Menantu Super Kaya

Menantu Super Kaya
episode 25 "hadiah mahal"


__ADS_3

Berto memperhatikan Evan melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala tidak ad yang istimewa darinya pikirnya.


"oh ya Berto perkenalkan ini suamiku namanya Evan"


Evan mengulurkan tangannya, akan tetapi Berto malah menggaruk lehernya seolah olah ingin memperlihatkan kalung emas besar yang menggantung di lehernya. Evan merasa sangat canggung.


"aku sudah mengenalmu kamu menantu yang menjadi parasit itu" kata Berto dengan dingin.


Shinta yang mendengarnya ekspresi ny berubah mulai tidak menyukai Berto.


"Shinta apakah kamu tidak menyesal menikahinya" tanya Berto sambil bersandar di mobil ferarinya.


"tidak apa apa ini urusanku" Shinta meraih tangan Evan membawanya masuk.


"dasar sampah suatu saat Shinta akan jadi milikku" ujar Berto ia sangat menyukai Shinta sampai saat ini karna memang Shinta sangatlah cantik.


Evan pergi dengan Shinta tapi dalam hatinya sangatlah geram ingin ia memukulnya sekarang, Shinta merasakan kemarahan Evan jadi Shinta membawanya masuk untuk menghindari masalah, karna ia tau Berto adalah anak dari manager cabang glory group nama ayahnya adalah Eduardo dan mereka bukan orang dapat di singgung oleh keluarga Lu.


di dalam ruangan sudah ramai dengan orang orang yang menghadiri acara tersebut, banyak orang yang memberikan hadiah hadiah mewah tak terkecuali Berto. Berto juga merupakan teman dari Fitri ia memberikan sebuah patung kucing berbalut emas dengan harga sekitar 1 miliar. Fitri yang mendapatkan hadiah ini juga sangat senang banyak para tamu yang kagum terhadap sosok Berto.


"anak muda itu sangat murah hati memberikan hadiah yang begitu mewah" ucap para tamu.


Berto merasa sangat bangga di acara itu, ia melihat ke arah Shinta berharap Shinta juga kagum kepadanya.


akan tetapi Shinta tidak memperlihatkan ekspresi kagum kepada Berto. ia dan Evan menghampiri Fitri.


"Fitri selamat atas pembukaan restoran kalian" ujar Shinta dengan senyum.


"terima kasih Shinta" jawab Fitri.


Evan memberikan sebuah lukisan kepada Fitri lukisan itu tampak biasa saja bagi orang yang tidak mengetahuinya.


Berto yang melihat Evan membawakan sebuah lukisan kuno tentu saja tidak bisa di bandingkan oleh patung emas pemberiannya pikirnya.

__ADS_1


"lukisan apa yang kamu bawa itu tampak sangat kuno apa kamu membelinya di pinggir jalan" ujat Berto.


suara tamu Berto yang begitu keras membuat para tamu undangan mengarahkan pandangan kepada lukisan itu.


terdengar banyak sindiran yang mencemooh lukisan itu.


"bukankah dia menantu sampah yang terkenal itu bahkan ia tinggal di rumah mertuanya dan hanya menumpang makan" ujar salah seorang tamu.


akan tetapi Evan tidak menganggap ucapan mereka ia segera memberikan lukisan itu kepada Fitri.


Fitri yang merupakan sahabat bai dari Shinta juga sedikit kecewa menerima hadiah dari Evan, tetapi ia msih berusaha tersenyum untuk menjaga perasaan Shinta.


tiba tiba Berto kembali berteriak "memang sungguh tak tau malu lebih baik kamu segera pergi ke dapur untuk mencuci piring" ujar Berto sambil menyilang kan tangannya di dada seraya tertawa terbahak bahak.


para tamu lainnya pun juga ikut tertawa mencemooh Evan , Shinta mulai merasa malu seraya menundukkan kepalanya.


Evan sudah mulai sangat marah ia mengepalkan tangannya, ia segera menyingkir ke tempat yang tidak terlalu ramai.


