
Evan yang berada di rumah amarahnya memuncak bagai mana seorang istri yang sangat dia sayangi berada dalam bahaya, ia menghubungi Zaki.
"Zaki istriku dalam bahaya kamu tau kan apa yang harus di lakukan aku sekarang menuju ke restoran the Crawford"
"siap tuan muda aku mengerti" begitu Zaki mendapatkan telpon bahwa istri tuannya dalam bahaya, Zaki mengumpulkan anak buahnya langsung segera berangkat ke sana.
di restoran Jack masih belum menyadari bahwa sebentar lagi hidupnya akan berakhir.
"lama juga suami sampah mu belum datang bagaimana sebelu ia datang kita bermain main dulu, kalian berdua minum masing masing satu botol bir ini" Jack tersenyum licik.
"maaf kak kami tidak terbiasa minum" Shinta dan Fitri menjawab bersamaan.
"kurang ajar kakak ku sudah memberi kalian muka, jangan sok suci kalian" teman Jack membentak keras memukulkan tangannya ke atas meja.
"baik jika kalian tidak mau minum maka aku akan melepaskan pakaian kalian" Jack hendak melecehkan mereka.
Shinta dan Fitri mendengar perkataan Jack sangat ketakutan, jika mereka tidak meminumnya bisa jadi ia akan semakin menggila. mungkin saja mereka akan d lecehkan nya.
mereka pun meminum 2 botol besar itu dengan cepat. Jack yang melihat hal itu tertawa senang tidak lama lagi kalian akan menjadi milikku.
mereka berdua yang tidak terbiasa minum baru beberapa tegukan sudah merasakan pusing hingga akhirnya mereka tak sadarkan diri di atas meja.
Jack dan temannya sangat senang ternyata kedua wanita ini sangat bodoh. Jack meminta manajer agar menyiapkan kamar khusus untuk mereka bersenang senang. sebelum mereka sempat membawa pergi Shinta dan Fitri seketika Evan sampai.
Evan mendobrak pintu langsung menendang teman Jack yang hendak menyentuh Shinta hingga tersungkur.
"kurang ajar kalian cari mati" Evan melihat Shinta dan Fitri yang sudah tak sadarkan diri akibat di buat mabuk.
__ADS_1
"kamu menantu sampah berani sekali kamu, karna kamu sudah berani kemari maka waktunya untuk menghabisi mu" Jack dan teman temannya segera mengelilingi Evan.
tidak lama kemudian terdengar suara kaki yang begitu ramai Zaki telah tiba dengan puluhan anak buahnya berbadan kekar membawa besi baja.
"maaf tuan muda kami terlambat" anak buah Zaki langsung mengelilingi Jack dan teman temannya.
" kalian membawa banyak orang jangan pikir aku takut apa kalian tidak tahu aku berasal dari keluarga Li" Jack yakin bahwa mereka tidak akan berani macam macam terhadapnya karna status keluarga Li yang cukup tinggi.
tiba tiba Zaki menampar nya dengan keras kemudian menendang nya hingga jatuh "kamu pantas mati hari ini".
seorang lelaki agak tua berbadan sedikit gemuk berlari dari kejauhan ternyata dia adalah bos pemilik restoran ini. Zaki tadi mengiriminya pesan bahwa tuannya mendapatkan masalah di tempatnya.
bos yang mendapat pesan ini segera bergegas datang ke restorannya ia tidak habis pikir siapa yang berani membuat masalah ini.
"tuan Zaki maaf saya terlambat" bos restoran itu membungkukkan badannya kepada Zaki dan juga Evan . bos itu bisa melihat bahwa yang di maksud tuan mudah adalah evan.
manajer yang melihat kejadian itu ia segera berlutut memohon ampunan dari Evan.
bos itu langsung menghajar manajer itu dengan membabi buta hingga wajah manejer itu penuh dengan benjolan "dasar kamu sial apa kamu tidak tau siapa mereka kamu ingin membunuhku lebih baik kamu yang aku bunuh lebih dulu".
