
evan kemudian mendatangi Lia dan penjaga "lain kali jangan menilai orang dari penampilannya" sedikit yang dikatakan Evan tetapi sangat mengena di hati mereka. Evan lalu pergi masuk ke dalam perusahan.
Lia dan para penjaga merasa senang Karna mereka tidak di pecat dari perusahaan, mereka berpikir ternyata bos mereka sangat Baik dan murah hati.
"kalian harus rahasiakan kejadian ini karna tuan muda orangnya rendah hati saya harap kalian dapat merahasiakan identitasnya" Zaki berkata sambil seraya mengikutu Evan pergi.
"baik tuan" Lia dan penjaga berkata dengan posisi masih berlutut.
setibanya di ruangan Zaki mengeluarkan dokumen dokumen yang harus di tandatangani oleh Evan sebagai penyerahan perusahaan kepadanya. Evan pun langsung menandatangi semua hampir tidak bisa di percaya bahwa sekarang Evan adalah bos dari glory group terbesar di kota amster.
"Zaki aku mau kamu sebarkan berita bahwa pemimpin glory group telah berganti tapi jangan kamu sebutkan namaku cukup margaku saja ye dan aku mau menginvestasikan 1 triliun untuk proyek perusahaan di kota amster apakah kamu bisa mengaturnya" Zaki paham bahwa Evan sangat rendah hati dia tidak ingin identitasnya diketahui Zaki segera menyanggupinya " baik tuan semua akan saya lakukan sesuai permintaan anda.
setelah selesai dengan urusannya Evan segera kembali ke rumah dengan mengendarai sepeda listrik nya.
Shinta yang pulang lebih dulu dari Evan sedang berbincang dengan ayah dan ibunya masalah perusahaan kekurangan dana.
"Shinta apakah kamu sudah mendapatkan pinjaman" robi ayah bertanya "kalo saja kamu menikahi seorang yang kaya raya pasti keluarga kita akan lebih baik" memei berkata marah karna punya menantu miskin.
"sabar yah Bu ini Shinta sedang berusaha mencari pinjaman" Shinta sambil memegang kepala yang sedikit pusing.
tiba tiba tiba terdengar suara mobil dari luar di ikuti dengan bunyi bel. ternyata sosok Aldo yang tiba menggunakan mobil BMW berstelkan jas hitam yang terlihat mahal.
"malam om Tante" Aldo menyapa dengan ramah sambil melirik Shinta yang sedang duduk begitu cantik dan anggun membuat Aldo diam beberapa saat.
__ADS_1
"perkenalkan saya Aldo dari keluarga sie ayah saya adalah bos dari perusahaan properti" sambil tersenyum Aldo memperkenalkan diri. melihat penampilan Alda yang begitu rapi memei pun tersenyum dan berkata dalam hatinya seharusnya Aldo lah yang menjadi menantu keluarga Lu.
"saya ke sini ingin membantu masalah perusahaan Shinta saya akan meminjamkan uang 30 miliar" sebenarnya bagi Aldo uang 30 miliar adalah uang yang banyak tapi demi bisa mendapatkan Shinta pastilah setara.
"sungguh murah hati nak Aldo seharusnya kamu Shinta bisa mencari suami seperti Aldo bukan sampah seperti suamimu" mendengar omongan ibunya Shinta hanya diam menunduk serta Aldo merasa bangga.
"jangan terima uang itu Shinta" tiba tiba Evan datang sambil berteriak. sontak saja memei, robi, dan Shinta kaget sejak kapan menantunya yang tidak berguna berani berbicara berteriak.
"tutup mulutmu sampah tidak liat di sini sedang ad tamu dan kamu Shinta kapan akan menceraikan sampah ini" memei berkata begitu keras
"Bu aku tidak bisa menceraikannya" Shinta berbicara sambil menggigit bibirnya . Evan yang mendengan istrinya berbicara seperti itu merasa jantungnya berdebar-debar sangking senangnya karna istrinya tidak menceraikannya.