Evan tau bahwa Berto adalah anak dari Eduardo manajer di perusahaannya. Evan yang sudah sangat marah segera menghubungi Zaki.


"benar tuan muda, Eduardo merupakan salah satu manajer kita" jawab Zaki.


"aku mau sekarang juga kamu pecat dia, sampaikan kepadanya bahwa ia harus bisa mendidik anak" Evan berkata dengan nada yang sangat tinggi.


Zaki mendengar nada dari Evan juga merasa sangat takut sudah jelas bahwa anak dari Eduardo sudah membuat nya marah mereka masih beruntung tuan muda Hanya memecatnya bahkan membuat mereka menghilang dari dunia ini juga bukan merupakan hal yang sulit bagi Evan.


"baik tuan muda saya mengerti" jawab Zaki.


Evan matikan telpon dan berjalan masuk ke acra kembali menghampiri Shinta.


orang orang masih saja membahas tentang kejadian barusan sehingga masih terdengar suara ribut ribut.


tiba tiba terdengar suara kaki menuruni tangga tampak sosok seorang pria tua berumur sekitar 50 tahunan dengan penuh wibawa.

__ADS_1


pria tua itu adalah ayah dari Fitri bernama Demian. beliau adalah pengoleksi barang barang antik dengan banyak barang antik di rumahnya.


"ada apa ini begitu ramai" sapa Demian dengan di iringi senyuman.


"paman Demian ada seseorang yang memberikan hadiah sebuah lukisan kuno yang memalukan" Berto berkata dengan sombong.


para tamu undangan kembali tertawa menertawakan Evan.


"lukisan seperti apa aku juga menjadi penasaran" ujar Demian.


Fitri segera berjalan menghampiri ayahnya dan memperlihatkan lukisan tersebut.


tiba tiba mata Demian melotot tajam tampak rasa kagum yang sangat besar dari dirinya. ia yang sudah lama hidup dalam dunia barang antik tentu saja sangat mudah mengenali barang berharga.


"bagaimana paman lukisannya sangat cocok untuk membungkus sampah" Berto berkata sambil tertawa.


"sungguh hidupku ini sangat beruntung bisa melihat lukisan ini"


suara Demian itu membuat ruangan yang tadinya begitu ramai menjadi sangat tenang Berto yang sembari tadi tertawa juga menutup mulutnya. para tamu juga mulai mendekati Demian.


Berto yang melihat Demian masih terkagum kagum mencoba bertanya dengan ragu "maksud paman".


"ini adalah lukisan pemandangan pedesaan yang di lukis oleh pelukis legendaris bernama Steven yang berasal dari dinasti Quin, lukisan ini jelas sangat berharga kita bisa melihat nya saja juga sebuah keberuntungan" ujar Demian.


Berto yang mendengarnya mulutnya membisu wajahnya memucat malu ia yang dari tadi selalu menghina lukisan itu kini ia Serasa tertampar.


begitu pun dengan semua tamu undangan juga membisu mereka yang sembari tadi meremehkan Evan mulai merasa agak tidak enak. jika yang mengatakan lukisan itu sangat berharga adalah orang lain mungkin mereka masih tidak percaya, tetapi yang mengatakannya adalah Demian mana mungkin mereka tidak percaya.


Demian adalah pengoleksi barang antik yang bernilai tinggi ia juga menjadi penilai barang antik yang sangat terkenal sekota amster. oleh karena itu semua orang akan langsung percaya apa yang ia katakan.


"aku pernah mendengar bahwa lukisan ini bernilai milyaran bahkan kalo tidak salah sekitar 50 miliar" kata Demian yang masih kagum memperhatikan lukisan itu.


Berto yang mendengar harga lukisan itu semakin menjadi seperti gila.

__ADS_1


para tamu undangan mulai merasa kagum kepada Evan bahkan ia yang dia anggap menantu sampah mampu memberikan Hadian yang begitu mahal.


Fitri juga terkejut ia yang sempat meremehkan Evan kini mulai merasa tidak enak.


__ADS_2