat peraturan jika kamu tidak mau pergi makan jangan salahkan aku berbuat kasar"


"kamu tidak tahu malu"


Fitri pun sadar lebih baik mereka segera pergi dari sini apa lagi setelah ia melihat beberapa pria di belakang manajer itu menatap mereka dengan wajah mesum.


Shinta dan Fitri segera membereskan barang-barangnya dan segera berjalan menuju ke pintu untuk pindah ke ruangan lain tapi tiba-tiba teman Jack menjulurkan tangannya menghalangi mereka untuk melangkah keluar.


"kalian buru buru sekali ingin pergi sayang sekali makanan ini di buang sia sia bagaimana kalo kita makan bersama saja bagaimana manajer" Jack berbicara sambil terus melihat ke arah Shinta yang begitu cantik menawan.


mendengar perkataan Jack Shinta menjadi khawatir.


"kak mereka berdua sangat cantik" taman dari Jack pun ikut terpesona melihat kecantikan mereka.


"bagiamana kita bersenang senang bersama"


"duduk kembali kembali ke tempat kalian" teman Jack berbicara sambil membentak.


Shinta yang berpikir mereka tidak bisa keluar karna di hadang mulai merasa takut akhirnya mereka kembali duduk ke kursi mereka.

__ADS_1


Jack dan teman temannya juga ikut duduk hanya manajer yang masih berdiri.


Jack mendekati Shinta ia sangat tertarik padanya ia membelai tangan Shinta namun Shinta langsung melepaskannya.


"bagaimana jika kamu menjadi wanitaku aku punya harta kekuasaan kamu tidak akan ke kekurangan uang"


"kak saya sudah menikah tolong lepaskan kami" sambil menunduk Shinta berbicara.


"kamu seharusnya beruntung kak Jack bisa suka kepadamu ia berasal dari keluarga Li di wilayah ini siapa yang tidak kenal dengannya" teman Jack berbicara sambil mengancam.


"sudahlah kak saya mohon lepaskalah kami" Fitri mencoba memohon.


"brengsek sombong kali kalian aku ingin tahu dari keluarga mana kamu berasal" Jack sangat marah ia berbaik hati ingin menjadikan ia wanitanya. Jack merasa terhina karna belum ad pernah ada wanita yang menolaknya.


Shinta mengatakan ia berasal dari keluarga Lu dan Fitri berasal dari keluarga tang tentu saja keluarga mereka tidak bisa di bandingkan dengan keluarga Li.


Jack mendengar Shinta dari keluarga Lu mengeluarkan senyum menghina.


"oh ternyata kamu tuan putri cantik yang menikahi sampah yang bekerja sebagai pembantu mu bahkan menjilat mu" berita pernikahan Shinta dan Evan memang menjadi aid keluarga yang tersebar ke seluruh kota amster.


"apa bagusnya suamimu lebih baik kamu ikut saya aku bisa memberikan mu segalanya" Jack tertawa keras.


Jack menyuruh Shinta menghubungi suaminya agar segera datang kesini ia ingin mempermalukan suaminya agar ia mengerti bahwa uang dan kekuasaan adalah segalanya.


Shinta Merasa bingung jika ia menyuruh suaminya datang tentu saja ia akan di permalukan bahkan di hajar. Shinta sadar suaminya bukan siapa siapa. Fitri pun menasehati Shinta kita tidak ad pilihan lain jika suamimu tidak datang kita tidak bisa pergi bahkan kita bisa saja di lecehkan.


Shinta pun menelpon Evan, ketika telpon sudah tersambung tetapi Jack langsung mengambil hpnya.


"istrimu ad bersamaku kami akan bersenang senang haha aku tugu kamu d restoran the Crawford"


Evan yang mendengar ucapan Jack amarahnya segera memuncak tangannya mengepal. Jack tidak sadar sama sekali bahwa ia telah membangunkan seorang singa yang sedang tidur.


mari bantu author yang dengan memberikan like terima kasih

__ADS_1


__ADS_2