
malam itu terasa begitu indah bagi Evan walaupun Shinta sedang dalam kondisi mabuk tetapi ia terlihat sedikit sadar. ini adalah ke dua kalinya mereka melakukan hubungan layaknya suami istri.
esok pagi Shinta terbangun lebih dulu ia melihat Evan yang berbaring di sebelahnya dengan tidak memakai pakaian dengan dada sampai leher ada bekas bibir.
Shinta melihat dirinya yang juga tidak memakai pakaian menjadi terkejut dan mencoba mengingat ingat kejadian semalam.
beberapa saat Evan juga sudah terbangun
"kamu sudah bangun" tanya Evan.
"apa yang terjadi semalam" tanya shinta kepada Evan dengan malu.
"semalam kamu mabuk dan menarikku" ujar Evan.
Shinta akhirnya ingat apa yang terjadi semalam sungguh memalukan bagaimana mungkin ia meninggalkan bekas di leher Evan ujarnya dalam hati seraya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
suasana menjadi canggung seketika
"Shinta akau pergi mandi dulu" ujar Evan.
di kamar mandi Evan sangat senang serasa ingin mengajak Shinta untuk mabuk setiap hari.
Shinta juga tidak mempermasalahkan karna memang ia yang memulainya terlebih dahulu dan juga mereka adalah suami istri yang sah, Shinta juga terlihat sudah menerima Evan.
selesai mandi Evan keluar dari kamar mandi
"oh ya besok ada pesta di gubernur apa kamu ada mendengarnya" tanya Evan.
"iya aku mendengarnya"
"aku dengar jika warga masyarakat bisa datang ke tempat itu"
"iya akau juga tahu"
"apa kamu mau datang" tanya Evan
"aku rasa aku tidak tertarik aku besok ingin istirahat lebih awal jika kamu tertarik bisa datang sendiri" ujar Shinta.
"oke baiklah".
beberapa waktu kemudian esok hari tibalah waktu pesta itu. rumah terlihat sepi karna memei dan robi sudah berangkat ke pesta itu tanpa sepengetahuan Evan dan Shinta.
__ADS_1
Evan sudah bersiap-siap berangkat hanya Shinta yang sedang istirahat di rumah. sebenarnya Evan memang berharap Shinta tidak mau ikut.
sebelumnya Evan menerima pesan dari kakaknya Dewi bahwa ia akan menghadirinya dan mengajak Evan untuk datang bersama.
Evan berangkat menuju simpang jalan rumahnya untuk menunggu jemputan dari kakaknya.
tidak lama berselang beberapa barisan mobil royce roll telah tiba Evan segera naik ke dalam mobil.
di tempat Albert pesta sudah di mulai para tamu dan orang orang sudah sangat ramai begitu juga memei dan robi.
memei dan robi tidak bisa menahan kekagumannya pesta ini begitu meriah dan juga sangat mewah.
terlihat putri Albert bernama Andini begitu cantik dengan mengenakan gaun berwarna merah membuat banyak pria muda tidak berhenti untuk terus menatap.
"ayah kenapa tuan ye belum juga datang" tanya Andini
"sabar mungkin sebentar lagi akan tiba karna kemarin aku sendiri yang mengundangnya" jawab Albert yang sembari dari tadi juga terus menunggu.
beberapa saat kemudian rombongan mobil royce roll telah tiba di kediaman Albert. Albert dan Andini segera keluar untuk menyambut mereka.
para tamu undangan merasa sangat kagum ini pertama kalinya mereka melihat banyak mobil royce roll yang begitu mewah dan juga sangat mahal tidak terkecuali memei dan robi yang juga melihat dari kejauhan.
beberapa pengawal berbadan besar dari mobil paling depan segera turun untuk mengamankan layaknya pasukan khusus hal ini membuat para tamu undangan bertanya tanya siapa sebenarnya orang yang berapa di dalam mobil.
