Menantu Super Kaya

Menantu Super Kaya
episode 9 "acara pesta perayaan"


__ADS_3

"saya mengangkat cucuku Richard sebagai pemimpin proyek ini dan juag sebagai direktur baru perusahaan Lu".


hal yang tidak di sangka kakek Lu justru menjadikan Richard sebagai direktur. hal ini tentu membuat membuat keluarga Shinta kaget bukan main. raut wajah Shinta berubah menjadi pucat matanya meneteskan air mata, Shinta lalu pergi lari keluar.


sementara memei dan robi pun tak kuasa menahan sedih dan sakit hati.


Evan yang melihat istrinya sedih menangis ia mengepalkan tangannya ingin sekali Evan menghancurkan keluarga Lu tapi ia tidak bisa melakukannya.


Richard naik di ke atas panggung " terima kasih atas kepercayaan kakek yang di berikan kepada saya saya akan berusaha sebaik mungkin demi kesuksesan proyek ini" Richard menutup pidato nya dengan rasa bangga.


"kami mohon agar tuan Zaki naik ke atas panggung" kakek Lu berharap Zaki memberikan kata yang bisa membuat keluarga Lu di segani semua orang.


hal aneh terjadi Evan tiba tiba mendatangi Zaki serta berbicara beberapa kata. para tamu yang melihat Evan begitu berani berkata kepada Zaki segera menyuruhnya menjauh mereka takut tuan Zaki akan marah dan akan berakibat kepada mereka.


Zaki naik ke atas panggung ia mengatakan apa yang telah di instruksikan oleh Evan.


"terima kasih sebelumnya atas acara ini tapi saya sangat kecewa pada hari ini jadi saya membatalkan kerja sama ini karna Presdir baru kami hanya menginginkan proyek ini di pimpin oleh Shinta bukan orang lain itu perintah dari Presdir baru kami tuan muda ye" Zaki langsung turun dari panggung ia kembali menuju mobilnya di ikuti oleh para pengawalnya lalu pergi meninggalkan acara itu.


semua tamu yang menyangsikannya saingan terkejut apalagi seluruh keluarga Lu, kakek Lu berharap hari ini adalah hari keberuntungannya ternyata justru hari yang sangat memalukan keluarga nya.


Richard sangat bingung kenapa tuan Zaki tega memperlakukannya seperti ini.


kakek Lu sangat marah kepada Richard ia menamparnya jika bukan karna omongannya yang menghasutnya tempo hari tentu saja kejadian ini tidak akan terjadi.


Evan mengejar Shinta ke luar ia melihat Sinta duduk di pinggir jalan sedang menangis tersedu sedu, Evan tak kuasa melihatnya.


"sudah jangan menangis lagi percaya padaku kamu pasti akan menjadi pemimpin proyek ini" Evan menepuk pundak Shinta sambil mengeluarkan sapu tangan dari kantongnya.

__ADS_1


beberapa saat kemudian Kakek Lu tiba "Shinta maafkan kakek keluarga kita sudah malu tuan Zaki telah membatalkan kerja sama Karna kamu tidak menjadi ketuanya"


Shinta yang mendengar perkataan kakek sontak melihat ke arah Evan ia merasa bahwa Evan sudah tau bahwa kakeknya pasti akan datang mencarinya.


"bisakah kamu menghubungi tuan Zaki tolong minta kepadanya agar berkenan kembali ke acara, kakek berjanji kamu akan menjadi ketuanya dalam proyek ini" Kakek Lu merasa keluarganya sudah sangat malu ia hanya berharap tuan Zaki bisa kembali ke acara dan melanjutkan kerja sama ini. kakek Lu berharap kehormatan keluarga Lu agak kembali lagi dan ia tidak boleh kehilangan kerja sama besar ini jika kerja sama ini bisa sukses tentu saja ini menjadi berkah buat keluarga mereka.


Shinta yang sudah sakit hati belum memberikan jawabannya ia masih sedih sambil mengelap air yang jatuh dari kelopak matanya.