"bukannya kamu menantu tidak berguna yang hanya menumpang hidup" Aldo berbicara sambil memegangi jam tangan mahal yang ada di tangannya, setidaknya jam itu harganya 500 juta. seraya berkata "lihat pakaianmu lusuh sekali bahkan pengemispun tidak bakal pakai pakaian sepertimu lihat Shinta apakah cocok denganmu".
mendengar hinaan dari Aldo Evan merasa sangat marah ia mengepalkan tinjunya tapi dia menahan dirinya. padahal jika mereka tahu bahwa Evan adalah anak kaya raya pastilah mertuanya akan menjilatinya.
mertuanya dan Aldo tertawa keras sambil menghina, seseorang miskin yang hidup menumpang bisa ad uang dari mana itu yang ada di pikiran mereka.
"kamu dapat uang dari mana itu jumlah yang banyak". Shinta bingung dari mana Evan mendapatkan uang sedang kan Shinta lah yang memberinya uang 200 ribu setiap hari buat belanja jika d tabungpun tidak akan cukup.
Evan tidak mau banyak bicara langsung mengeluarkan hp nya dan mengirimkan uang kepada Shinta. tidak lama kemudian ada pesan di hp Shinta bahwa Shinta telah menerima transferan sebesar 30 miliar. mertua dan Aldo pun kaget di buatnya bagaimana mungkin seorang sampah bisa punya uang sebanyak itu.
"kamu dapat uang dari mana Evan bukan dari mencuri kan" Shinta bertanya dengan heran. tetapi tidak bisa di pungkiri hati Shinta menjadi tenang karna telah mendapatkan uang.
__ADS_1
"aku mendapat pinjaman dari temanku di kampung Sekarang dia sudah sukses" Evan belum mau membongkar identitasnya karna dia berpikir belum saatnya masih banyak hal yang harus di urus.
"sampah hanya bisa meminjam dan temanmu itu pasti bodoh memberi pinjaman kepadamu lebih baik kau segera ceraikan Shinta karna aku akan menikahinya" kata kata Aldo dari tadi terus menghina Evan Hinga Evan pun kesal.
"percaya atau tidak dalan 10 menit aku bisa membuat keluargamu bangkrut" Evan berkata dengan nada tenang dan pandangan yang dingin. Aldo tertawa dengan keras " kamu pikir kamu siapa" Aldo berbicara sambil meraih kerah baju Evan.
"oke kamu tunggu saja" Evan mengeluarkan hp kemudian menelpon Zaki "ada apa tuan ada yang bisa saya bantu".
"apakah kamu tahu kluarga sie perusahannya bergerak di bidang properti" Evan berkata dengan santai .
"iya tuan mereka hanya perusahaan biasa ada ada bekerja sama dengan perusaan glory group kita".
"aku mau dalam waktu 10 menit hentikan semua kerja sama dan buat mereka bangkrut" mendengar perkataan Evan Zaki mengerti maksudnya " baik tuan saya kerjakan".
mendengar omongan Evan di telpon Aldo tertawa "bagus sekali aktingmu aku ingin lihat apa yang bisa dilakukan oleh sampah sepertimu".
10 menit kemudian Aldo menerima telpon dari Dodi sie yang merupakan ayah dari Aldo. aldo kaget kenapa ayahnya menelponnya Aldo segera mengangkat telponnya.
"kamu di mana siapa yang kamu singgung kerja sama kita semua di batalkan perusahaan bangkrut hutang kita dimana-mana". Aldo kaget bagaimana mungkin dalam sekejap perusahaannya bangkrut seketika hp Aldo terjatuh wajahnya pucat tubuhnya tidak mampu berdiri sambil menatap Evan.
"bagaimana dimana rasa sombongmu tadi" Evan berkata layaknya seorang bos besar.
"sebenarnya kamu siapa bahkan ayahku berkata kami bangkrut hanya karna menyinggung seseorang yang tidak pantas di singgung"
__ADS_1
"aku hanya menelpon temanku dari kampung yang kamu bilang bodoh tadi" Evan nampak puas oleh apa yang dilakukan oleh Zaki. Evan belum mau membongkar jati dirinya.
mertuanya dan Shinta melihat kejadian itu merasa kaget terhadap Evan. tidak bisa membayangkan betapa kaya temannya yang membantunya sehingga membuat kluarga sie bangkrut dalam 10 menit.