
Shinta melihat dari bola mata dan raut wajah kedua orang itu tampak sekali bahwa mereka tidak berniat jahat, dan juga Shinta sangat penasaran orang kaya mana yang mencarinya, Shinta coba mengingat Ingat mungkin ada kenalannya yang orang kaya tapi di ia tidak menemukan jawabannya.
"oke aku akan ikut kalian tapi kalian jangan coba macam macam atau aku akan lapor polisi".
"nona tenang saja silahkan masuk nona" salah seorang membukakan pintu mobil.
Shinta heran bahwa ke dua orang ini sangat menghormatinya. ia jadi semakin penasaran.
setelah setengah jam kemudian akhirnya mereka sudah sampai di suatu tempat. Shinta sangat kaget karna mereka berhenti di hotel Swiss tempat Evan sebelumnya membawanya.
"mari nona saya saya akan mengantar anda menemui nyonya muda kami".
Shinta mengikuti mereka menaiki lift dan menuju lantai paling atas yaitu restoran Vinsen.
Shinta kembali terkejut ini adalah restoran tempat mereka merayakan hari jadi pernikahan mereka beberapa hari yang lalu. ia sadar tempat ini tidak bisa sembarang orang masuk sudah jelas bahwa orang mencarinya adlah orang yang sangat kaya.
"nyonya muda kami telah membawakan nona Shinta kemari". orang itu memberikan hormat dan segera keluar dan berjaga di depan pintu.
Shinta mulai takut karna yang di temui nya seorang perempuan dengan beberapa orang pengawal di belakangnya berbadan kekar, jelas sekali dia bukan orang sembarangan.
"halo nyonya saya Shinta marga saya Lu ada perlu apa anda ingin menemui saya apakah kita pernah bertemu sebelumnya".
Dewi ye berdiri menyalami Shinta "ternyata ini istri adikku lumayan sopan dan baik" ucapnya dalam hati.
Dewi ye adalah orang yang sangat berpengalaman hanya dengan melihat sorot mata seseorang ia bisa langsung menilainya itulah mengapa ia bisa sukses seperti ini.
"silahkan duduk" ujar Dewi.
"maaf nyonya bukannya saya lancang saya ingin tau apakah sebelumnya kita pernah bertemu" Shinta sangat penasaran mengapa orang ada orang super kaya yang menemui tetapi ia merasa tidak mengenalnya.
"oh kita tidak pernah bertemu sebelumnya tapi kelak kamu akan tahu siapa saya, kamu sangat cantik ramah dan cukup baik kamu memang pilihannya yang tepat"
"maksud nyonya" Shinta agak janggal dengan kata pilihan yang tepat.
__ADS_1
"sudah tidak apa apa jangan di pikirkan saya tadi hanya asal bicar mari kita makan" tampak dari wajah Dewi bahwa ia sangat menyukai Shinta, Dewi pun tenang Evan menikahi istri yang tepat.
di atas meja banyak sekali makanan yang disajikan dan bermacam macam Shinta yang melihat bingung akan memulai makan apa.
mereka makan dengan santai Shinta dan dewi mengobrol dengan ramah karna pada dasarnya mereka berdua adalah orang yang mudah bergaul.
selesai makam Dewi memanggil salah satu pengawalnya dan mengambil sebuah kotak dari tangannya.
"ini hadiah dari ku sebagai tanda pertemuan kita yang pertama" Dewi menyodorkan sebuah kotak ke arah Shinta.
"nyonya kenapa anda memberikan saya hadiah kita baru saja bertemu dan juga kita baru kenal" Shinta jelas merasa sangat aneh kenal aja baru.
"tidak apa apa kamu jangan menolaknya jika kamu menolaknya aku pastikan kamu tidak akan bisa pergi dari sini".
Shinta juga berpikir jernih jika ia menolaknya benar saja dia tidak akan bisa keluar dari sini. ia pun menerima kotak itu dan membukanya.
