
Evan mulai khawatir mengapa nomor Shinta tidak bisa di hubungi dan juga ia tidak menemukan Shinta di tempat biasa Shinta menuggu nya.
Evan coba masuk ke dalam kantor dan bertanya ke seorang satpam. satpam itu mengatakan bahwa Shinta telah pulang setengah jam yang lalu.
hal itu membuat Evan sangat panik ia segera ke luar kantor dan coba mencarinya lagi.
tidak jauh di depan kantor di pinggir jalan ia menemukan sepatu isterinya tergeletak.
Evan menjadi sangat panik apa yang terjadi pada istrinya.
tidak lama berselang hp Evan berdering, sebuah nomor baru yang tidak di kenal menghubunginya.
"halo" ujar Evan.
"hahaha istrimu ada di tanganku".
Evan sangat familiar dengan suara di telpon itu jelas sekali bahwa itu adalah suara Berto yang sebelumnya di acara Fitri sempat bersiteru dengannya.
"Berto apa yang kamu lakukan kamu bawa kemana istriku" bentak Evan dengan panik.
"ha ha tuan muda ye ha ha ternyata kamu adalah tuan muda ye yang misterius itu".
ternyata Berto sudah mengetahui identitas Evan yang sebenarnya.
"karna kamu sudah tau identitas ku lebih baik kamu segera lepaskan istriku atau kamu akan menyesal".
"ha ha kamu pikir aku takut, aku sudah kehilangan segalanya aku akan membunuh istri mu ha ha".
setelah Eduardo di pecat kehidupan keluarga Berto menjadi hancur hutang mereka banyak bahkan istri Eduardo pergi bersama pria lain dan juga Eduardo sendiri bunuh diri dengan lompat dari atas gedung. setelah kejadian itu Berto sama sekali tidak takut pada siapa pun bahkan jika ia hrus kehilangan nyawanya pun ia tidak takut.
"kamu mencoba mengancam ku dengan kekuasaan mu, kamu harus tau sekalipun kamu membunuhku aku tidak akan takut" ujar Berto sambil terus berbicara.
kemudian Berto menjambak rambut Shinta seraya mendekatkan hp nya ke arah Shinta, terdengar suara Shinta yang menjerit kesakitan.
"Berto apa yang kamu lakukan kamu jangan macam macam dengannya, jika kamu ada masalah kamu lampiaskan kepadaku" Evan berkata sambil panik mendengar jeritan Shinta.
"nanti jam 9 malam kamu temui aku di gedung tua di pinggiran kota seorang diri, jangan terlambat dan ingat jangan sesekali kamu menghubungi polisi atau kamu tidak akan mampu menanggung akibatnya".
__ADS_1
"baik aku akan datang kamu jangan coba coba menyakiti istriku".
setelah itu Berto mematikan telponnya, Evan meras sangat marah seraya memegang keningnya.
sekarang sudah pukul 6 sore ia harus segera pergi ke tempat itu atau nyawa istrinya dalam bahaya.
di perjalan Evan memikirkan bagaimana cara untuk menyelamatkan istrinya, jika ia menghubungi polisi jika sampai Berto mengetahuinya tentu saja itu akan mengakibatkan Shinta dalam bahaya.
jika ia sendiri ke sana tentu saja ia akan di bunuh oleh Berto dan belum tentu setelahnya ia akan melepaskan Shinta.
yang terpikirkan di benak Evan sekarang hanya mencoba menghubungi Zaki dan menceritakan apa yang terjadi.
Evan menelpon Zaki menceritakan semua sembari ia menuju ke gedung tua itu.
