Menantu Super Kaya

Menantu Super Kaya
episode 31 "minta maaf"


__ADS_3

"sialan apakah kalian tahu ini Ferarri seri terbaru dan aku belum sebulan memakainya apa kalian pikir dengan 50 juta bisa untuk memperbaikinya" bentak katarina.


"lalu berapa kami harus mengganti rugi nya" tanya memei yang gugup.


"500 juta tidak kurang jika kalian tidak mampu membayarnya jangan harap kalian bisa pergi dari sini" katarina menyilang kan tangannya di dada.


"lebih baik kalian segera berpikir bagaimana cara mendapatkan uang atau kalian akan menderita" Ridwan juga ikut membentak.


"memei bagaimana ini habislah kita 500 juta sangatlah banyak" ujar Rini.


Nova tidak bisa berkata lagi wajahnya juga sudah mulai pucat ia juga mengerti bahwa kali ini mereka berada dalam masalah yang sangat besar.


"tuan bukankah mobil ini hanya lecet sedikit saja kenapa bisa sampai 500 juta" tanya memei.


"apakah kamu tau ini mobil apa ini Ferarri, dan juga ini masih baru" jawab Ridwan sudah sangat marah.


"lebih baik kalian menghubungi keluarga kalian suruh mereka membawakan uang sebelum kami memanggil polisi dan membuat kalian sangat menderita di penjara" seru katarina.


satu satunya orang yang terpikirkan dan menjadi harapan memei adalah menghubungi Shinta, bagai manapun Shinta telah menjadi pemimpin di perusahaan Lu setelah bekerja sama dalam proyek glory group tentu dia bisa mendapatkan uang 500 juta itu.


"halo Shinta kamu sedang berada di mana" tanya memei terburu buru dan cemas.


"aku sedang berada di perusahaan bu ada apa" tanya Shinta.


"aku sedang ada masalah mobil ibu menyenggol sebuah mobil Ferarri baru dan orangnya meminta ganti rugi 500 juta".


"apa 500 juta itu banyak sekali Bu" Shinta terkejut.


"bukankah kamu sudah menjadi pemimpin proyek seharusnya kamu punya uang segitu kan".


"maaf ma aku tidak punya aku hanya punya tabungan 200 juta saja" Shinta memang manjadi pemimpin tapi bukan berarti ia mempunyai banyak uang karna uang yang ada adalah uang perusahaan jika ia mengambilnya dan di ketahui oleh kakek Lu maka habislah sudah.


"aku tidak mau tau bagaimana pun kamu harus mendapatkan uang segitu atau kamu tega melihat ibu di penjara".


"bagaimana aku mencarinya Bu lebih baik aku ke sana terlebih dahulu mana tau masih bisa di negosiasikan.


memei mengirimkan alamat nya kepada Shinta ia juga berharap Shinta dapat membantu nya menyelesaikan masalah ini.


Shinta mematikan telepon dan segera pergi meninggalkan kantor menggunakan taksi.

__ADS_1


sesampainya di sana Shinta segera menghampiri memei yang terlihat pucat, Shinta melihat ke arah mobil yang lecet itu, dilihatnya Ferarri keluaran terbaru menjadi lecet karna ulah ibunya.


"tuan dan nyonya saya minta maaf atas kesalahan ibu saya tuan dan nyonya adalah orang besar saya harap tuan dapat melepaskan kami" Shinta menundukkan kepalanya memohon.


"kamu anaknya lebih baik segera Carikan 500 juta aku tidak mau berbelit Belit lgi" Ridwan hendak menelpon polisi.


tiba tiba Evan datang ia dari tadi belum pergi dari mall itu karna belum mendapatkan taksi kemudian ia mendengar keributan sehingga ia penasaran untuk melihatnya tapi siapa yang menyangka memei terlibat di dalamnya.


"Shinta istriku ada apa" tanya Evan.


Ridwan mendengar seseorang berbicara kepada Shinta belum sempat telepon nya tersambung ke kantor polisi.


