
"maaf kami terlambat kek" Shinta dan keluarga nya tiba dan Segeran duduk di tempatnya.
"ku kira kalian bersembunyi tidak berani datang" Richard berbicara sambil menyindir.
semua keluarga sudah mengira pasti Shinta gagal mendapatkan kerja sama proyek itu dan mereka sudah siap untuk melihat bagai mana mereka di permalukan.
tiba tiba Shinta berbicara sambil berdiri mengeluarkan dokumen.
"kek ini dokumen kerja sama kita dengan perusahaan glory group"
semua orang kaget bagaimana mungkin perusahaan sebesar itu mau bekerja sama dengan kluarga Lu yang bukan apa apa.
kakek pun melihat dan membuka dokumen itu kakek pun mulai tersenyum tidak hanya berhasil mendapatkan kerja sama tapai juga perjanjian kontrak kerja sama ini memihak menguntungkan keluarga Lu.
tiba tiba Richard berteriak" berani sekali kamu memalsukan dokumen" Richard masih tidak percaya mungkin saja shinta memalsukan dokumen.
"kakek jika sampai ketahuan ia memalsukan kontrak bukankah akan menjadi masalah yang besar buat keluarga kita" Richard terus menuding bahwa dokumen itu palsu.
"tidak kah kamu buka hp kalian bukankah glory group baru saja memberikan pengumuman" sebelum sampai di kediaman kakek Lu Evan sudah menghubungi Zaki agar membuat berita tentang kerja sama glory group dan perusahaan konstruksi keluarga Lu.
semua orang langsung mengambil hp nya masing masing begitu terkejutnya mereka ternyata benar apa yang di katakan Shinta bahwa ia telah mendapatkan kerja sama proyek itu.
kakek Lu tersenyum lebar raut wajahnya tampak sangat bahagia " bagus Shinta kamu membuat kakek bangga setelah ini tidak akan ada lagi yang berani meremehkan keluarga Lu lagi".
Richard kaget bukan main melihat semua ini ia masih tidak percaya.
"bagaimana cara kamu Shinta mendapatkan kerja sama ini" semua orang penasaran bagaimana caranya Shinta bisa dengan mudah mendapatkan proyek ini.
"saya datang terus saya bertemu dengan tuan Zaki dan langsung tanda tangan kontrak" Shinta mengucapkan yang sebenarnya terjadi. Shinta pun bingung kenapa dengan mudahnya bisa mendapatkan kerja sama ini apa lagi memikirkan siapa tuan ye yang di maksudkan Zaki.
mendengar semua perkataan Shinta semua orang berpikir bahwa siapa saja mungkin yang datang pasti akan mendapatkan kerja sama ini.
__ADS_1
Richard pun menyesal karna melewatkan kesempatan ini.
"karna Shinta sudah mendapatkan kerja sama ini itu berarti ada yang harus menepati janji sumpahnya" kata Evan melihat ke Richard.
sontak saja seluruh pandangan semua orang tertuju pada Richard.
Richard yang dari awal yakin bahwa Shinta akan gagal kini serasa di tampar berkali kali.
ekspresi Ricard berubah ia menundukkan kepalanya.
Richard adalah orang yang sombong apa kata semua orang jika Ia harus berlutut kepada Evan seorang menantu sampah itulah yang dipikirkan oleh Richard.
Richard melihat ke arah kakek Lu berharap kakek Lu bisa menolong nya tetapi kakek Lu adlah tipe orang yang memegang janji dan sumpah jadi dia tidak memperdulikan tatapan Richard.
"apakah kamu mau mengingkari sumpahmu menjilat ludah mu sendiri apa kamu tidak takut Karan" Evan berkata keras.
Ricard menggertak giginya mukanya memucat keringat berjatuhan membasahi bajunya kakinya mulai gemetar ia pun Sujud di depan Evan sambil memandang ke arah bawah.
"aku salah" Richard berbicara pelan.
"aku salah" Richard semakin kesal.
"kurang keras aku tidak dengar".
"kamu jangan keterlaluan Evan" Richard merasa sangat malu sekarang.
"coba kamu ulangi".
