
setelah mendengar kebangkrutan Aldo memei dan robi pun pergi meninggalkannya masuk ke kamar sementara Shinta dan even menyuruh pergi Aldo dari rumahnya.
kabar mengenai bergantinya pemimpin di perusahaan glory group telah menyebar dengan cepat ke seluruh kota amster apalagi kabar mengenai investasi yang bernilai 1 triliun untuk proyek hotel bintang lima yang akan segera di bangun membuat banyak perusahan yang ikut andil dalam proyek besar tersebut.
mendengar kabar investasi glory group kakek Lu segera mengadakan pertemuan keluarga. dalam pertemuan ini seluruh keluarga hadir termasuk Shinta dan Evan.
"apakah kalian sudah mendengar mengenai bos baru di glory group yang masih misterius dan investasi besar di bidang hotel" tentu saja kakek Lu berharap keluarga Lu bisa ikut berpartisipasi dalam proyek tersebut. jika mereka bisa berkerja sama dengan glory group tentu saja kluarga mereka bisa menjadi kluarga kelas satu bahkan masa depan kluarga mereka bisa semakin jaya.
"diantara kalian siapa yang berani datang ke glory group untuk meminta kerja sama" semua orang terdiam melihat kakek Lu. di pikiran semua orang mana mungkin mereka mau bekerja sama dengan keluarga Lu yang hanya keluarga jelas tiga. mungkin blum msuk saja sudah di usir tentu saja akan sangat memalukan.
melihat seluruh orang hanya diam kakek Lu sangat kecewa karna ini adlah kesempatan untuk menaikan derajat keluarga Lu.
"Shinta kamu ambil saja kesempatan ini" Evan bicara pelan ke Shinta.
memei yang mendengar omongan Evan sontak marah " apakah kamu gila belum cukup kamu membuat malu keluarga" tetapi Evan tidak memperdulikan ucapan ibu mertuanya.
"bagaimana mungkin aku bisa" Shinta masih heran dari mana Evan mendapat keberanian ini.
"bukankah jika kamu berhasil keluarga kita tidak akan di olok olok lagi di keluarga Lu jika blum d coba belum kita tau" Evan berbicara dengan santai seolah olah yakin bahwa Shinta dapat mendapatkan proyek ini.
entah mengapa Shinta pun percaya terhadap kata kata Evan sehingga dia memberanikan diri untuk mengambil tugas ini.
"nek saya akan mencoba untuk mengambil tugas ini" mendengar kata kata Shinta seluruh kluarga menahan tawa apa kah mereka bodoh mana mungkin glory group mau bekerja sama dengan keluarga kita.
Richard berkata "haha dasar bodoh apakah kamu pikir kamu mampu jangan sampai nanti kamu membuat malu keluarga" Richard terus menghina kluarga Shinta memei dan robi merasa sangat malu ini semua gara gara ide bodoh menantu nya.
__ADS_1
"Richard apakah kamu berani bertaruh jika istriku Shinta mampu mendapatkan kerja sama ini kamu harus bersujud kepadaku mengakui kesalahanmu dan jika aku kalah aku akan bersujud kepadamu dan semua orang yang hadir di sini menjadi saksi" Evan berkata dengan berani seakan yakin bahwa dia akan menang.
"sudah cukup kamu membuat malu keluarga ini" memei berteriak dengan kesal. sementara Shinta merasa bahwa Evan semakin hari semakin aneh.
" oke aku terima taruhanmu semua orang menjadi saksi" dengan yakin Richard menerima taruhan dari Evan. Richard yakin Shinta akan gagal dan Richard akan membuat malu kluarga mereka sampai titik terendah.
"sudah cukup aku mau kamu Shinta berusaha dengan keras untuk mendapatkan proyek ini" kakek Lu seraya menatap Shinta yang hanya tertunduk dari.
