
suami dari Tina bernama loris ternyata adalah seorang pemilik salah satu kasino besar di kota amster.
mendengar istri dan anaknya yang sedang di tindas ia segera pergi dengan membawa beberapa pengawal berbadan besar dan berotot.
"kamu akan menyesal dasar sampah" ujar Tina seraya berusaha bangkit.
"benar kamu lihat saja ketika ayahku sampai akau akan memintanya mematahkan kakimu" seru Riyan tertawa senang.
memei dan robi merasa sangat senang dengan begini mereka tidak perlu repot-repot untuk menyingkirkan Evan.
"Evan lebih baik kamu meminta maaf aku takut terjadi sesuatu kepadamu" ujar Shinta khawatir.
"ha ha ha walaupun kamu meminta maaf aku akan tetap mematahkan kakimu agar kamu lebih menderita hidup dari pada mati" bentak Riyan sangat sombong.
Evan hanya tersenyum seraya mengeluarkan hp dan mengirimi Zaki pesan singkat bahwa ia sedang dalam masalah.
Zaki mendapatkan pesan dari Evan langsung panik bagaimana mungkin seorang ahli waris keluarga ye bisa dalam bahaya jika Evan sampai terluka Zaki tidak tau harus bagaimana bertanggung jawab kepada keluarga ye. bisa jadi ia pun juga akan kehilangan nyawanya.
kali ini Zaki tidak mau mengambil resiko ia segera mengerahkan divisi keamanan keluarga ye.
Evan memasukan hpnya ke dalam saku dan bersikap sangat tenang.
"Evan aku mohon kepadamu jika kamu enggan meminta maaf lebih baik kamu segera pergi aku takut kamu terluka" ujar Dewi terlihat mukanya sedih.
"tenang saja kamu percayalah aku tidak akan kenapa-kenapa".
"huh masih bisa membual kamu ingat jika nanti kamu di pukuli jangan bawa-bawa kami" ujar memei.
beberapa menit kemudian serombongan mobil tiba di rumah memei. di paling depan adalah mobil Audi di ikuti oleh 3 buah mobil Jeep.
seorang pria gendut turun dari mobil dengan di ikuti sepuluh orang di belakangnya. para pengawal itu membawa berbagai senjata seperti stik golf tongkat bisbol bahkan besi baja.
"haha haha" Riyan tertawa sekeras kerasnya.
Tina langsung menghampiri loris memeluknya manja seraya satu tangannya masih memegangi pipinya.
__ADS_1
"suamiku kami telah di tindas olehnya kamu harus membalasnya berkali kali lipat" ucap Tina kepada loris.
"Evan kamu cepat lari ujar Shinta" kali ini ia benar benar sangat khawatir.
"ayah kamu harus menghabisinya karena ia telah menindasku ayah tidak perlu khawatir ia hany menantu sampah di keluarga ini"
"tuan loris ini adalah ulah menantu kami yang tidak tahu diri ini kami tidak ikut terlibat" ujar memei dan robi.
Evan masih tetap tenang di wajahnya tidak ada sedikitpun rasa takut.
"loris jika kamu ingin memberiku pelajaran aku rasa tempat ini tidak cukup luas" ujar Evan menatap loris dengan tajam.
"ha ha ha kamu masih bisa bermulut besar sebentar lagi aku akan membunuhmu" ujar loris.
loris memerintahkan 2 orang pengawalnya dan membawa Evan masuk ke dalam Jeep mereka berencana membawanya ke pinggiran kota.
"tuan aku mohon maafkan suamiku" ujar Shinta air matanya mengalir ia tidak ingin kehilangan Evan.
