Menantu Super Kaya

Menantu Super Kaya
episode 8 "malam romantis"


__ADS_3

Evan bersama rombongan tadi memasuki ruangan VIP terbaik di restoran itu


"perkenalkan ini adalah tuan muda ye bos baru pemilik glory group" Zaki memperkenalkan Evan kepada semua orang yang ada di ruangan itu.


para orang kaya itu berdiri membungkuk kan badan memberi hormat kepada Evan sambil memperkenalkan diri.


setelah memperkenalkan diri Evan mengetahui bahwa mereka semua adalah bawahannya.


setelah mereka semua selesai makan dan mengobrol sebentar. Evan kemudian pamit untuk pulang.


"kalian harus ingat tuan muda adalah orang yang sederhana ia tidak juga identitasnya terbongkar jadi kalian harus bisa merahasiakannya" Zaki memberikan pengarahan kepada semua orang yang hadir.


semua orang yang hadir tampak kagum kepada sosok Evan yang sangat santai rendah hati serta berwibawa jika saja ia belum menikah tentu saja mereka bisa berharap untuk menjodohkan anaknya.


Evan kemudian pulang menaiki sepeda listriknya terlebih dahulu ia ke pasar untuk membeli sayur seperti biasanya.


sesampainya ia di rumah "kamu dari mana saja" memei yang sedang duduk bertanya kepada Evan yang dari pagi sudah menghilang.


"anu Bu aku tadi ada urusan sebentar setelah itu ke pasar buat berbelanja" tidak mungkin Evan menjawab ia habis makan di restoran everens yang mewah ia takut mertuanya akan mencurigainya.


"dasar tidak berguna kerjanya hanya keluyuran saja segera kamu ke dapur masak aku sudah lapar" memei berkata sambil memegang perutnya yang lapar.


Evan sedikit kesal dengan mertua yang selama ini tidak suka kepadanya. tanpa menghiraukan mertuanya ia langsung pergi ke dapur untuk memasak.


Evan sengaja memasak agak banyak karna istrinya belum pulang pasti ketika ia pulang akan sangat lapar.


setelah masakan nya matang Evan menaruh makanannya di meja makan.


"lama sekali kamu masak apa kamu mau membiarkan aku mati kelaparan"


mendengar perkataan memei Evan serasa ingin , langmeracuninya namun bagaimanapun ia tidak bisa melakukannya karna dia tetap saja mertuanya.

__ADS_1


setelah makan memei pergi keluar bersama robi. tidak lama kemudian Shinta pulang.


"kamu pasti lelah mari makan dulu aku sudah memasak makanan kesukaanmu" Evan mengambilkan piring di isi dengan nasi dan sayur yang di sukai Shinta.


Shinta makan dengan lahap, Evan yang melihat istrinya sangat menyukai masakannya Evan pun senang sekali.


selesai makan Evan mengemasi semua piring membawa ke dapur untuk di bersihkan.


ketika Evan sedang menggosok piring tiba tiba Shinta datang.


"biar aku bantu kamu mencuci piring" Shinta mengulurkan tangannya untuk mengambil piring tapi tanpa ia sadari tangannya malah memegang tangan Evan yang sedang menggosok piring.


Evan pun kaget sementara Shinta pipinya memerah malu karna ini pertma kalinya setelah menikah selama 2 tahun lebih Shinta memegang tangan Evan.


dengan segera Shinta menarik tangannya dengan rasa malu ia berbalik ke belakang hendak pergi, namun kondisi pada saat itu lantai ada genangan air sehingga tiba tiba Shinta terpeleset.


sebelum Shinta jatuh Evan dengan cepat menangkapnya serta memeluknya.


sesat kemudian "brengsek lepaskan aku kamu mencari keuntungan" Shinta segera bangun mendorong Evan. ia tidak bisa menutupi wajahnya yang begitu malu ia pun ceper cepat pergi masuk ke dalam kamar.


sementara itu Evan masih hanyut dalam buaian khayalannya alangkah beruntungnya dia hari ini seandainya saja ia bisa memeluk istrinya lebih lama lagi tentu mungkin ia tidak bisa tidur nyenyak malam ini.


setelah pekerjaannya beres Evan segera pergi ke kamar untuk istirahat. ia melihat istrinya yang sedang berbaring menghadap ke tembok Evan tidak berani berkata apapun atas semua yang barusan terjadi tadi.


