
sementara Shinta hanyut dalam suasana sangat nyaman di dalam rangkulan Evan yang begitu lembut.
"Shinta hari masih sore bagaimana jika kita pergi jalan jalan ke taman bermain" Evan berbicara sambil tersenyum tangan menggaruk kepalanya yang tidak terlalu gatal. bagai mana juga di ingin membawa istrinya senang senang untuk melupakan hal yang terjadi barusan.
Shinta pipinya berubah menjadi merah pikirannya sedikit mengarah bahwa mungkin Evan sedang mengajaknya untuk pergi berkencan.
jantung Shinta semakin berdebar debar dahulu ketika baru saja menikah tidak pernah ada rasa perasaan seperti ini akan tetapi semakin lama semakin terasa bahagia.
"Hem baik lah" ujar Shinta.
Evan menyetop sebuah taksi ia membukakan pintu untuk Shinta. setelah Shinta masuk ke dalam mobil barulah Evan juga ikut masuk.
"pak antar kan kami ke taman bermain starlis" ujar Evan.
"baik pak taman itu memang tempat yang baik untuk pasangan pergi berkencan" ujar sopir itu.
mendengar ucapan sopir itu Evan dan Shinta pipinya sama sama memerah dan juga mulai canggung.
taman bermain starlis adalah taman bermain terbesar di kota amster. hampir segala jenis permainan ada di tempat ni, banyak tersedia makanan dan minuman yang enak, bahkan di dalamnya juga ada pusat perbelanjaan yang mewah.
setibanya di sana Evan membeli dua buah tiket. mereka segera masuk ke dalam suana di sana sangat ramai sekali banyak anak-anak banyak pasangan muda mudi hampir semua orang tertawa bahagia. juga terlihat banyak sekali pasangan pria wanita seperti apa yang di katakan sopir tadi.
mereka mencoba berbagai macam permainan Evan dan Shinta sangat senang dan bahagia, mereka terlihat seperti pasangan suami istri yang bahagia dan saling mencintai.
"bagaimana jika istirahat duduk sebentar" Evan menunjuk ke sebuah bangku kursi yang berada di bawah pohon.
"oke baiklah" jawab Shinta yang juga sedikit lelah.
setelah mereka duduk sebentar Evan melihat ke arah penjual minum.
"aku pergi beli minum sebentar ya, kamu mau minum apa" tanya Evan.
"apa saja" jawab Shinta.
Evan segera beranjak dari tempat duduknya menuju ke arah penjual minuman itu. ia memesan dua gelas air teh dingin, air teh dingin dapat menyegarkan dahaga pikir Evan.
__ADS_1
Evan kembali dengan membawa dua gelas air teh dingin, ia memberikannya satu gelas kepada shinta sembari Evan kembali duduk.
Shinta meminum air teh dingin itu dengan memakai sedotan, Evan melihat ke arah Shinta dengan sedikit keringat di kening Shinta serta suara air yang masuk ke tenggorokan Shinta terdengar oleh Evan, Evan melihat istrinya sangat cantik hingga ia tidak bisa berhenti menatapnya membuat jantungnya berdegup kencang sampai ia menjadi bengong hingga air teh dingin yang ada di tangan Evan terjatuh ke tanah.
Shinta menoleh ke arah Evan "ada apa Evan" tanya shinta.
Evan agak malu karna ia memandangi Shinta hingga membuat minumnya jatuh ke tanah. belum sempat Evan berbicara, Shinta menyodorkan air teh dinginnya ke pada Evan.
"kamu minum punyaku saja, aku sudah meminumnya tadi sebagain jadi aku sudah tidak haus lagi" ujar Shinta.
bagai mana bisa ini agak aneh jika ia meminum air itu menggunakan sedotan yang sama dengan Shinta bukannya ini merupakan ciuman tidak langsung pikirnya. hal ini membuat wajah Evan memerah.
"wajahmu mengapa memerah" tanya shinta, ia tidak memikirkan sama sekali tentang ciuman tidak langsung yang di pikirkan Evan. Shinta berpikir bahwa Evan haus jadi ia harus berbagi.