"baik aku mengaku aku salah sudah puas" tidak pernah terpikirkan hari memalukan ini akan terjadi dalam hidup Richard harga dirinya kali ini benar benar di injak injak sangat memabukkan.
Evan tersenyum puas melihat Richard yang ia permalukan. Shinta entah kenapa hari ini Evan sangat keren ia pun merasa kagum pada suaminya.
__ADS_1
memei dan robi kaget melihat keberanian Evan dalam berbicara ia yang biasanya hanya diam kini sering berbicara bahkan mampu mempermalukan Richard yang selalu merendahkan keluarga mereka, tidak bisa ditutupi bahwa memei dan robi pun ikut senang dengan kejadian itu.
"kakek karna Shinta telah mendapatkan proyek ini seharusnya Shinta lah yang menjadi ketua proyek ini" Evan menatap Kakek Lu. jika Shinta dia angkat menjadi ketua tentu kluarga mereka tidak bisa lagi di rendahkan oleh seluruh keluarga Lu bahkan jika proyek ini sukses bisa saja Shinta menjadi bos nya di perusahaan konstruksi keluarga Lu.
kakek Lu berpikir di dalam hatinya jika ia tidak mengangkat Shinta sebagai ketuanya tentu saja ia di bilang pilih kasih kakek Lu sebenarnya dia berharap bahwa cucu kesayangan nya lah yang menjadi ketua tapi hari ini dia telah di permalukan.
"Shinta aku harap kamu mampu menjalankan proyek ini dengan serius" mendengar kata kata dari kakek Shinta sangat senang maksud dari perkataan kakek adalah menjadikannya ketua dalam proyek itu . memei dan robi pun ikut bangga mendengarnya.
Richard sangat kecewa mendengar ucapan kakeknya tapi dia belum mau menyerah.
"karna kita sudah berhasil mendapatkan kerja sama ini besok lusa aku ingin mengadakan pesta perayaan di rumah ini aku harap kalian semua dapat mempersiapkan segala sesuatunya undang semua keluarga kaya, rekan bisnis kita" kakek Lu sengaja ingin mengundang seluruh orang kaya dan penting di kota amster agar mereka tau bahwa keluarga Lu telah bekerja sama dengan glory group, tentu saja hal ini adalah berita besar yang dapat menaikan derajat keluarga Lu bahkan mungkin kluarga Lu bisa naik menjadi kluarga kelas satu di kota amster.
"Shinta apakah kamu bisa mengundang bos perusahaan glory group dalam acara ini" kakek melihat ke arah Shinta.
"aku belum tau kek" Shinta sangat ragu apakah dia bisa mengundang Presdir baru itu ke sini bahkan sosoknya pun dia tidak tahu.
"kenapa tidak coba kamu telpon dlu mungkin dia sedang senggang" sambil tersenyum Evan berkata kepada Shinta.
Shinta bingung dengan apa yang di katakan Evan tapi ia justru percaya dan menelpon tuan Zaki.
" selamat malam tuan Zaki saya Shinta dari perusahaan konstruksi keluarga Lu"
"ohh nona Shinta ad apa apakah ad yang bisa saya bantu".
mendengar kata Zaki yang begitu ramah Shinta segera berbicara mengenai maksudnya menelpon Zaki.
"tuan keluarga kami akan mengadakan pesta besok lusa untuk merayakan kerja sama ini apakah tuan bisa menyampaikan kepada Presdir anda, apakah beliau berkenan datang ke acara ini"
"maaf nona Presdir kami sedang berada di luar kota besok saya sendiri yang akan pergi ke sana" Zaki menjawabnya dengan cepat sebelumnya ia telah menerima pesan dari Evan memberi tahu Zaki untuk dia yang datang dalam acara tersebut karna evan belum mau untuk membongkar identitasnya.
mendengar tuan Zaki yang akan datang Shinta sangat senang Karna Zaki sendiri adalah orang terkaya di kota amster dan orang nomor 2 di glory group.
__ADS_1
"kek tuan Presdir tidak bisa datang melainkan yang datang adalah tuan Zaki".
mendengar perkataan Shinta kakek sangat senang walaupun bukan Presdir yang misterius yang datang tapi tuan Zaki karna tetap tuan Zaki adalah orang yang sangat terkenal dan di hormati di kota amster.