Menantu Super Kaya

Menantu Super Kaya
episode 34 "undangan Albert"


__ADS_3

setelah Evan menyelesaikan urusannya di glory group Evan segera pergi dari sana, seperti biasa ia mampir ke sebuah pasar berbelanja dan membeli beberapa sayur untuk di masak di rumah.


sampai di rumah ia segera memasak dan menyelesaikan pekerjaan rutinnya lebih awal karna siang ini ia akan ada acara untuk pergi ke tempat gubernur.


pada waktu siang hari Evan menerima pesan dari Zaki bahwa dalam sepuluh Menit lagi ia akan sampai di tempatnya.


membaca pesan Zaki, Evan segera pergi mandi dan memakai pakaian yang ia beli sebelumnya serta menggunakan stelan jas berwarna hitam. ia menyisir rambutnya ke samping sehingga membuatnya sangat tampan dan berwibawa.


Evan pikir ia harus menggunakan pakaian yang bagus dan juga menggunakan jas untuk menghormati gubernur Albert walaupun sebenarnya ia lebih suka menggunakan pakaian yang biasanya ia pakai.


jika Evan menggunakan pakaian yang biasa ia pakai gubernur pun juga tidak akan berani memberikan komentarnya. karna ia tahu status dan kedudukan keluarga ye, bahkan dengan kekuatan nya mereka mampu mengguncangkan perekonomian dunia.


tidak lama Zaki telah tiba di simpang rumah Evan, Evan keluar dengan hati hati melihat ke kiri dan ke kanan agar tidak terlihat oleh mertuanya.


Evan langsung masuk ke dalam mobil dan berjalan menuju ke arah rumah gubernur Albert.


"hmm Zaki apa yang kamu ketahui tentang gubernur ini" tanya Evan sambil melihat lihat ke arah luar mobil.


"gubernur ini cukup baik tuan muda semenjak dia menjabat kota ini mengalami perkembangan yang cukup baik bahkan angka kemiskinan dalam satu tahun ini menurun drastis" jawab Zaki.


tidak lama setengah jam kemudiaan mereka telah tiba di kediaman gubernur.


rumah gubernur berada di perumahan mewah di pusat kota dimana hanya orang orang kaya dan orang besar yang mampu tinggal di sana.


Evan keluar dari mobil roll royce di depan gerbang rumah gubernur. terlihat dua orang lelaki dan wanita lelaki itu menggunakan pakaian formal dan jas dengan usia sekitar 50 bisa Evan duga bahwa ia adalah gubernur. sedangkan di sampingnya ada seorang wanita cantik menggunakan gaun.


tampak sekali bahwa mereka sedang menunggunya.


"selamat datang tuan ye" sapa gubernur seraya menjulurkan tangan menyalaminya dengan senyuman.


Evan juga menjulurkan tangannya menyalaminya.


"perkenalkan tuan ye ini anak perempuan saya namanya Andini" ujar gubernur seraya tangannya mengarahkan ke anaknya.


kemudian di sebelah gubernur ada anaknya yang memberikan hormat dan menyalaminya.

__ADS_1


anak gubernur seorang gadis berusia dua puluh tiga tahun, terlihat anggun dan menawan dengan tinggi badan 173 cm memakai gaun yang cukup ketat sehingga tampil menggoda.


kemudian mereka segera masuk ke dalam rumah sementara Zaki pergi menuju ke perusahaan glory group Karna masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan.


di belakang evan yang terus berjalan menuju pintu rumah Andini terus menatap punggungnya tampaknya Andini sudah tertarik dengan Evan pada pandangan pertama.


di dalam rumah sudah ada berbagai jenis masakan yang tersedia di atas meja. sebelumnya setelah gubernur mengetahui bahwa Evan setuju untuk datang ia segara memanggil beberapa Koki terkenal dalam negeri untuk memasak.


dan juga ia memerintahkan segala masakan dengan menggunakan bahan makanan yang terbaik.


gubernur mempersilahkan Evan duduk, setelah Evan duduk barulah ia dan anaknya Andini juga ikut duduk.