Zaki yang menerima berita ini sangat panik ia mengkhawtirkan keselamatan tuan muda dan juga istrinya, jika ia salah dalam bertindak tentu akan membahayakan nyawa mereka.
sesuai dengan yang di perintahkan oleh Evan Zaki tidak menghubungi polisi tetapi ia mengarahkan kemampuan divisi keamanan kelurga ye.
keluarga ye adalah keluarga yang kaya raya bahkan kekayaan nya ada di seluruh dunia, untuk menjaga keamanan keluarga ye mereka memiliki divisi keamanan sendiri yang terdiri dari ribuan orang di seluruh dunia.
divisi ini terdiri orang orang hebat yang punya kemampuan bertempur serta telah lolos dari seleksi. juga di lengkapi oleh peralatan dan senjata paling modern.
mendapati Evan dan istrinya dalam bahaya sekarang adalah saatnya menurunkan kekuatan keluarga ye.
di gedung tua di pinggiran kota Berto sedang berbicara dengan Shinta.
"Shinta kamu sangat cantik bagaimana jika kita bermain main" Berto menunjukan senyum mesum.
Shinta di ikat tangannya ke belakang badan dan juga kakinya sehingga ia tidak bisa bergerak.
Shinta sangat ketakutan melihat Berto yang mulai mendekatinya.
"apakah kamu takut haha hari ini aku akan membunuh suamimu" bentak Berto.
"aku mohon lepaskanlah kami" ujar Shinta yang meneteskan air mata.
"melepaskan kalian itu tidak mungkin aku akan menikmati mu di depan suamimu haha".
__ADS_1
"hei kalian berikan aku obatnya".
satu orang penculik itu memberikan sebuah obat kepada Berto. Berto mendekati Shinta mencoba meminumkan obat itu tetapi Shinta tidak mau membuka mulutnya dan malah menggigit Berto.
"dasar wanita ****** beraninya kamu menggigitku".
"plak"
terdengar suara tamparan yang sangat keras sehingga Shinta tidak sadarkan diri Berto lalu memasukan obat itu ke dalam mulutnya.
"bos wanita ini begitu cantik" salah seorang penculik itu berbicara sambil melihat ke arah Shinta dengan tatapan mesum.
"haha setelah aku puas kalian bisa menikmatinya" ujar Berto.
para penculik tertawa dan tidak sabar penuh ***** melihat shinta.
Evan tiba di dalam gedung itu seorang diri, ia melihat istrinya yang sudah tak sadarkan diri dengan pipi merah jelas bekas terkena tamparan.
Evan mengepalkan tinjunya amarahnya memuncaknya.
Berto bertepuk tangan "akhirnya yang di tunggu tunggu datang juga".
"Berto lebih baik kamu segera menyerah aku masih bisa mengampuniku" ujar Evan.
"keluarga ku sudah hancur aku sekarang tidak takut pada apapun yang ku inginkan adalah nyawamu"jawab Berto.
"jika kamu ada masalah dengan ku kamu lampiaskan kepadaku jangan kamu bawa bawa istriku ia tidak ada hubungannya".
Berto tertawa "ha ha sungguh lucu sekali tuan muda ye, kamu telah menghancurkan keluarga ku hari ini aku pastikan kamu akan menderita" Berto sangat senang bercampur ambisinya untuk membalas dendam kepada Evan.
"baik kau bisa berbuat sesuka mu tetapi aku minta lepaskan istriku" Evan sangat menyayangi istrinya dia tidak mungkin membiarkan istrinya berada dalam bahaya.
"ternyata kamu sangat menyayangi istrimu tetapi aku berubah pikiran hari ini tidak ada yang boleh keluar dari tempat ini". Berto tertawa sangat senang.
"kurang ajar kamu Berto aku akan membuatmu menyesal dan membayar atas semua hal ini"
tiba tiba dua penculik berbadan besar berotot menghampiri Evan dan memegang kuat tangan Evan hingga Evan tidak bisa bergerak.
__ADS_1
"aku mau melihat ekspresi tidak berdaya mu ketika aku bercinta dengan istrimu di depan mu haha" Berto mulai mendekati Shinta.
"sialan jika kamu brani menyentuhnya sedikit saja kamu akan menyesal". Evan berteriak sambil memberontak akan tetapi dua penculik yang memeganginya sangat kuat walaupun Evan berusaha sekuat tenaga tetapi tidak bisa bergerak sama sekali.