Menantu Super Kaya

Menantu Super Kaya
episode 29 "membeli sebuah gaun"


__ADS_3

Evan telah mengantarkan Shinta tiba di kantor, Evan masih sangat terngiang ngiang kejadian semalam dan juga ia tidak habis pikir bahwa ia telah menghabiskan malam berdua dengan Shinta.


di waktu siang hari Evan mendapatkan pesan dari ibu mertuanya memei agar segera menjemputnya menggunakan mobil di sebuah pusat perbelanjaan bernama city mall.


city mall merupakan salah satu pusat perbelanjaan dan juga terkenal dengan barang barang berkualitas serta terbesar di kota amster.


Evan yang mendapatkan pesan dari memei segera pergi menggunakan mobil Mercedes ia merasa malas jika harus membiarkan memei menunggu lama sudah pasti ia akan di omeli.


sesampainya di sana Evan memarkirkan mobilnya di tempat parkir, ia menuju pintu mall terlihat memei bersama dua orang temannya sedang mengobrol, evan pergi menghampirinya.


"lama sekali kamu sampai kaku ku hampir keram menunggumu" ujar memei dengan muka masam.


evan tidak berkata apapun karna evan sudah paham jika dia menjawab justru ia akan semakin di maki.


"oh jadi ini menantu yang tidak berguna itu" ujar nova salah satu teman memei.


"dari pakaian nya saja sungguh memalukan" ujar Rini salah satu teman memei memperhatikan Evan yang terlihat miskin dengan pakaian lunturnya.


"sudah sudah kalian tidak usah mengolok olok ku entak kesalahan apa yang pernah ku perbuat hingga mendapatkan kesialan menantu seperti dia" memei melihat Evan juga membuat semakin kesal.


sementara evan tidak menggubris mereka sama sekali ia tetap tenang menganggap ucapan mereka seperti angin lalu.


"ya sudah ayo kita masuk dan berbelanja" ajak memei.


ia menyuruh Evan ikut namun harus menjaga jarak dengan mereka agar mereka tidak malu karna penampilan evan dengan pakaian serba murahnya tentu akan membuat malu. Evan juga bingung ia kira di suruh menjemput untuk pulang ternyata baru mulai berbelanja.


mereka mulai masuk ke dalam mall dan melihat lihat, tidak lama mereka bertiga berhenti di sebuah toko mewah terlihat jelas di dalamnya berbagai macam pakaian berkelas, sangat berkilau bahkan ada yang bertahtakan emas dan berlian. sudah bisa di duga bahwa toko ini adalah yang terbaik di mall tersebut dan juga harga sudah bisa di pastikan bahwa paling murah saja tidak kurang dari seratus juta.

__ADS_1


"nyonya ada yang bisa saya bantu" sapa seorang pelayan toko wanita yang sangat modis dengan tubuh tinggi juga kaki yang jenjang dan sembari tadi melihat memei dan teman temannya berdiri di depan toko itu.


"aku lihat pakaian di toko ini sangat bagus bagus" ujar memei melihat ke arah pakaian di dalam toko itu.


"anda benar nyonya toko kami adalah yang terbaik di mall ini dan salah satu yang terbaik di negeri ini dan juga pakaian pakaian yang ada di dalam sebagian besar merupakan rancangan rancangan dari desainer terkenal yang berada di dalam dan luar negeri" pelayan tersebut menjelaskan kepada mereka.


Evan juga melihat ke arah toko itu karna memang cukup dekat, ia tertarik melihat pakaian yang ada di dalam ia ingin membeli beberapa pakaian untuk nya dan juga untuk istrinya. Evan merasa sudah lama ia tidak membeli pakaian dulu ia tidak mampu membeli pakaian sekarang ia sudah kaya.


"tapi sepertinya tempat ini tidak ada pakaian yang sedang kita cari" ujar nova sambil mengedipkan matanya memberi kode kepada memei dan rini bahwa pakaian di salah sudah jelas sangat mahal.


"aku rasa benar apa yang di katakan Nova" Rini menambahkan.


benar saja pakaian di sana sangat mahal mereka berpikir tidak mungkin menghabiskan banyak uang hanya untuk membeli pakaian saja tentu saja suami mereka akan sangat marah jika mengetahuinya.


pelayan yang mengetahui gelagat mereka tampaknya tidak mampu tapi hanya bergaya mulai berubah ekspresi dan mengangkat tangannya menyilang kan ke depan dada.


memei dan teman temannya yang mendengar ucapan itu sudah jelas menghina mereka dengan kata lain mereka tidak mampu membeli pakaian di dalam. mereka menjadi marah tetapi tidak bisa berbuat apa apa, karna mereka memang tidak mampu.


tiba tiba Evan dari belakang langsung masuk ke dalam toko itu.


memei dan teman temannya sangat kaget.


"Mei bukanya itu menantu mu" ujar Rini heran berani sekali menantu tidak berguna masuk ke dalam toko itu.


"Evan apa yang kamu lakukan segera keluar lebih baik kamu jangan membuat malu" memei berteriak.


"benar benar membuat malu tidak sadar diri" Nova pun juga berbicara ia juga tidak mau ikut merasakan malu.

__ADS_1


Evan tidak perduli sama sekali ia tetap masuk melihat pakaian yang ada di dalam.


pelayan yang mendengar ocehan mereka mulai merasa bising dan membentak mereka.


"kalian ribut sekali lebih baik segera kalian pergi atau aku akan memanggil sekuriti" pelayan itu mulai marah marah.


hal itu membuat banyak orang mulai berkumpul memperhatikan mereka. mulai banyak terdengar ocehan dari orang orang ocehan menghina kepada memei dan kawan kawannya. mereka menjadi bahan tontonan dan memalukan.


"sialan lebih baik kita segera pergi dari toko ini sebelum lebih banyak orang lagi yang datang" ujar Rini.


"benar apa lagi menantu tidak berguna sudah masuk ke dalam jika dia tidak mampu membeli dan di seret di usir ke luar tentu kita semakin menjadi tambah malu" Nova sambil menarik lengan memei.


"sialan ini semua karna menantu itu membawa sial awas saja dia pulang nanti" ujar memei.


mereka segera meninggalkan toko itu sebelum orang orang makin ramai tentu akan sangat memalukan.


pelayan itu kembali masuk ia melihat dan menuju ke arah Evan yang sedang memegang sebuah gaun yang sangat mewah.


"itu adalah gaun terbaik di toko ini dengan bertahtakan berlian terbaik di negeri ini dan di rancang oleh 10 disainer terkenal" ujar pelayan masih menyilang kan tangannya di dada sambil melihat ke arah Evan dengan tatapan merendahkan.


"bagus memang bagus gaun ini aku suka" ujar Evan, ia memikirkan pasti gaun ini sangat cocok dengan istrinya dan terlihat sangat cantik bila memakainya. tidak pernah Evan membelikan sebuah gaun untuk Shinta.


"hmm harganya gaun ini tidak kurang dari 2 miliar dan toko ini tidak pernah mengadakan diskon" ujar pelayan toko itu.


jelas sekali dari ucapannya sangat sinis kepada Evan seolah sangat yakin bahwa Evan tidak mampu membayarnya. Evan yang mendengarnya sangat jelas bahwa pelayan ini sedang merendahkannya sangat jelas mengira bahwa ia tidak mampu membelinya.


Evan malas menanggapi ucapannya ia langsung mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.

__ADS_1


"aku bayar menggunakan ini" Evan mengeluarkan kartu ATM dari sakunya.


__ADS_2