Evan meminum air itu dengan gugup sangat jelas terasanya baginya bekas bibir shinta di sedotan itu. Shinta yang sembari melihatnya minum membuat Evan tak kuasa hingga tersedak air.
"tidak usah buru-buru minumnya" ujar Shinta dengan senyum.
Evan tidak bisa berkata-kata hanya tersenyum dan malu.
"baiklah ayo kita pergi ke sana" Evan beranjak dari tempat duduknya sembari menggandeng tangan Shinta. Evan tanpa sadar dan dengan reflek mengandeng tangan shinta.
Shinta agak terkejut tidak bisa di pungkiri perasaan mulai tumbuh perlahan lahan.
Evan merasakan tangan shinta sangat lembut, Shinta juga merasakan tangan Evan yang bergetar.
Evan dan Shinta naik ke komedi putar setiap sampai pada puncak yang tertinggi komedi putar akan berhenti beberapa saat dan setiap pasangan yang berada di puncak bisa mengajukan keinginannya, hal itu sudah menjadi mitos di permainan komedi putar.
tibalah Shinta dan Evan tiba di puncak, komedi putar itu langsung berhenti.
"Evan tau kah kamu bahwa di saat ini jika kita mengajukan sebuah keinginan bisa di kabulkan" ujar Shinta.
Evan juga sudah banyak mendengar tentang rumor ini. Evan tiba mengangkat tangannya dan berdoa selesai berdoa ia merangkul tangan Shinta sambil tersenyum.
"Evan apa yang kamu minta" tanya shinta.
__ADS_1
"aku hanya meminta agar kita bisa seperti ini selamanya selalu bersama" jawab Evan.
Shinta terharu mendengar ucapan Evan ingin rasanya Shinta menangis tersedu sedu di pelukannya Evan.
Shinta melepaskan tangan Evan kemudian mengangkat kedua tangannya lalu berdoa.
"Shinta kamu berdoa apa" tanya Evan yang penasaran.
Shinta sedikit malu mengatakannya iapun tersenyum manis.
"pintaku hanya apa yang menjadi doa mu barusan bisa terkabul".
Evan yang mendengarnya juga terharu ternyata Shinta juga mencintainya walaupun keluarga nya sangat membencinya dan terus menghinanya tetapi yang terpenting bagi Evan hanyalah istrinya.
mereka larut dalam kebahagian, Evan kembali meraih pundak Shinta dan hendak berniat mencium keningnya, terlihat Shinta juga sudah mulai memejamkan matanya.
Evan mulai memajukan bibirnya dengan malu malu untuk mencium kening shinta tetapi tiba tiba komedi putar itu kembali berjalan.
hal itu membuat mereka sadar dan membuat suasananya menjadi canggung kembali.
di sisa putaran komedi putar, mereka sama-sama diam tidak berbicara. kedua duanya masih merasa canggung dan bingung untuk berkata apa.
tidak terasa sudah cukup lama mereka bersenang-senang sekarang sudah hampir jam sembilan malam.
di tempat yang agak terbuka dan juga sangat luas banyak pasangan pria dan wanita yang berkumpul di sana sehingga sangat ramai, sehingga banyak orang yang penasaran untuk melihat apa yang terjadi di sana.
Evan dan Shinta juga penasaran kenapa orang orang pada berkumpul di sana sehingga mereka juga ikut pergi ke sana.
tiba-tiba terdengar sebuah suara dari mikrofon yang cukup keras.
"tiga dua satu mulai"
"dor Jedar dor"
suara kembang api yang sangat banyak berwarna warnai sangat cantik dan indah menghiasi langit pada waktu itu. suasana sangat ramai indah dan bahagia.
__ADS_1
hampir semua pasangan di waktu itu saling berpelukan. Evan dan Shinta yang berada di tengah kerumunan melihat di sekelilingnya saling berpelukan juga ikut merasakan kebahagiaan dan juga kecanggungan.