
"kamu sedang berbicara tentang apa istriku aku tidak dapat mendengarnya" tanya Evan.
"bukan apa-apa aku hanya asal bicara saja" jawab Shinta untung saja Evan tidak mendengarnya apa yang ia katakan barusan jika tidak mungkin ia akan merasa sangat malu sekarang ini.
"kalo begitu ayo kita masuk ke dalam mobil hari sudah mulai" ujar Evan seraya membukakan pintu untuk Shinta.
di dalam mobil "kamu akan mengajakku kemana" tanya Shinta.
"bagaimana jika kita pergi menonton kebetulan kalo tidak salah hari ini ada film bagus" Evan sebelumnya mengetahui bahwa nanti malam akan di putar film perdana yang romantis sehingga Evan berniat membawa Shinta menonton film itu.
Evan menyetir mobilnya untuk pergi ke bioskop menonton film. letak bioskop berada di tengah kota, pada waktu itu hari sudah gelap mereka melewati taman kota yang pada malam hari terlihat sangat indah dengan aneka lampu berwarna warni.
di kota amster di tengah kota terdapat sebuah taman yang sangat luas bahkan bisa mirip seperti hutan di tengah kota dengan pemandangan yang sangat indah dan juga di dalamnya udaranya cukup sejuk.
di dalam taman ada beberapa rumah besar sudah jelas rumah itu adalah milik keluarga-keluarga kaya di kota itu. setiap warga di kota itu sangat menginginkan bisa tinggal di sana.
"Evan tidak kah kamu lihat di sana sangat indah" ujar Shinta.
"benar sangat indah".
"di dalamnya sana ada beberapa rumah tahukah kamu impian semua orang adalah bisa memliki rumah di sana".
Evan memang melihat di tengah taman yang begitu kuah juga banyak pepohonan memang ada cahaya lampu di kejauhan tapi Evan tidak menyangka bahwa di dalamnya ada beberapa rumah.
"wow pasti sangat enak bisa tinggal di sana" ujar evan.
"tentu saja yang bisa tinggal di sana hanya orang kaya yang mempunyai banyak koneksi" ujar Shinta menceritakan apa yang ia tahu tentang tempat itu.
"terus apa kah kamu menyukainya"
"tidak ada orang di kota ini yang tidak menyukainya" ujar Shinta.
kata-kata yang Shinta ucapkan sudah membuat Evan sangat mengerti bahwa istrinya kelak sangat menginginkan bisa tinggal di sana.
Evan pun berencana ingin membelikan Shinta sebuah rumah di tempat itu demi untuk membuatnya bahagia. dulu ia tidak akan mampu untuk membelinya tapi sekarang Evan adalah anak laki-laki dari keluarga terkaya di dunia.
__ADS_1
beberapa menit kemudian mereka sudah tiba di gedung bioskop di sana sangat terlihat ramai sekali. Evan segera memarkirkan mobilnya di tempat parkir.
karna pada malam ini adalah pemutaran film perdana yang berjudul CEO mencintai dengan kelembutan. dapat di lihat dari ending film ini sangatlah romantis dan juga di perankan oleh artis artis terkenal sehingga banyak sekali penggemar film yang sudah sejak lama menunggu pemutaran film ini.
kemudian Evan menyuruh Shinta untuk menunggu sebentar sementara ia akan pergi untuk membeli tiket.
beberapa menit kemudian
"maaf aku agak lama membeli lumayan antri soalnya" ucap Evan sambil mengusap keningnya yang sedikit berkeringat.
"tidak apa-apa keliatannya pasti banyak sekali penontonnya". Shinta sambil melihat sekelilingnya dan menyodorkan sapu tangan kepada Evan untuk mengelap keringatnya.
"ya begitulah film ini sangat romantis sehingga bisa di lihat hampir rata rata yang mau menonton membawa pasangannya" Evan sambil mengelap keringatnya merasakan sapu tangan Shinta yang sangat wangi dan lembut, Evan serasa sedang di belai oleh tangan Shinta.
