
"Shinta kamu masuk duluan aku akan menunggumu di luar" Evan menyuruh istrinya masuk sementara dia tidak karna takut akan identitasnya di dalam. sementara Evan mengirimi sekertaris Lia untuk menjemput istrinya d pintu utama.
"apakah anda nona Shinta" seorang wanita cantik tinggi berpakaian formal dengan rambut di ikat ke samping menghampiri Shinta ternyata adalah sekertaris Lia.
"iya saya Shinta dari perusahaan konstruksi keluarga Lu".
"mari ikuti saya nona akan saya antar ke ruangan tuan Zaki" Shinta begitu kaget mengapa begitu mudah untuk bertemu dengan tuan Zaki tanpa membuat janji seolah olah bahwa ad orang besar yang sedang membantunya.
Shinta berjalan mengikuti Lia menuju keruangan dengan hati yang berdebar debar.
"tuan Zaki ini saya mengantarkan nona Shinta dari perusahaan konstruksi keluarga Lu" Lia berkata setelah membuka pintu ruangan.
"nona Shinta silahkan masuk Lia kamu bisa pergi terima kasih" Zaki memanggil Shinta dan mempersilahkannya duduk.
"begini tuan saya dari perusahaan konstruksi keluarga Lu ingin bergabung kerja sama dalam proyek hotel bintang lima di sini saya sudah membawa proposalnya bisa anda liat dlu tuan" Shinta menyerahkan proposalnya kepada Zaki.
"oke saya setuju nona kontrak sudah saya tandatangani ini kartu nama saya kelak kita akan lebih berhubungan" Zaki berkata dengan nada ramah sambil tersenyum.
Shinta begitu kaget mengapa sangat mudah sekali mendapatkan kerja sama ini padahal di pikirannya sudah terpikir bahwa mungkin dia akan di usir keluar, tapi tanpa di sangka tuan Zaki langsung setuju menandatanganinya bahkan ini terasa seperti mimpi.
"tidak usah bingung nona ini adalah insrtuksi Bos baru kami tuan ye" Shinta bingung siapa itu tuan ye ia merasa tidak ad kerabat atau temannya bermarga ye kecuali suaminya. tetapi bagaimana mungkin suaminya ini mustahil.
"terima kasih tuan Zaki kalo begitu saya ijin kembali" Sinta keluar dari ruangan sambil memikirkan yang terjadi barusan serasa seperti ad seseorang yang mengaturnya.
Evan yang menunggu di luar "Shinta bagaima"
dengan raut wajah senang Shinta berkata "kerja samanya berhasil"
__ADS_1
Evan merasa puas kepada Zaki melihat ekspresi Shinta yang tampak bahagia.
"sukurlah aku sudah bilang kamu pasti bisa"
Shinta menatap Evan dan berpikir "apakah tuan ye yang di maksud Zaki adalah Evan tapi mana mungkin ah sudahlah mungkin hanya suatu kebetulan saja".
Evan mengingat bahwa mereka tadi terburu berangkat hingga lupa belum sarapan sehingga Evan mengajak Shinta untuk makan dan sebagai perayaan karna keberhasilan Shinta.
"Shinta apakah kamu lapar" Evan bertanya
"iya sedikit" Shinta menjawab malu
"ayolah naik aku akan membawamu makan" Evan yang telah mengambil sepeda listriknya membonceng Shinta dan menuju ke rumah makan.
begitu terkejutnya Shinta ternyata Evan mengajaknya makan di restoran di dalam hotel Berlin. hotel ini adlah hotel bintang 5 salah satu hotel terbaik di kota amster bahkan kluarga Lu pun berpikir beberapa kali untuk makan di sini karna harganya yang terkenal mahal.
Shinta yang masih bingung tiba tiba Evan berkata" tidak usah takut aku ad uang tabungan kok".
