
"kamu harus paham kami berdua sudah tua, kamu ingin menikmati masa tua kami" ucap memei sangat jelas di benaknya bahwa ia menginginkan menantu yang kaya.
"bagaimanapun kalian harus segera bercerai titik" robi menambahkan.
"pokoknya aku tidak akan menceraikan Evan" memei masih terus bersikeras karna memei sebenarnya juga sudah jatuh hati kepada Evan.
Evan mendengar Shinta yang selalu membelanya ia merasa sangat senang. tapi hal itu juga yang membuatnya sulit untuk memberi pelajaran dan hukuman kepada memei dan robi ia takut Shinta akan sedih.
Shinta menarik Evan berjalan masuk menuju kamar.
"aku tidak perduli yang jelas besok akan ada anak dari temanku kamu ingat besok selesai bekerja langsung pulang" teriak memei kepada Shinta.
Shinta seolah tidak perduli dan semakin mempercepat langkah kakinya.
Shinta membuka pintu kamar membawa Evan masuk dan mengunci pintunya.
"Evan akau minta maaf atas semua perkataan ke dua orang tuaku" ujar memei sangat merasa tidak enak kepada Evan yang selalu saja di remehkan.
"tidak apa-apa aku sudah terbiasa" Evan masih terus tersenyum kepada shinta.
Shinta pun juga tersenyum kepada Evan dulu pertama kali menikah dengan Evan ia juga sedikit menyesali tapi sekarang tampaknya hatinya sudah luluh oleh Evan.
esok hari seperti biasa Evan mengantar Shinta untuk pergi bekerja, waktu berlalu begitu cepat sudah waktunya Shinta pulang kerja Evan berangkat menjemputnya.
di halaman rumah memei sebuah mobil Ferarri seri 2 baru saja tiba bisa di pastikan bahwa yang datang adalah Tina dan Riyan.
"tok tok tok" suara pintu rumah, memei dengan segera datang untuk membuka pintu. memei dan robi sudah sembari tadi bersiap menunggu Tina dan Riyan.
ketika memei membukakan pintu terlihatlah dua orang, yang pertama seorang wanita paruh baya mengenakan pakaian yang mahal dengan tangan terdapat banyak gelang emas juga anting anting dengan bandul emas sebesar buah kelereng itu adalah Tina.
di sebelahnya ada lelaki cukup muda tidak terlalu tinggi dan agak gemuk menggunakan jas yang terlihat sangat mahal serta memakai rantai kalung emas yang besar seperti rantai anjing.
memei dan robi sangat terpesona melihat kilauan-kilauan emas itu tampak sangat bersinar. memei sangat puas tidak sia sia ia ada keinginan untuk menjodohkan Shinta dengannya.
"mari masuk jangan sungkan sungkan" ujar memei lembut.
Tina dan Riyan segera masuk mereka duduk di ruang tamu dan mulai asik mengobrol.
__ADS_1
"oh ya katanya kamu mempunyai anak perempuan yang cantik" ujar Tina.
"oh anakku sebentar lagi juga akan tiba, ia dalam perjalanan pulang bekerja" jawab memei.
tidak lama kemudian Shinta dan Evan sudah sampai di rumah mereka melihat sebuah mobil Ferarri terparkir di halaman rumah. Shinta mengingat bahwa mobil ini bisa jadi adalah teman memei yang hari ini akan datang. Shinta dan Evan mulai melangkah masuk ke dalam rumah semua pandangan mata mengarah kepada mereka.
"nah itu dia anak perempuan ku" ujar memei.
"wah benar benar Sangat cantik sekali" ucap Tina.
Riyan yang melihatnya langsung seketika jatuh hati kepada Shinta. sebelumnya juga ia sudah pernah mendengar kecantikan cucu dari keluarga Lu, tapi ketika melihat nya langsung ternyata memang benar bak seorang bidadari. ia tidak mempermasalahkan jika ia sudah menikah.
Riyan yang terus melihat ke arah Shinta tidak mengedipkan matanya sama sekali Evan yang melihatnya merasa jengkel dan risih.