Jack yang melihat bos restoran the Crawford yang begitu terkenal begitu hormat kepada mereka padahal keluarga Li bukan apa apa bagi bos ini, ia sadar bahwa ia dalam masalah besar kali ini.
"Zaki aku mau kamu patahkan kaki mereka semua dan juga tangan mereka lalu buang mereka ke jalan" Evan yang melihat istri yang sangat dia sayangi hampir saja di lecehkan membuat nya sangat murka.
Zaki memerintahkan anak buahnya untuk melakukan perintah dari evan.
anak buah Zaki mendatangi teman Jack ia langsung memukul kedua kakinya menggunakan besi baja. orang itu berteriak-teriak merasakan sakit yang luar biasa ia menangis sejadi jadinya.
__ADS_1
di pukul lagi tangan orang itu hingga kedua tangannya patah nampak sekali di wajah orang itu putus asa yang mendalam. kemudian pengawal itu mendatangi Jack .
Jack yang melihat temannya di pukul seperti itu ia sangat ketakutan hingga kencing di celana. "maafkan aku tuan aku mengaku salah aku rela melakukan apa saja yang tuan inginkan" Jack menangis sejadi jadinya.
"lakukan" satu kata dari Evan membuat Jack putus harapan.
di pukulnya kaki kanan Jack hingga patah ia meronta ronta kemudian di pukul lagi kaki tirinya ia berteriak meminta ampun ke pada Evan.
Evan yang amarah sudah meledak ledak akhirnya ia merasa iba bagaimana pun even bukanlah orang yang kejam sebelumnya.
"stop hentikan aku rasa sudah cukup" Evan masih mengasihi jack. ia memerintah Zaki untuk menelpon orang tuanya agar menjemputnya ke restoran dan membawanya ke rumah sakit.
ayah Jack yang menerima telpon dari Zaki sangat kaget ad keperluan apa orang sehebat Zaki mau menelponnya.
"aku Zaki anak mu hampir saja melecehkan istri tuan muda kami jadi kami mematahkan kedua kakinya lain kali kamu harus mendisiplinkan ya sekarang ia berada di restoran the Crawford"
"maafkan saya tuan yang masih kurang mendidiknya, terima kasih tuan masih bermurah hati melepaskan kami saya akan segera menjemputnya" ayak Jack yang mendengar anaknya membuat masalah besar sangat kaget. akan tetapi ia masih beruntung hanya mematahkan kakinya saja hingga tidak sampai menghancurkan seluruh keluarga Li.
"tuan muda maafkan saya lain kali tidak akan lagi kejadian ini" bos restoran itu meminta maaf sebesar besarnya kepada Evan.
"tidak apa apa ini bukan salahmu" kemudian Evan membawa istrinya dan meminta zaki untuk untuk mengantarnya pulang dan juga mengantar Fitri ke rumahnya.
ketika sampai di rumah kedua mertuanya sedang keluar, ini adalah hal bagus bagaimana jika mertuanya tau kalo Shinta dalam keadaan mabuk dan Meraka pulang di antar dengan mobil mewah tentu saja ini akan menimbulkan pertanyaan besar yang susah untuk di jelaskan.
Evan mengantar Shinta ke kamarnya ia meletakan nya di atas kasur dan menyelimutinya, Ketika Evan hendak pergi tiba tiba Shinta mengigau dan memegang tangan Evan.
"aku mohon jangan pergi" Shinta mengigau dengan ekspresi ketakutan.
__ADS_1
Evan yang melihatnya memberanikan diri untuk naik ke atas kasur ini pertama kalinya ia hendak tidur di atas kasur bersama istrinya. ia tidak ad pilihan lain melihat Shinta yang ketakutan dalam tidurnya segera ia memeluknya dengan erat penuh kasih sayang andai saja ia dan Shinta bisa terus seperti ini selamanya.
mari bantu author ya untuk terus berkarya dengan memberikan like terima kasih