" tidak apa apa aku kemarin juga habis dapat lotre" kata Evan dengan santai.
dalam hati Shinta pantas saja dia punya uang uang ternyata habis dapat lotre Shinta bertanya dalam hati "emangnya berapa sih uang yang di dapat Evan dari lotre" Shinta pun malas memikirkannya karna memang perutnya sudah sangat lapar ia pun mengikuti Evan masuk ke dalam hotel.
di dalam hotel Evan memesan ruangan kelas 1 sebenarnya Evan bisa saja memesan ruangan VIP tapi Evan Takut istrinya bertanya tanya dan identitasnya pun terancam terbongkar.
stelah Evan memesan beberapa makanan akhirnya hidangannya pun datang Evan merasa sangat senang bisa makan bersama Shinta karna bisa di bilang sejak pertama mereka menikah ini adalah pertama kalinya mereka berdua makan bersama di luar bisa juga di sebut sebagai kencan pertma evan.
Shinta pun makan sambil tersenyum kepada Evan. Evan yang melihat Shinta tersenyum hatinya sontak bahagia ingin sekali rasanya ia memegang tangannya dan mencium nya tapi apalah daya mungkin bila dia melakukannya bukan ciuman yang dia dapatkan bisa saja tamparan yang ia dapatkan.
__ADS_1
setelah selesai Evan memanggil pelayan untuk membayar.
"apakah anda Evan" seorang pelayan yang cantik dengan tubuh yang seksi di balut pakaian formal tampak begitu menawan bertanya kepada Evan.
evan pun bingung siapa wanita cantik ini, tidak lama Evan Ingan bahwa dia adalah teman semasa dia SMA Evan juga Ingat bahwa dia pernah mengutarakan perasaannya kepada evan tetapi Evan menolaknya Karan Evan belum niat berpacaran dan masih ingin fokus belajar.
"Yuri sudah lama kita tidak bertemu" .
"Evan bagaimana kabarmu " Yuri memegang tangan Evan tampak sekali bahwa Yuri masih punya perasaan terhadap evan .
"kabarku baik baik saja" Evan menjawab dengan senyuman manis.
Shinta yang melihat kejadian ini tiba ia ingin marah di dalam hatinya seperti ad perasaan aneh yang sulit di ungkapkan. Tidak bisa di pungkiri bahwa Shinta sudah mulai menyukai Evan.
Evan yang melihat raut wajah Shinta berubah segera melepaskan tangan Yuri di dalam hati Evan ad sedikit rasa senang mungkin istrinya sedang cemburu ke padanya.
"perkenalkan Yuri ini istriku Shinta" yuri sebenernya sudah tau bahwa Evan sudah menikah bahkan pernikahannya pun sudah tersebar sebagai gosip se kota amster karna Evan hanya menumpang hidup di keluarga Lu. tetapi Yuri tidak pernah memandang rendah Evan karna Yuri juga berasal dari keluarga e sederhana dan pernah menjadi sahabat Evan sewaktu SMA.
tidak lama setelah Evan membayar pesanan mereka. merekapun kembali pulang menuju rumah.
esok harinya kakek Lu mengadakan pertemuan keluarga untuk membahas masalah proyek hotel bintang 5 glory group seluruh keluarga hadir dalam pertemuan tersebut tetapi keluarga Shinta agak terlambat karna mobil yang mereka naiki mobil tua yang hanya bisa berjalan pelan.
"kek aku yakin pasti Shinta telah gagal makanya ia terlambat" Richard berkata dengan yakin bahwa Shinta pasti gagal, mana mungkin perusahaan sebesar glory group mau bekerja sama dengan mereka.
Richard sangat menantikan hari ini dia ia akan mempermalukan keluarga Shinta dan Evan yang membuatnya muak akan berlutut kepadanya.
"betul kek apa di katakan Richard Shinta dan kluarga nya hanya bisa membuat malu kita saja" angel berkata . angel adalah salah satu cucu Kakek Lu juga sepupu Shinta.
__ADS_1
mereka tidak sabar melihat kegagalan mereka, tentu saja bila mereka gagal otomatis Richard akan lebih mudah untuk menjadi pemimpin perusahaan keluarga Lu.
"kalian tenang dulu kita tunggu sampai mereka datang" kakek masih tetap tenang walau dalam hati nya jika Shinta gagal tentu dia akan memberinya hukuman tapi kakek berharap dia berhasil dan dapat mengangkat derajat keluarga nya.