"saya akan berusaha sebaik mungkin kek" hati Shinta pun menjadi bingung kenapa dia tadi mempercayai kata kata Evan tapi nasi sudah jadi bubur jadi harus berusaha sebaik mungkin.
sesat kemudian rapat keluarga Lu pun selesai semua orang mulai meninggalkan kediaman kakek Lu.
sesampainya di rumah memei langsung marah kepada Evan "dasar kamu menantu tidak berguna lihat kamu membuat masalah apakah kamu tidak berpikir bahwa kamu akan mempermalukan keluarga ini".
"kamu pikir kamu siapa apakah kamu bosnya di sana sehingga gampang sekali mulutmu berbicara".
Evan menundukkan kepala di dalam hatinya ingin sekali dia berkata bahwa dia adalah bosnya, tetapi menahannya Karna belum saatnya untuk membuka identitasnya.
"sudahlah Bu jangan memarahi Evan aku lelah aku ingin istirahat di kamar" segera Shinta pergi menuju kamar.
"dasar menantu tidak berguna bisanya hanya membuat masalah" memei dan robi pun pergi ke kamar untuk istirahat.
Evan yang tiap hari hanya mendapat hinaan di keluarga ini pun sudah terbiasa karna Evan sudah sangat mencintai shinta. Evan pun berjalan menaiki tangga menuju kamar membuka pintu.dilihatnya istrinya Shinta yg sudah menggunakan pakaian tidur yang begitu tipis terlihat begitu cantik tanpa riasan tampak alami mempesona membuat Evan menelan ludahnya.
"apa kamu lihat tidak tau apa aku sedang pusing" Shinta melihat Evan yang terus memandangi sambil memikirkan bagaimana ia besok bisa mendapatkan kerja sama proyek ini.
__ADS_1
"kamu tinggal datang saja pasti bisa" Evan berkata sambil memandangi istrinya yang begitu cantik.
"bagai mana mungkin bosnya saja kita tidak tau" Shinta berbicara kesal.
"mungkin saja bosnya selama ini hanya orang mengerjakan pekerjaan rumah" Evan berbicara sambil menggodanya.
"kamu pikir itu kamu" Shinta berbaring di kasur menghadap sisi lain membelakangi Evan yang tidur di lantai.
seandainya Shinta tahu bahwa suaminya adalah bos di glory group bahkan orang yang super kaya mungkin saja malam ini Evan di bolehkan tidur di sampingnya. Evan membayangkannya.
Evan mengambil selimut sembari berbaring di lantai ia mengirimi pesan kepada Zaki "istriku besok akan datang ke kantor membahas kerja sama kamu tau kan apa yang harus di lakukan dan jangan lupa rahasiakan identitas ku".
"baik tuan saya mengerti" setelah mendapat balasan dari Zaki Evan merasa tenang dan tertidur.
setelah pagi "Evan bisa kah kamu antar saya ke kantor glory group" Shinta minta di antar Evan karna mobil satu satunya di kluarga sedang di pakai ayahnya keluar. Evan yang mendengar instrinya minta di antar ia merasa senang Karna ini pertama kalinya Shinta minta dia antar oleh Evan.
"baiklah aku siap siap dulu"jawab Evan dengan senyum hati berbunga bunga.
Evan dan Shinta berangkat menggunakan sepeda listriknya. angin berhembus menerbang rambut Shinta yang membuat Shinta semakin cantik dan anggun.
sepeda listrik yang melaju cukup kencang membuat Shinta memeluk Evan dengan erat Evan tampak senang tidak pernah terpikir olehnya hari ini menjadi hari yang indah.
setelah sampai di parkiran glory group Evan memarkirkan sepedanya listriknya, Shinta merapikan paiakiannya dan rambutnya Shinta terlihat cantik membuat semua orang yang melihatnya terdiam terpesona.
merekapun menuju pintu utama perusahaan, penjaga yang melihat Evan langsung memberi kan hormat penjaga yang dlu bertemu Evan begitu garang sekarang berubah sangat lembut lembut kepada Evan. hal ini membuat Shinta bingung suaminya yang miskin kenapa para penjaga ini begitu menghormatinya, Shinta berpikir dengan hati hati tetapi dia sadar dia harus segera masuk membahas proyek oleh itu Shinta melupakan pemikirannya tentang suaminya.
__ADS_1