Shinta sedang memperhatikan hampir semua orang membawa pasangannya.
"kamu jangan merasa aneh kita pun datang ke sini juga berpasangan" ujar Evan menggoda Shinta.
Shinta mendengarnya hanya tersenyum malu.
mereka kemudian berjalan masuk ke dalam bioskop di dalam bioskop sudah sangat ramai karna mereka datang belakangan sehingga hanya mendapatkan tempat duduk paling belakang.
film itu di awali oleh lagu romantis yang sangat merdu. di dalam film itu menceritakan seorang CEO yang sangat mencintai kekasihnya, merawatnya pada waktu sakit, menjaganya, menyayanginya, juga memperlakukannya seperti seorang putri.
hal tersebut membuat para penonton terbawa suana romantis bisa di bilang film ini adalah salah satu film romantis terbaik yang pernah ada.
tidak terkecuali Evan dan Shinta juga terbawa suasana romantis. apa lagi mereka yang duduk di bagian paling belakang bisa melihat jelas para penonton di depannya.
ada pasangan yang saling berpelukan mesra dan ada juga sampai berciuman akibat terbawa suasana film itu. pemandangan di depan membuat Evan dan Shinta menjadi canggung.
Evan dan sama sama diam tidak berbicara mereka terlihat sama sama tegang pemandangan di depan sungguh membuat iri ujar Evan dalam hatinya.
"hmm Shinta bolehkah aku memegang tanganmu" tanya Evan agak terbata bata.
"lakukanlah" Shinta hanya tersenyum.
__ADS_1
Evan memegang tangan Shinta terasa begitu lembut. Shinta juga merasakan kehangatan dari sentuhan Evan.
pada waktu itu suasana di gedung bioskop itu begitu romantis hangat dan juga sangat bahagia.
tidak terasa sudah hampir jam sepuluh malam, film itu setidaknya menghabiskan waktu 3 jam an baru selesai.
Evan dan Shinta segera menuju pintu keluar bioskop untuk kembali pulang.
"sebentar Evan aku ingin ke kamar mandi dulu" ucap Shinta.
"oke baiklah aku akan menunggumu di sini" jawab Evan.
Shinta dengan tergesa-gesa menuju ke kamar mandi ia sudah dari tadi menahan untuk buang air kecil.
Evan menunggu Shinta di pintu keluar bioskop dengan memasukan tangannya ke dalam saku.
penampilan Evan waktu itu sangatlah tampan dan berwibawa tidak sedikit para gadis yang memperhatikannya.
"hai kak sendirian saja" ujar seorang wanita cantik dengan usia sekitar dua puluhan ia memakai pakaian yang ketat sehingga dapat melihat lekuk tubuhnya terlihat sangat seksi sambil berjalan mendekati Evan.
"aku sedang menunggu seseorang" jawab Evan bersifat cuek.
"kakak tidak usah menunggu lagi aku sudah di sini" ujar wanita itu menggoda Evan.
"uhuk uhuk"
mendengar perkataan wanita itu Evan seketika batuk-batuk ini pertama kalinya ia di goda oleh wanita yang cukup cantik.
ternyata wanita itu sudah menyukai Evan dari penampilannya yang begitu tampan sehingga membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.
"kamu sungguh lucu" ujar Evan sambil tersenyum manis.
senyum Evan itu membuat gadis itu merasa bahwa Evan juga menyukainya.
"kak bagaimana jika kita berpacaran" ujar wanita itu dengan senyuman menawannya.
__ADS_1
Evan sontak kaget ini pertama kali baginya ada wanita cantik menyatakan cinta padanya.
belum sempat Evan untuk berbicara ternyata Shinta sudah ada di belakangnya beberapa saat yang lalu dan mendengar apa yang telah di katakan wanita tersebut.