
Shinta mendengar semua apa yang di katakan gadis itu dengan sangat jelas dari tadi ia sengaja selesai dari kamar mandi tidak langsung menghampiri Evan.
"ehemm" suara batuk Shinta dengan di buat buat.
Evan mendengarnya menoleh ke belakang ia melihat Shinta sudah kembali dari kamar mandi.
"wah kacau apakah ia mendengar semuanya" ujar Evan dalam hati.
"kak ganteng dia siapa" wanita itu menunjuk ke arah Shinta.
"dia istriku" ujar Evan seraya merangkul Shinta.
wanita itu tampak kecewa melihat evan ternyata sudah mempunyai istri.
"oh maaf kak kalo begitu aku pergi dulu" ujar wanita itu kecewa.
"oke" ucap evan tersenyum.
setelah wanita itu pergi Shinta melepaskan rangkulan evan dan berjalan menuju ke arah mobil tanpa berkata kata.
"Shinta kamu kenapa" ujar Evan sambil mempercepat langkahnya untuk mengejarnya.
Shinta segera membuka pintu mobil dan segera masuk tidak seperti biasanya ia menunggu Evan untuk membukakannya.
"Shinta kamu kenapa setelah dari kamar mandi kenapa jadi aneh sembari tadi hanya diam saja" tanya evan sambil pandangan fokus ke depan menyetir mobil.
"tampaknya kamu sangat menikmati mengobrol dengan wanita itu" Shinta berbicara sambil cuek dengan tangan menyilang di dada mukanya agak di tekuk.
"oh wanita yang kamu lihat tadi sebenarnya bukan seperti apa yang kamu pikirkan aku sama sekali tidak mengenalnya tiba tiba ia sendiri yang menghampiriku".
"tapi aku lihat kamu sangat menikmati mengobrol dengannya".
di lihat dari ekspresi dan tingkah laku Shinta Evan dapat menyadari bahwa mungkin istrinya sedang cemburu kepadanya.
Evan tersenyum dan berkata "apakah kamu sedang cemburu kepada wanita tadi istriku".
__ADS_1
mendengar perkataan evan barusan Shinta juga bertanya-tanya ke dalam dirinya apa mungkin dia sedang cemburu karena ini pertama kalinya ia marah melihat evan mengobrol asik berduaan dengan wanita lain.
memang bisa di akui Shinta bahwa penampilan Evan hari ini emang agak berbeda ia terlihat lebih tampan dari biasanya.
"kamu berpikir terlalu banyak" Shinta tidak mau mengakuinya jika ia memang cemburu.
"terus kenapa kamu bertingkah sangat aneh" ujar evan.
Shinta memilih untuk diam sembari mobil terus melaju menuju rumah mereka.
tidak lama kemudian mereka telah sampai di rumah tanpa basi basi Shinta langsung keluar mempercepat langkahnya menuju ke dalam kamar.
Evan segera memarkirkan mobil, dan segera mengejar Shinta.
Shinta sudah masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya.
"tok tok tok" suara Evan mengetuk pintu kamar Shinta.
"istriku tolong bukakan pintunya aku mau masuk" ujar Evan.
"tok tok tok" Evan kembali mengetuk lagi Karna Shinta blum menjawabnya.
Shinta masih marah bercampur kesal dan cemburu ini pertma kali baginya merasakan perasaan seperti ini.
"apakah ini yang di namakan cemburu" ujar nya dalam hati sambil dia berusaha untuk tidak memikirkannya.
"tampaknya aku benar benar telah jatuh cinta kepada Evan" ia terus melamun tanpa memperdulikan Evan yang masih di luar kamar.
"baiklah jika kamu masih marah tapi kamu perlu kamu tau bahwa bersamamu lah membuat ku menjadi lelaki beruntung" ucap Evan Sera berbalik badan meninggalkan kamar.
Evan akhirnya memutuskan untuk tidur di sofa di ruang tamu.
emang wanita yang sedang cemburu sangat menakutkan bahkan aku tidak di beri kesempatan untuk masuk ke kamar dan menjelaskan". ujar Evan dalam hati sambil berbaring di atas sopa menggunakan tangannya sebagai bantal.