"prak" telepon itu jatuh ke bawah.


bagaikan melihat setan Ridwan menjadi sangat gugup ia melihat Evan.


"suamiku tadi ibu menyenggol mobil itu hingga lecet sehingga orangnya meminta ganti rugi 500 Juta".


"untuk apa kamu ke sini apa kamu bisa membantu kami" bentak memei.


"benar siap pasti karna anak ini kita hari ini mendapat sial" ujar Rini dan Nova.


tapi kenapa dia justru di hina oleh mereka apa mereka sudah bosan hidup.


Evan tidak menggubris ucapan memei dan teman temannya.


"tenang saja istriku aku akan coba berbicara kepada mereka" Evan mulai mendekati Ridwan dan katarina.


belum sempat Evan berbicara ia melihat bahwa mereka berdua tampak pucat dan juga kakinya bergetar.


tiba tiba kedua orang itu langsung menundukkan kepalanya memberikan hormat seraya berkata secara pelan yang hanya bisa di dengar oleh Evan.


"tuan maafkan kami yang tidak punya mata kami tidak tau bahwa mereka adalah keluarga tuan" ujar Ridwan dan katarina bersama sama.


evan sebenarnya dari tadi sudah memperhatikan wajah dari mereka seperti tidak asing dan pernah bertemu sebelumnya.


"kalian siapa kenapa hormat kepadaku" tanya Evan.


"tuan muda ye kami mengenal anda dengan jelas sebelumnya tuan Zaki telah mengenalkan anda". ujar Ridwan dengan bibir bergetar.

__ADS_1


Evan akhirnya mengingat bahwa mereka salah satu yang hadir pada acara perjamuan itu.


"saya harap tuan tidak marah kepada kami yang bertindak kasar kepada keluarga tuan".


Evan sebenarnya cukup terhibur melihat memei yang ketakutan seperti itu andai saja Shinta tidak ada tentu saja ia akan sangat menikmatinya.


"tidak apa apa aku harap kalian dapat merahasiakan identitas ku Karna mereka tidak mengetahuinya".


kedua orang itu sangat senang mendengar ucapan Evan mereka berpikir Evan akan menghukum mereka setelah apa yang terjadi.


"terima kasih tuan kalau begitu kami ijin pergi dulu".


mereka berdua segera pergi dengan perasaan yang lega.


Shinta memei Nova dan Rini heran apa yang di katakan Evan kenapa seperti nya mereka sangat menghormati Evan.


"apa yang kamu katakan mengapa mereka pergi dan melepaskan kita" tanya memei dengan heran.


tetapi Evan tidak menjawabnya sama sekali.


"Evan mengapa mereka melepaskan kita" tanya shinta.


" mereka adalah kakak kelasku dulu dulu mereka adalah orang yang susah aku sering berbagi makanan kepada mereka kini mereka sudah kaya jadi mereka tidak mempermasalahkan hal tadi". Evan berbicara sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


mendengar perkataan Evan Shinta mau tidak mau percaya karna memang masuk akal.


"kamu beruntung saja aku kira apa" ujar memei dan kawan kawannya.


Shinta mendengar ucapan ibunya kepada Evan yang telah membantu mereka bukannya berterima kasih justru malah seolah olah masalah ini bukan perbuatannya Shinta merasa tidak enak dan merasa malu.


memei dan teman temannya kembali masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Evan dan Shinta.


"Evan maafkan perkataan ibuku kepadamu"


"tidak apa aku sudah terbiasanya mendengarnya".


"tetapi ia kadang sangat keterlaluan" Shinta merasa sangat bersalah.


"yang lebih salah adalah aku kenapa aku terlalu mencintaimu sehingga mengalahkan rasa marahku kepada ibumu" Evan merangkul Shinta.

__ADS_1


kata kata Evan membuat hati Shinta berdegup kencang entah sejak kapan Shinta merasa nyaman dalam rangkulan Evan.


__ADS_2