"astaga nyonya ini cincin berlian mawar yang sangat mahal" cincin ini pernah menjadi rebutan semua wanita kaya di seluruh dunia satu tahun yang lalu dan beritanya menyebar luas di seluruh media bahkan dalam waktu seminggu berita itu masih menjadi pencarian paling atas bahkan harganya kira kira 150 miliar.
bentuk berlian berwarna merah menyerupai kelopak mawar Bahkan jika cahaya mengenai segelas air, air itu terlihat seperti berubah menjadi warna merah sangking berkilau ya berlian itu.
"Shinta kamu kenapa"
"Shinta kamu kenapa"
"Shinta kamu kenapa"
ketika Dewi tiga kali memanggilnya ia baru sadar " nyonya aku tidak bisa menerima pemberianmu ini benda ini terlalu berharga sedangkan kita tidak pernah kenal sebelumnya" Shinta berusaha berbicara dengan tenang walaupun ia gugup luar biasa.
"kenapa apa kamu tidak menyukainya, pengawal kemari ambilkan barang satunya".
segera pengawal datang membawa sebuah tas berlapiskan emas bertahtakan berlian berwarna ungu dan di sulam dengan motif yang sangat modern. sekali lihat saja dengan banyaknya berlian di tas itu sudah pasti harganya di atas 200 miliar.
Shinta yang mendengar dan melihatnya semakin terasa seperti mimpi cincin ini saja sangat mahal malah mau di tambah tas lagi ini benar benar gila.
__ADS_1
"maaf nyonya sudah cukup ini terlalu seperti mimpi bagi saya".
"apakah kamu masih tidak menyukai kedua barang tersebut" tanya Dewi.
Shinta semakin berpikir jika ia terus tidak mau menerimanya ia takut nyonya ini akan terus memberikan hadiah kepadanya. Shinta buka wanita yang suka harta justru yang ia pikirkan bagaimana kelak jika barang tersebut di minta nya kembali toh mereka juga baru pertama bertemu bahkan Shinta sama sekali tidak mengenalnya.
"terima kasih nyonya kalau begitu saya akan menerimanya" ujar Shinta dengan gugup.
Dewi sangat puas karena Shinta atau adik iparnya bisa menerima pemberiannya yang tidak seberapa. bahkan jika Shinta meminta kapal pesiar pun itu bukan hal yang sulit bagi Dewi.
ia merasa puas sambil melihat tubuh Shinta ia melihat bahwa tubuhnya terlihat sedikit kurus. Dewi berpikir mungkin adiknya kurang memperhatikannya.
"pelayan kemari tolong bungkus kan makanan seperti di meja ini setiap porsi satu bungkus"
"maaf nyonya sepertinya tidak perlu repot-repot" Shinta berusaha menolak.
pelan segera bergegas memberikan perintah kepada para koki agar segera memasaknya.
"tidak apa apa jika kamu juga mau menolaknya jangan harap bisa pergi dari sini" Dewi mengancam sambil bercanda dengan di iringi senyuman.
setengah jam kemudian masakannya telah selesai dan sudah di kemas total ad 10 macam kotak makanan.
"nyonya ini terlalu banyak aku tidak bisa menghabiskannya" Shinta melihat kearah kotak yang begitu banyak dan jelas terlihat bahwa bungkusnya saja sangat mahal.
"tidak apa apa jika tidak habis ya di buang saja" jawab Dewi dengan santai.
"mana mungkin di buang ini makanan mahal" pikir Shinta dalam hati.
"baik lah nyonya saya akan menerima semua pemberian nona, atas semuanya saya ucapkan terima kasih saya berharap kelak kita dapat bertemu lagi sehingga saya bisa membalas kebaikan nyonya ini" Shinta membukukan badannya.
"tenang saja kita di takdir kan untuk berjodoh".
Shinta bingung seolah olah nyonya ini telah mengenalnya sedang Shinta merasa mereka belum pernah bertemu sebelumnya.
__ADS_1
"baik nyonya kalo begitu saya ijin kembali dulu".
para pengawal segera membawakan bungkusan makanan itu, Shinta menyetop taksi dan segera mobil pun jalan.