acara makan pun di mulai, Evan merasakan masakan ini sungguh enak sekali hampir sama dengan masakan restoran berbintang lima.


sementara terlihat jelas bahwa Andini terus memperhatikan Evan secara diam-diam. pada waktu itu Evan memang terlihat sangat tampan dengan menggunakan pakaian yang ia baru beli dan menyisir rambutnya ke samping serta memakai jas terlihat sangat berwibawa.


andai Evan dari dulu berpenampilan seperti ini tentu ia tidak akan di rendahkan bnyak orang bahkan mungkin ia akan menjadi idola para gadis gadis.


gubernur melihat gerak gerik anaknya cukup mengerti bahwa anaknya sedang tertarik kepada Evan. ia juga tau wajar bagi setiap wanita untuk suka kepada Evan bak seorang raja.


setelah selesai makan Evan berbincang bincang dengan gubernur Albert hingga tidak teras waktu sudah mendekati sore Evan pamit ingin kembali ia teringat harus menjemput istrinya kembali.


mobil sudah standby menunggu Evan dengan sopirnya, Zaki tidak bisa menjemput Evan karna ia sedang sibuk dengan pekerjaannya.


"terima kasih tuan ye telah bersedia datang" ujar Albert.


Evan masuk ke dalam mobil, Andini terlihat menatap Evan di dalam mobil sambil tangannya menata rambutnya.


setelah mobil Evan melaju pergi meninggalkan kediaman gubernur Albert.


"Andini aku perhatikan dari tadi kamu selalu menatap tuan ye secara diam diam" tanya Albert.


sementara Andini masih senyam senyum mendengar pertanyaan ayahnya.


"apakah kamu suka kepadanya".

__ADS_1


"ayah wanita mana yang tidak menyukainya sudah tampan berwibawa dan juga orang super kaya" jawab Andini malu-malu.


"iya aku tau tapi tampaknya kamu akan kecewa".


"maksud ayah" Andini merubah ekspresinya menjadi penasaran.


"aku dengar bahwa tuan ye sudah menikah tetapi aku pun belum tau siapa istrinya" sembari memegang pundak Andini.


Andini mendengarnya sungguh sangat kecewa padahal ia sudah membayangkan bahwa mungkin Evan bisa menjadi jodohnya.


Albert melihat anaknya yang terlihat sedih mulai mengajaknya masuk ke dalam rumah.


"suruh siapa kamu tidak mengenalnya lebih awal" ujar Albert sambil berjalan menuju rumah bersama Andini.


Evan tiba di rumah segera ia mengambil mobil di garasi dan pergi menuju ke perusahaan Lu untuk menjemput Shinta.


setelah sampai di perusahaan Lu ia melihat Shinta yang sedang menunggunya di pinggir jalan.


Evan segera turun dari mobil dan menghampiri Shinta.


"maaf Shinta aku agk terlambat tadi ada perbaikan jalan jadi aku memutar jalan lain" ujar Evan.


Shinta memperhatikan pakaian Evan dari bawah sampai atas tanpa berkata apa-apa.


Evan melihat shinta memperhatikannya akhirnya Evan mengerti tadi ia terburu buru sehingga belum sempat mengganti pakaian sudah jelas pasti istrinya merasa aneh.


"ini pakaian yang aku beli kemarin aku sengaja memakainya untuk mengajakmu makan" hanya alasan itu yang terpikirkan oleh Evan tidak mungkin ia menceritakan bahwa ia baru saja menghadiri undangan gubernur.


"ooo" ujar Shinta.


"ada apa apa pakaiannya tidak cocok" tanya Evan sambil matanya melihat ke arah pakaian yang di pakainya.


muka Shinta sedikit menoleh


"hari ini kamu terlihat agak tampan saja" ujar Shinta berbisik malu.

__ADS_1


tidak bisa di pungkiri Evan yang biasa di lihat Shinta berpakaian lusuh kini memakai setelan mahal dan juga menyisir rambutnya membuat jantung Shinta berdegup kencang.


"kamu bicara apa aku tidak mendengarnya" Evan tidak mendengar perkataan Shinta karna memang Shinta berbicara sangat pelan.


__ADS_2