"kakek minta tolong kepada kelak kamu bisa menjadi direktur perusahaan keluarga kita"


Shinta yang mendengar kata kata kakek Lu ku sedikit kasian jika ia tidak membantunya keluarga Lu sudah di permalukan di depan umum. tapi Shinta masih bingung bagaimana bisa ia menghubungi Zaki apakah mungkin ia mau kembali lagi, sedang ia adalah wakil direktur glory group yang hanya dengan hentakan kakinya mampu mengguncangkan seluruh kota amster.


"aku ingin membantumu kek tapi aku tidak yakin mampu membuat tuan Zaki untuk datang lagi" kakek Lu yang mendenganya sedikit cemas.


"kenapa tidak kamu coba telpon saja mungkin saja ia bersedia datang kembali" Evan menepuk pundak Shinta dengan lembut sambil tersenyum, entah kenapa begitu mendengar omongan Evan Shinta menjadi sangat yakin dan percaya sepenuhnya kepada Evan.


"tuan ini saya Shinta dari keluarga Lu hmm bisakah tuan kembali lagi ke dalam acara kami sangat berharap tuan berkenan" Shinta berbicara dengan tenang.


"oh baiklah kalo begitu saya akan memutarkan mobil dan kembali ke dalam acara" zaki langsung setuju untuk kembali ke dalam acara, karna memang sebelumnya Evan telah memberikan perintah jika istrinya menelponnnya ia harus menjawab ia.


Shinta terlihat senang dan lega dalam hatinya


"kek tuan Zaki bersedia kembali sebentar lagi ia akan datang".


kakek Lu yang mendengar segera senang ia lalu mengajak Shinta kembali ke acara. sementara Evan juga mengikuti mereka dari kejauhan.


sesaat kemudian Zaki datang turun dari mobil roll royce nya langsung naik ke atas panggung, Zaki menyampaikan ia bersedia melanjutkan kerja sama ini.

__ADS_1


"mohon maaf para tamu sekalian atas sedikit masalah ini kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada glory group atas segala yang terjadi" kakek Lu akhirnya menguangkan Shinta sebagai ketua proyek kerja sama ini.


kemudian Shinta naik ke atas panggung dengan mata yang masih sedikit merah.


"pertama tama saya ucapkan terima kasih kepada glory group yang bersedia bekerja sama dengan kami semoga kedepannya proyek ini bisa berjalan dengan sukses dan banyak memberi keuntungan" Shinta mengakhiri pidatonya dengan sedikit membungkukan badan.


para tamu undangan bertepuk tangan dengan meriah. memei dan robi sangat bangga kepada Shinta atas semua yang terjadi mereka tidak perlu merasa malu lagi.


yang terpenting bagi Evan adalah istrinya senang, jika ada yang berani untuk menyakiti istrinya dia tidak akan segan segan untuk menghancurkan orang tersebut.


Richard merasa sangat kesal ia sepertu di lempar kotoran ke arah mukanya ini adalah sesuatu yang sangat memalukan bahkan iya pergi ke toilet dan baru akan keluar jika acaranya sudah selesai.


acara berlangsung dengan lancar hingga malam.


singkat cerita Shinta yang sudah kembali ke rumah segera masuk ke kamar untuk istirahat.


"terima kasih Evan dalam beberapa hari ini karna kamu aku jadi lebih percaya diri dan tenang dalam menghadapi segala masalah".


"kalo begitu seharusnya kamu memberikan aku sebuah hadiah".


" kalo begitu sebutkan saja asal aku bisa membelikannya pasti aku belikan".


"sebenarnya bukan sebuah barang yang aku inginkan" Evan ingin menyebutkan bahwa dia ingi sekali mencium istrinya sebagai hadiah tapi apalah daya ia takut istrinya tidak mau bahkan bisa bisa ia malah marah. melihat istri yang begitu cantik siapa yang tidak ingin menciumnya tak terkecuali Evan yang selama menikah belum menciumnya sama sekali.


"lupakan saja aku simpan dulu permintaanku tunggu kamu sudah siap baru memintanya"


"dasar kamu aneh sekali" jawab Shinta.

__ADS_1


__ADS_2