"untung saja aku hanya tidak boleh masuk ke kamar tapi masih bisa tidur di sofa, lebih baik kejadian seperti tadi tidak akan terulang lagi. bisa-bisa jika terjadi lagi aku tidak akan boleh masuk rumah Memang wanita yang sedang cemburu sangat menakutkan" pikirnya.
__ADS_1
di malam itu walaupun Evan harus tidur di sofa ia tetap merasa sangat bahagia karna ia juga mengetahui bahwa Shinta sedang cemburu yang berarti Shinta sudah mulai menyukainya.
esok pagi pagi adalah hari Minggu Shinta libur kerja ia bangun pagi pagi untuk berolahraga. Shinta telah siap untuk lari mengunakan pakaian olahraga yang cukup seksi.
ketika hendak keluar rumah ia melihat Evan yang masih tertidur di sofa. ada rasa bersalah dalam diri Shinta yang membiarkannya tidak boleh masuk kamar.
Shinta memilih untuk tidak membangunkannya dan berangkat untuk berolahraga sendiri.
Evan masih tertidur pulas ia semalam susah tidur karna memikirkan kejadian semalam di bioskop.
"biyurrr"
suara air yang mengenai seluruh tubuh evan. ternyata memei menyiramkan seember air kepada Evan yang di lihatnya masih tidur di sofa.
Evan meloncat seketika ia terkejut dan menoleh ternyata di lihatnya ibu mertuanya menyiramnya dengan air.
"Bu apa yang anda lakukan" seru Evan sambil mengelap air di wajahnya.
"ini jam berapa kamu masih bisa tidur nyenyak" jawab memei tangan kanan memegang ember tangan kiri berada di pinggang.
"sialan orang tua ini" ujar Evan dalam hati sangat marah tapi masih menahan diri.
"kamu lihat sofa itu masih baru jika terkena air liur mu apa kamu bisa untuk membelinya" memei menunjuk nunjuk ke arah sofa.
Evan mengepalkan tinjunya tangannya bergetar jika ia bukan ibu dari Shinta mungkin saat ini Evan telah menamparnya.
"kenapa kamu mau marah dan memukulku, jika kamu berani lakukan" memei menantang evan, ini memang salah satu rencana memei jika evan benar memukulnya maka ia akan semakin mendapat alasan yang kuat agar Shinta segera menceraikannya dan mengusirnya pergi.
sebelumnya memei tidak sengaja bertemu dengan teman SMA nya dan juga anak laki-lakinya lalu mereka makan bersama dan mengobrol. ternyata teman SMA itu telah sukses dan menjadi orang kaya. dan juga ternyata anak laki laki walaupun sedikit gemuk tapi juga tergolong sukses karna dia adalah CEO dari perusahaan wusiang yang bergerak di bidang peternakan. dengan usahanya itu mereka bisa menjadi keluarga kelas dua di kota amster. teman memei itu bernama Tina dan anaknya bernama Riyan.
lusa mereka berencana untuk pergi berkunjung ke tempat memei. memei mempunyai niat untuk menjodohkan Shinta dengannya.
Evan yang sudah sangat geram tetap tidak bisa memukul memei bagaimana pun ia tetap menghargai istrinya. jika ia memukulnya tentu istrinya akan sedih dan itu akan membuatnya menderita.
"Bu aku akan pergi ke dapur untuk memasak" Evan langsung pergi begitu saja dengan tatapan ke bawah tanpa menoleh noleh.
__ADS_1
"dasar menantu sampah dan dan sungguh menyedihkan" ucap memei kesal ia sudah menindasnya tetapi masih bisa menerimanya.
Evan yang telah berjalan pergi mendengar perkataan memei yang terakhir sungguh membuatnya terluka ia berjanji pada dirinya sendiri suatu saat ia akan akan membuat mertuanya menyesali semua perbuatan yang pernah ia lakukan.