"kamu tenang saja aku pasti akan segera kembali" ujar Evan tersenyum kepada Shinta.
beberapa saat tidak jauh dari rumah memei jalan yang biasanya begitu ramai menjadi lalu lalang kendaraan kini tidak ada satupun yang melintas.
tiba tiba rombongan itu berhenti mendadak di tengah jalan di depannya dapat di lihat belasan mobil mewah dan juga di belakang mereka juga terdapat belasan mobil mewah yang mengikuti.
sebelumnya Evan sudah memerintahkan Zaki untuk tidak beraksi di rumahnya ia takut identitasnya akan segera terbongkar jadi ia meminta Zaki menunggu nya keluar dari rumah.
loris merasa ada yang aneh ia memerintahkan dua orang pengawal turun untuk mendatangi kerumunan mobil mewah di depannya.
dua pengawal berbadan besar memakai kaos dan kacamata itu berjalan sekitar lima langkah.
"dor dor" suara tembakan terdengar dengan jelas.
dua peluru langsung mengenai tubuh dua orang pengawal itu hingga terpental beberapa meter.
keluar dari kerumunan mobil di depan sangat terlihat tidak kurang dari delapan penembak jitu dan juga belasan orang bertubuh tinggi besar dan berotot berbagai macam senjata.
__ADS_1
begitupun dari belakang mereka juga muncul banyak orang membawa senjata.
kejadian tersebut membuat loris ketakutan keringat dingin ia berpikir sebenarnya apa yang sedang terjadi.
belum sempat loris berpikir lebih lama terdengar banyak suara tembakan. ia melihat ke arah sekelilingnya ternyata seluruh pengawalnya telah tertembak termasuk yang masih berada di dalam mobil juga sopir yang berada di depannya tertembak di bagian kepala hingga darahnya muncrat mengenai wajahnya.
kini hanya tinggal dia sendiri yang berada di mobil Audi. Evan keluar dari dalam mobil Jeep di belakangnya.
sekarang mobil Audi loris telah di kerumuni oleh banyak orang loris ketakutan sampai kencing di celana. kali ini ia sadar bahwa ini semua adalah perbuatan Evan. ia serasa tidak percaya bagaimana mungkin seorang menantu sampah bisa melakukan ini.
salah satu orang menarik loris keluar. loris berteriak meminta ampun ia meraih kaki Evan bersujud kepadanya. ia menangis sejadi jadinya.
"tuan muda apakan anda tidak apa-apa" Zaki berjalan ke arah Evan.
loris melihat Zaki dan ia tahu jelas siapa Zaki. Zaki adalah orang yang sangat berkuasa di kota ini, tidak ada seorang pun di kota ini yang berani menyinggungnya tapi kenapa Zaki memanggil Evan tuan muda.
hal ini semakin membuat loris menggigil sepertinya hari ini ia akan berakhir mengenaskan.
"tuan muda selanjutnya apa yang harus kita lakukan kepada orang ini" tanya Zaki.
mendengarnya loris berteriak " aku mohon ampuni aku berikan aku kesempatan aku berjanji akan menuruti perintah tuan" ujar loris sambil menangis ia yang tadi meremehkan Evan kini baru menyadari kekuatannya sebenarnya.
Evan berpikir sejenak dan mutuskan untuk memberinya kesempatan.
"baiklah aku akan memberimu kesempatan" ujar Evan.
mendengarnya loris sangat senang ia bersujud mencium kaki Evan ia meminta maaf dan berjanji menjadi budaknya.
"kamu harus rahasiakan ke jadian ini aku tidak mau ada satu orangpun yang mengetahuinya, jika sampai bocor aku pastikan kamu tidak akan mampu menanggung akibatnya" ujar Evan.
"baik tuan saya berjanji nyawa saya sebagai taruhannya" ia sangat senang seakan tuhan telah memberikan kehidupan kedua kepadanya.
Alasan Evan membiarkan nya hidup karna ia membunuhnya tentu saja ini akan menjadi pertanyaan yang sangat sulit ia jelaskan kepada Shinta dan orang tuanya. jadi ia membiarkannya hidup untuk mengurus masalah di rumahnya.
Evan memerintahkan Zaki dan seluruh anak buahnya untuk kembali dan membereskan semuanya yang barusan terjadi.
__ADS_1
sementara Evan pergi kembali ke rumah bersama loris menggunakan mobil Audi.