Menantu Super Kaya

Menantu Super Kaya
episode 17 "perhiasan menembus gelap malam"


__ADS_3

akan tapi Evan sekarang adalah orang yang super kaya dia ingin membahagiakan istrinya.


Evan meraih tangan Shinta membawanya menuju toko itu.


"Evan apa yang kamu lakukan" Evan membawa Shinta berjalan mengarah ke toko tersebut.


Evan menoleh kepada Shinta "tidak apa apa kita hanya melihat lihat saja".


sesampainya di dalam toko Shinta merasa takjub pakaian yang ad di toko sangat indah dengan kwalitas terbaik. sementara Shinta pergi melihat lihat Evan berjalan menemui penjaga toko Evan berkata bahwa istrinya sangat sederhana jadi Evan ingin agar pelayan memberikan diskon pada setiap pakaian yang Shinta inginkan, sembari Evan memberikan sebuah kartu ATM.


penjaga toko itu mengerti maksud Evan "baik tuan saya akan melakukan yang terbaik".


Shinta memegang sebuah baju di lihat dari ekspresi nya ia sangat menyukainya.


"selamat sore nona ada yang bisa saya bantu" sapa penjaga toko dengan ramah.


Shinta melihat ke arah penjaga toko "Hem saya hanya melihat lihat".


"nona sangat tepat baju yang ad pegang itu adalah baju terbaik di toko kami"


Shinta yang mendengarnya melihat label yang ada di baju sontak terkejut ternyata baju ini seharga 250 juta.


"wah baju ini sangat bagus tapi ku rasa saya kurang cocok untuk mengenakannya" sebenarnya baju itu sangat bagus Shinta sebagai seorang wanita mana mungkin tidak menginginkannya, akan tetapi harganya ia sadar bahwa baju itu sangat mahal sekali dia tidak mampu membelinya, Shinta ingin meletakan baju itu kembali.


"nona toko kami sekarang sedang mengadakan diskon 50 persen untuk pakaian ini"


Shinta sedang berpikir jarang sekali ada pakaian sebagus ini sedang diskon 50 persen tapi setelah di hitung nya harganya masih 100 juta lebih masih terlalu mahal.


kariawan tadi berpikir ternyata benar yang di katakannya bahwa nyonya ini sangat sederhana suaminya sangat kaya mana mungkin ia tidak mampu membeli.


kariawan itu tidak mengetahui bahwa Evan menyembunyikan kekeyaan nya dari istrinya.


Shinta meletakan baju itu kemudian hendak menghampiri Evan untuk pergi membeli baju di toko lain yang biasa saja.


sebelum Shinta sempat melangkah Kariawan berkata "saya baru mendapatkan kabar bahwa anda adalah tamu ke seribu dalam sebulan ini toko ini mempunyai suatu aturan di mana bila ad seseorang mendapatkan penghargaan sebagai tamu ke seribu kami akan memberikan diskon 95 persen untuk pakaian yang ia inginkan".


mendengar kata katanya Shinta segera mengecek jumlah harganya hanya belasan juta ia sangat terkejut bukankan ini perbedaan harga yang sangat jauh.


"apakah apa yang anda katakan ini benar" Shinta merasa sedang berada dalam mimpi.


"tentu saja nona jika anda ingin membelinya sekarang saya akan membungkuskan nya".

__ADS_1


Shinta sangat senang ini adalah kesempatan bagus " baik saya akan membelinya" Sinta memberikan kartu ATM nya.


"baik tunggu sebentar nona saya akan membungkusnya" penjaga toko toko itu membawa baju dan kartu ATM untuk melakukan transaksi nya.


tidak lama kemudian penjaga toko itu menyerahkan baju yang sudah terbungkus rapi dan kartu ATM nya.


"terima kasih nona telah berbelanja di toko kami".


Shinta segera pergi menemui Evan dengan perasaan senang.


"kenapa kamu sangat senang" tanya Evan kepada Shinta.


"hari ini aku sangat beruntung tiba tiba aku terpilih sebagai tamu ke seribu di toko ini".


"terus bukankah itu sangat bagus" Evan pura pura tidak tau kejadian yang sebenarnya.


"kamu lihat baju yang ku bawa ini ternyata harganya sangat mahal 250 juta tapi karna aku menjadi tamu ke seribu, toko ini memberikan diskon 95 persen, jadi aku hanya perlu membayar 13 juta saja. tidak kah ini aneh menurutmu".


"bukan kah itu bagus kamu sangat beruntung" ujar Evan sambil senyum tipis.


