Menantu Super Kaya

Menantu Super Kaya
episode 19 "malam bahagia"


__ADS_3

"kalo aku pikir pikir 2 berita ini cukup berkaitan sepertinya orang misterius ini ingin memberikan kejutan yang luar biasa kepada kekasihnya".


"sungguh beruntung sekali wanita itu, padahal aku tidak mengenalnya tetapi aku sangat iri".


Shinta yang mendengar pembicaraan kariawan itu juga sangat penasaran dengan sosok pria misterius itu sungguh orang yang luar biasa.


kabar ini menjadi hal terpanas di internet bahkan di semua media hanya membicarakan berita ini seluruh kota amster menjadi penasaran dengan sosok pria misterius ini.


Shinta yang juga ikut penasaran dengan sosok pria itu berusaha untuk tidak memikirkannya, ia segera mengemasi barang barangnya untuk pulang kerja.


Shinta menuju ke pintu keluar di sana sudah SD Evan yang menjemput seperti biasa. Shinta langsung masuk ke dalam mobil.


"evan apa kamu ada melihat berita terbaru di Internet dan terpanas"


"berita apa ponsel ku saja model kuno apa bisa melihat berita" benar saja ponsel Evan ini dulu di beli evan dengan menabung bahkan sudah sangat kuno bahkan layarnya saja sudah pecah pecah.


"tahukah kamu bahwa kalung yang kemarin kita lihat di mall sudah ada yang membelinya"


"terus" jawab evan santai.


"terus ada satu lagi mengenai restoran termewah di kota ini yang terletak di hotel Swiss sudah di pesan oleh seseorang padahal aku dengar tempat itu tidak pernah sekali pun bisa disewa bahkan oleh bos bos besar di kota ini"


"ya biarkan saja" evan tidak menanggapinya dengan serius.


"oh ya besok tanggal 6 adalah hari pernikahan kita yang ke 3 tahun aku berencana merayakannya di suatu tempat apa kah kamu bersedia" tanya evan.


"oke aku mau" ujar Shinta.


tentu saja ini adalah momen bahagia mereka walaupun mereka merayakannya dengan sederhana.


singkat cerita tibanya waktunya hari dimana mereka akan merayakan hari jadi pernikahan mereka.

__ADS_1


Shinta memakai sebuah gaun cantik dari wajahnya terpancar aura keanggunan evan mengunakan sebuah jas yang sebelumnya di belikan oleh Shinta.


"apakah kamu sudah siap ayo kita berangkat" evan memegang tangan Shinta masuk ke dalam mobil.


didadam mobil jantung Shinta berdebar debar seolah olah mereka kembali ke 3 tahun yang lalu seakan baru menikah, akan tetapi kali ini ada sedikit rasa ya tenang dan nyaman.


"kita mau merayakannya kemana"


"sebentar lagi juga kamu akan tau".


Shinta agak merasa aneh biasanya mereka merayakannya hanya makan di restoran biasa, tapi kenapa mobil ini menuju kawasan mewah di kota jelas saja restoran di sana adalah restoran restoran mewah.


belum sempat berpikir Shinta semakin heran karna mobil berhenti di depan hotel Swiss hotel termegah di kota amster.


"apakah kamu tidak salah tempat ini tempat yang mahal jangan bilang kamu memesan tempat di sini" Shinta takut ini adalah tempat yang mahal mana mungkin suaminya ad uang untuk memesan tempat di sini apalagi ia bru saja membeli 2 buah mobil sudah pasti uangnya habis.


"Shinta kenapa kamu bengong ayok kita turun".


Evan meraih tangan istrinya mengajaknya masuk ke dalam, sementara Shinta belum bisa berkata apa apa.


Shinta memandangi interior hotel yang begitu hebat, sangat modern dan sangat mahal. merekapun menuju ke lift.


"kamu sebenarnya memesan tempat yang mana" rasa tidak percaya bahwa Evan membawanya ke sana sedangkan di dalam hotel hanya ada satu restoran, yaitu restoran Vinsen restoran terbaik di kota itu.


"tunggu saja sebentar lagi kita sampai" Evan tersenyum manis.