"anakmu sangat cantik tapi sayang suaminya seperti parasit" sebelumnya juga Tina pernah mendengar bahwa cucu keluarga Lu di nikahkan oleh lelaki yang menumpang hidup sehingga menjadi gosip yang tersebar.
"sudah jangan di pikir sebenarnya aku juga menginginkan mereka cepat bercerai" ujar memei.
Shinta merasa sangat tidak enak kepada evan sudah jelas bahwa mereka sedang mempermalukan Evan.
Riyan masih terus menatap Shinta ia mulai mengedipkan matanya bermain mata kepada Shinta. Shinta pun mulai meras risih dan risau.
"plak" suara tamparan yang sangat keras.
Evan menampar Riyan dengan keras menggunakan tangan kanan sementara tangan kirinya memegangi kerah jas dari Riyan. Evan sebelumnya masih masa bodo menjelekkannya tapi jika soal istrinya tentu ia akan melakukan apa saja.
orang orang sangat kaget melihat Evan sebagai menantu tidak berguna berani menampar Riyan.
Riyan yang kaget segera melepaskan diri dan memegangi pipinya yang memerah dan membengkak.
"sial apa yang kamu lakukan" ujar Riyan.
"kurang ajar berani sekali kamu memukul anakku" Tina marah dan tidak terima.
"Evan sialan kamu cepat minta maaf" ujar memei.
"kamu berani sekali apa kamu tidak sadar siapa dirimu" ucap robi.
__ADS_1
"Evan lebih baik kamu meminta maaf aku tidak ingin kamu mendapatkan masalah" ucap Shinta khawatir kepada Evan, ia takut masalahnya bisa menjadi panjang apalagi Riyan bukanlah orang yang bisa di singgung Evan.
"jika kamu mau berlutut dan meminta maaf aku rasa aku bisa memaafkanmu" ujar Riyan sembari membetulkan jasnya. ia pikir jika Evan berlutut itu cukup sepadan untuk membalas tamparan barusan. itu bahkan akan lebih sangat memalukan dan jelas ia akan semakin merasa berkuasa.
Evan mendekati Riyan perlahan-lahan Riyan merasa senang dan bangga.
"ternyata memang menantu sampah" ucapnya dalam hati.
ketika Evan sudah tiba di depannya Riyan mulai akan tersenyum.
"bak" sebuah tendangan keras dari Evan menghantam perut dari Riyan. Riyan jatuh ke lantai dengan kesakitan memegangi perutnya.
"sialan aarrkk" ujar Riyan menjerit.
Evan mendekati Riyan yang sedang terbaring di lantai.
"jika kamu masih berani menggoda istriku aku akan pastikan hidupnya akan jauh lebih menderita dari pada kematian mu" ujar Evan Dengan tatapan dingin.
memei dan robi yang melihatnya seperti tidak percaya bagaimana mungkin menantu tidak bergunanya berani berbuat seperti ini.
Tina mendekati Evan dia mengayunkan tangannya hendak menampar Evan.
Evan dengan cepat menangkap tangan Tina dan mengayunkan tangannya kembali menampar Tina.
"plak" suara tamparan membuat Tina jatuh ke lantai.
Tina menjerit kesakitan ia merasa sangat terhina sekarang.
"berani sekali kamu menampar ibuku" ujar Riyan tetapi tidak brani mendekati Evan karna ia sadar bukan tandingannya.
"Evan kamu sudah sangat kurang ajar jika kamu tidak segera meminta maaf maka kamu segera angkat kaki dari rumah ini" teriak memei.
"jika Evan pergi maka aku juga akan pergi" Shinta menimpalinya.
Tina merasa sangat di permalukan ia mengeluarkan hp nya dan menghubungi suaminya.
"halo suamiku kamu sedang berapa di mana, aku sedang di tindas oleh seseorang"
__ADS_1
"siap yang berani melakukannya" terdengar suara dari hp Tina.
Tina menceritakan apa yang terjadi dan mengirimkan alamat kepada suaminya.