"aku hari ini sangat senang sekali" Shinta melihat ke Evan dengan senyum manis menawan, Evan yang melihatnya sangat terpana.


"bagaimana mungkin untung saja baju ini diskonan jika tidak aku tidak mampu membelinya apa lagi celana di sini pasti sangat mahal".


"mungkin saja masih bisa mendapatkan diskon juga" Evan sengaja berbicara dengan keras sembari memberi kode kepada penjaga toko itu.


benar saja penjaga toko itu mengerti apa maksud Evan ia segera mendatangi Shinta.


"nona saya lupa memberi tau anda bahwa anda bisa membeli lebih dari satu barang dengan diskon 95 persen".


Shinta yang mendengar nya serasa tidak percaya keberuntungannya hari ini benar benar besar.


"kalo begitu Evan pergi sebentar ke sana memilih celana" Shinta tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, ia segera pergi di ikuti oleh penjaga toko itu.


setelah memilih milih Sinta mendapatkan celana yang ia suka seharga 10 juta setelah diskon, padahal harga aslinya 200 juta. ia sangat senang hari ini.


setelah itu Evan dan Shinta pergi meninggalkan toko itu.


"terimakasih tuan dan nona hati hati di jalan".


setelah berbelanja mereka duduk di kursi di dalam mall itu.

__ADS_1


Evan melihat ada sebuah toko es krim "Shinta apa kah kamu mau makan eskrim.


"boleh" jawab Shinta sambil mengangguk memainkan ponselnya.


"oke tunggu sebentar ya akan membelinya"


Evan membeli es krim dengan rasa coklat karna Shinta sangat suka dengan coklat.


Shinta asik memainkan hp nya, tidak lama Evan datang dengan membawa dua buah es krim.


"ini untukmu rasa coklat" ujar Evan


"terima kasih" bagaimana Evan tau bahwa aku menyukai coklat apa mungkin hanya sebuah kebetulan.


Evan sangat paham apa yang di sukai istrinya dan apa yang tidak di sukai karna Evan selama menikah selalu memperhatikan istrinya dengan baik menyayangi dalam sepi tapi Shinta tidak pernah menyadarinya.


Shinta menikmati eskrim sambil memainkan ponsel hingga pipinya terkena es krim.


Evan yang melihatnya memanggil Shinta "Shinta sebentar lihat ke sini" Evan mengelap es krim di pipi Shinta dengan tisu.


Shinta merasa terharu kepada Evan mukanya memerah Evan pun merasakan perasaan yang sulit di jelaskan mereka berdua diam terbawa susana sebelum akhirnya mereka sadar.


"hem Shinta dari tadi aku lihat kamu sibuk bermain hp sebenarnya apa yang sedang kamu lihat" Evan memperhatikan Shinta yang mengotak ngatik hpnya sekalian Evan ingin mencairkan suasana atas kejadian barusan.


"tidak kah kamu tau perusahaan perhiasan terbesar di kota ini perusahaan lington sedang memamerkan sebuah kalung yang di rancang khusus oleh disainer Mariam dari Italia kalung ini hanya ad 5 buah di dunia dan salah satunya ada di toko perusaan lington" benar saja berita kalung ini menjadi topik pencarian paling atas di internet, para wanita sangat mendambakan kalung ini.


"apakah kamu menyukainya Shinta" tanya Evan jika istrinya menyukai nya maka Evan dengan senang hati membelikannya.


"kalung itu di beri nama kalung permata aster yang memiliki arti cahaya yang menembus gelapnya malam, tentu saja semua wanita menginginkankannya".


"jika kamu menginginkannya aku bisa membelikannya untukmu" tanya Evan dengan senyum.


"kamu tidak usah bercanda itu tidak lucu mana mungkin kamu bisa membelinya, belum lama ini kalung permata aster ini di lelang di kota B dengan harga 25 miliar bahkan jika kita menjual seluruh barang keluarga kita juga tidak bisa untuk membelinya".


"mungkin suami cukup kaya untuk membelinya" ujar Evan.


"sudahlah lupakan saja kamu jangan banyak bermimpi, sudah cukup bagiku untuk mengagumi bukan berarti harus memilikinya".


di lihat dari ekspresi Shinta melihat kalung itu tampak sekali ia sangat menyukainya, rasa kagum dalam diri Shinta terlihat sangat jelas, cuma Shinta tidak mau menyampaikan kepada Evan kemudian ia segera menutup hp nya dan memasukannya ke dalam sakunya.


Mari bantu author ya untuk terus berkarya dengan memberikan like terima kasih

__ADS_1


__ADS_2