Evan segera mengambil selimut dan berbaring di lantai.


"Evan terima kasih ya untuk yang tadi" dengan nada pelan Shinta berbicara sambil malu malu memasukan kepalanya ke dalam selimut.


Evan yang mendengar istrinya berterima kasih "tidak apa apa itu tugas ku sebagai suamimu". Shinta yang mendengar jawaban Evan semakin menjadi malu.


suasana di malam itu begitu indah bagi mereka berdua untuk pertama kalinya mereka begitu asik mengobrol sampai tertidur.

__ADS_1


sekarang tiba acara perayaan di rumah kakek kluarga Lu, keluarga Shinta sedang berada di perjalan.


"woi Evan kenapa pakaianmu lusuh sekali tidak bisakah kamu memakai pakaian yang bagus sedikit dia acara ini akan hadir tamu tamu penting kamu sungguh membuat malu" memei juga memberi tahu Evan agar jangan terlalu banyak berbicara, memei takut Evan akan membuat malu lagi.


"tidak apa apa aku suka dan nyaman memakai pakaian ini" Evan menjawab dengan di iringi senyuman di wajahnya.


Shinta yang mendengar perkataan ibunya merasa bersalah karna sudah lama ia tidak membelikan pakaian untuk Evan apa lagi setelah kejadian semalam Shinta masih terus kepikiran.


sesampainya di parkiran rumah kakek kluarga Lu begitu banyak mobil mewah terparkir berderet deret. tentu saja ini adalah acara yang di hadari seluruh orang kaya dan para bos perusahaan besar bahkan wakil direktur glory group Zaki pun juga datang.


keluarga Shinta masuk ke dalam rumah di dalam rumah sudah ramai dengan kehadiran orang besar se kota amster.


tidak lama kemudian beberapa mobil mewah roll royce tiba di depan pintu kemudian turun seseorang dengan beberapa pengawal berbadan kekar menggunakan setelan jas hitam. ternyata itu adalah tuan Zaki dan pengawalnya.


kakek Lu segera menyambut Zaki bahkan semua orang datang seperti ingin menjilat nya.


setelah Zaki duduk semua tamu yang hadir langsung duduk di posisinya masing masing.


kakek Lu naik ke atas panggung " terima kasih untuk semua tamu undangan yang telah hadir, acara ini sengaja kami buat sebagai tanda terima kasih kepada glory group karna bersedia untuk bekerja sama dengan perusahaan kami" para tamu undangan yang hadir terlihat kagum kepada keluarga Lu karna bisa bekerja sama dengan perusahaan terbesar di kota ini.


"kami juga akan mengumumkan pemimpin dalam proyek ini dan juga akan menjadi direktur baru perusahaan konstruksi kami".


Shinta terlihat gugup karna pertama kalinya baginya berdiri di depan semua orang sebagai direktur perusahaan Lu dan juga sebagai pemimpin proyek kerja sama ini, setelah sekian lama ia sering di permalukan.


semalaman Shinta merangkai kata kata apa saja yang dia ucapkan setelah tampil ke depan tapi tetap saja ia tampak gerigi.


"tenang saja kamu pasti bisa" Evan meyakinkan Shinta bahwa ia mampu, sambil tersenyum lembut kepadanya.


Shinta yang tadinya gugup entah kenapa mendengar perkataan Evan sedikit demi sedikit ia mulai tenang. kakek Lu pun mengumumkan siapa yang akan menjadi pemimpin proyek ini dan sebagai direktur baru perusahaan konstruksi keluarga Lu.


TERUS DUKUNG AUTHOR YA DENGAN MEMBERIKAN LIKE TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2