Dewi keluar dari dalam mobil dengan segera Albert dan Andini menyambutnya seraya memberikan hormat. Albert mengetahui bahwa Dewi adalah kakak Evan pada saat ia menghadiri acara pertemuan sebelumnya yang mengenal Evan kepada seluruh bos dan pejabat di kota amster.
Dewi keluar dari mobil dengan menggunakan gaun berwarna biru dengan memakai kaca mata hitam.
memei yang dan robi yang melihat dewi dari kejauhan langsung terkejut.
"suamiku bukannya itu wanita yang menindas kita tempo hari" ujar memei menunjuk ke arah Dewi.
robi mencoba memperhatikan dan mengingat ngingat
"benar tidak salah lagi" robi mulai merasakan ketakutan.
walaupun jarak mereka cukup jauh dan juga sedikit terhalangi oleh banyaknya orang tetapi memei dan robi sangat jelas mengenali Dewi.
"gawat sepertinya dia bukan orang biasa bahkan gubernur saja memberikan hormat kepadanya" ujar robi kakinya mulai gemetaran.
"lebih baik kita segera pergi saja sebelum ia melihat kita" ujar memei yang raut wajahnya tampak pucat.
__ADS_1
memei segera menarik robi dengan cepat mereka tergesa-gesa meninggalkan tempat itu bersamaan Evan yang keluar dari dalam mobil.
Evan keluar dan memei serta robi pergi jadi mereka tidak sampai bertemu.
Evan kali ini hanya menggunakan pakaian yang sederhana tetapi tetap terpancar wajah tampannya membuat Andini terus menatapnya nya.
kemudian mereka masuk ke dalam rumah acaranya sangat meriah dan ramai sekali. Andini selalu memepet Evan tetapi Evan tidak memperdulikan nya sama sekali.
beberapa jam kemudian pesta telah selesai Evan dan Dewi pergi meninggalkan tempat itu.
di dalam mobil menuju arah kembali
"dik aku akan kembali besok" ujar Dewi.
"kapan kakak akan ke sini lagi" tanya Evan agk terlihat sedikit sedih.
"ha kamu tunggu saja" jawab Dewi.
tidak lama mereka sudah hampir sampai kemudian Dewi menurunkan Evan di simpang rumah. Evan berjalan menuju rumah dan langsung masuk menuju kamar ia melihat shinta yang sudah berbaring di kasur.
"kenapa kamu belum tidur" tanya Evan melihat shinta masih belum tidur walau sudah larut malam.
"entah kenapa aku tidak bisa tidur sebelum kamu datang" ujar Shinta yang memakai pakaian tidur tipis hampir membuat tubuhnya tembus pandang.
"kalo begitu bolehkah aku untuk memelukmu sampai tertidur" kini Evan sudah semakin berani bersikap layaknya suami istri yang sebenarnya.
"oke baiklah" jawab Shinta yang terlihat sudah bisa menerima Evan sebagai suaminya.
Evan memeluk Shinta dengan sangat lembut ia juga membelai rambutnya. Shinta merasakan kehangatan dari pelukan Evan juga tubuh Evan yang semakin panas serta ada sesuatu yang aneh mengenai pantat Shinta.
"apakah kamu sangat ingin melakukannya" tanya shinta menyadari Evan sedang berusaha keras menahan nafsunya.
Evan terkejut mendengar kata-kata Shinta ia sudah berusaha dengan keras menahannya tetapi tampaknya Shinta telah memberikannya kode.
"apa kah boleh istriku" tanya Evan berharap sekali.
"kamu harus perlahan-lahan melakukannya" ujar Shinta.
dengan segera Evan membalik tubuh Shinta dengan perlahan-lahan Evan melakukannya.
satu bulan kemudian kerja sama antara glory group dan perusahaan Lu telah memberikan banyak keuntungan untuk keluarga Lu sehingga kakek Lu mengundang seluruh anggota keluarga untuk k berkumpul di tempatnya dan merayakannya.
__ADS_1
pagi hari Shinta tidak berangkat bekerja karna ia sedang tidak enak badan sedangkan seperti biasa Evan sedang pergi berbelanja sayuran.