Shinta semakin tidak bisa berkata kata karna evan menekan tombol lift paling atas di mana restoran Vinsen berada.


begitu pintu lift terbuka Shinta keluar dari lift ia melihat sebuah dekorasi yang sangat indah di iringi musik piano klasik, cahaya warna warni bahkan banyak taburan bunga mawar terbaik dari luar negeri yang terkenal dengan harumnya. ia melihat sebuah tulisan yang di ukir oleh 15 macam mawar dari seluruh dunia bertuliskan AKU SANGAT MENCINTAIMU SHINTA. Shinta sangat terharu melihat semua hal ini ternyata evan telah menyiapkan semuanya, ternya Evan adalah orang yang menyewa restoran Vinsen yang menjadi berita utama dalam beberapa hari ini. Shinta merasa sangat bahagia dia ingin bertanya ke pada Evan bagaimana ia melakukan semua ini ia menoleh kebelakang.


ketika shinta menoleh ia melihat suaminya sedang berlutut mengeluarkan sebuah kotak dengan tangannya, kemudian evan membukanya. tampak cahaya berkilau keluar dari kotak itu shinta menutup mulutnya matanya meneteskan air mata ketika ia melihat bahwa isi kotak itu adalah sebuah kalung permata aster yang sangat terkenal bahkan menjadi berita utama di internet. perasaan Shinta sangat bahagia dan terharu ia tidak mau memikirkan evan mendapatkannya dari mana yang jelas malam ini ia sangat berterima kasih dengan suaminya.

__ADS_1


"ini adalah hadiah dari ku untukmu istriku tersayang". Shinta tidak bisa berkata kata sangking senangnya .


"bolehkah aku memakainya di lehermu" tanya Evan.


"tentu saja boleh suamiku". ini kali pertamanya Shinta menyebut Evan dengan kata suami.


Evan memakaikan kalung kepada Shinta, tiba tiba Shinta berbalik badan langsung memeluk Evan dengan erat.


"terima kasih suamiku hari ini adalah hari paling indah di hidupku".


mendengar perkataan Shinta Evan sangat senang sekali hari ini ia merasa sangat bahagia setelah 3 tahun mereka menikah akhirnya istrinya mau memeluknya.


meraka melanjutkan makan di sebuah meja yang sudah di kelilingi banyak lilin. musik piano terus berputar menambah romantis acara malam itu.


Shinta tidak pernah membayangkan bahwa wanita beruntung yang menjadi gosip di internet adalah dirinya. mereka menyelesaikan makan malam dengan penuh kasih, hingga tidak terasa waktu sudah larut malam. mereka pun pulang meninggalkan hotel Swiss.


di perjalan Shinta sangat senang atas perayaan pesta pernikahan mereka.


"oh ya suamiku bagaimana kamu bisa mendapatkan kalung ini dan juga bagaimana caramu bisa menyewa sebuah hotel bintang lima paling terkenal di sini" Shinta sudah mulai terbiasa dengan kata suamiku.


"karna aku sangat kaya haha" Evan tertawa.


Shinta mengira bahwa evan sedang bercanda dengannya.


"kamu mengesalkan sekali aku sedang serius bahkan jika kamu kaya belum tentu kamu bisa menyewa restoran Vinsen"


"terus jika kamu tidak percaya aku harus bagaimana lagi" evan sudah berbicara yang sebenarnya jika istrinya tidak percaya itu tidak usah di pikirkan.


Shinta masih tidak percaya ia juga bingung jika suaminya memang kaya kenapa dia mau diperlakukan seperti pembantu di keluarganya. tapi Shinta memilih untuk tidak bertanya lagi karna hari ini masih haru yang sangat bahagia buat mereka.


"istriku aku minta kepadamu tolong rahasiakan yang terjadi barusan dari orang tuamu ya" Evan tidak mau kedua mertuanya tahi siapa evan sebenarnya, karna Evan merasa belum waktunya.

__ADS_1


"oke aku mengerti" jawab Shinta.


mari bantu author ya untuk terus berkarya dengan memberikan like terima kasih


__ADS_2